Sebelum ERP Diterapkan, Ganjil Genap Tetap Berlaku

NERACA

Jakarta - Kepala Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono menyatakan kebijakan ganjil-genap akan terus belaku sebelum jalan berbayar atau "electronic road pricing" (ERP) diterapkan. "Saya sarannya kalau bisa diperpanjang terus sampai ERP jadi," kata Bambang di sela-sela Asean University Network (AUN) - 1st CISD AUN-SCUD International Suistanable Infrastructure and Urban Development 2018, Jakarta, Senin (12/11).

Dia mengatakan saat ini masih dilakukan studi dan butuh waktu sampai satu tahun, sehingga ERP baru bisa diimplementasikan pada akhir 2019. "Akhir tahun karena kita butuh studinya satu tahun, sekarang sudah bulan November," katanya. Dalam studi tersebut juga akan dibahas terkait kebutuhan investasi serta pemetaan, terutama untuk Ring 3 wilayah BPTJ.

Ring 1 di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, kemudian Ring 2 di Kuningan dan jalan utama di sekitarnya, dan di Ring 3 di perbatasan Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang. ERP sendiri sudah diatur dalam Perpres 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek. Bambang menjelaskan ERP memang tahapan yang harus dilakukan setelah pemberlakuan ganjil-genap karena ganjil-genap tidak bisa diberlakukan terus-menerus.

"Karena ganjil-genap kan tidak bisa lama-lama, kan dulu saya bilang seperti obat generik paling satu tahun. Kami siapkan jangan sampai ada kekosongan kebijakan, nanti kondisinya semrawut lagi," katanya. Apabila dilakukan terus-menerus, lanjut dia, maka potensi masyarakat membeli mobil kedua akan semakin meningkat. "Karena tumbuh terus dan orang juga akhirnya bicara beli mobil kedua, naik motor, maka itu saya kampanye terus bahwa naik motor itu keselamatamnya rendah," katanya.

Untuk sementara ini, Bambang mengatakan bahwa sepeda motor belum diberlakukan untuk ERP. Sementara itu, lanjut dia, untuk ganjil-genap masih berlaku sesuai dengan perluasan hingga 31 Desember 2018. "Ganjil-genap yang perluasan kan sampai Desember, nah kami lagi evaluasi terus. Saya nanti kasih masukan ke Pak Gubernur (Anies Baswedan) kira-kira setelah Desember kebijakannya apa," katanya.

BERITA TERKAIT

Reksadana Pendapatan Tetap Tumbuh 2,80%

NERACA Jakarta – Performance kinerja rata-rata reksadana pendapatan tetap sepanjang bulan November kemarin masih positif. Berdasarkan data Infovesta Utama, kinerja…

PASCA PEMBUNUHAN PEKERJA PROYEK - Pembangunan Trans Papua Tetap Berlanjut

NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan pembangunan infrastruktur di Papua akan tetap dilanjutkan, dan tidak akan dihentikan. "Saya sampaikan…

Pemerintah Optimis Cukai Plastik Berlaku 2019

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis kebijakan pengenaan cukai terhadap…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII : Skema KPBU Mulai Banyak Diminati Investor - Resmikan SPAM Semarang Barat

        NERACA   Semarang - Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)…

Wapres Ingatkan Berhati-hati Investasikan Dana Haji

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati…

Gandeng BUMDes, Pertamina Bangun 77 Ribu SPBU Mini

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan membangun 77.000 SPBU mini di seluruh pelosok daerah di Indonesia…