Urban Jakarta Bidik Penjualan Rp 240 Miliar - Harga IPO Rp 1000-1250 Per Saham

NERACA

Jakarta – Tren pengembangan proyek properti berbasis transit oriented development (TOD) cukup menjanjikan kedepannya, apalagi pembangunan LRT yang digarap PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bakal beroperasi di tahun depan. Peluang inilah yang tengah digarap PT Urban Jakarta Propertindo sebagai perusahaan properti berbasis TOD dengan terus memacu ekspansi bisnisnya lewat aksi korporasi penerbitan perdana saham atau initial public offering (IPO).

Tri Rachman Batara, Direktur Pengembangan Usaha sekaligus Sekretaris Perusahaan Urban Jakarta Propertindo mengatakan, tahun depan perseroan membidik penjualan dari empat proyek yang digarap sebesar Rp 240 miliar. “Tren properti TOD sangat menjanjikan, apalagi ada 3,6 juta masyarakat keluas masuk Jakarta menjadi target market saat ini,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dalam pengembangan proyek properti TODnya, perseroan bekerjasama dengan anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) yakni, PT Adhi Commuter Properti. Saat ini perseroan tengah membangun empat proyek berkonsep TOD yang berada pada lintasan jaringan LRT Jabodetabek. Kata Tri Rachman, total nilai kontrak keempat proyek tersebut adalah sekitar Rp 10,46 triliun selama kurang lebih lima tahun.

Disebutkan, proyek itu terdiri dari Gateway Park yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp 3,7 triliun dan Urban Signature sebesar Rp 3,77 triliun. "Sementara dua proyek lainnya yaitu Urban Sky yang bernilai Rp 1,41 triliun dan Urban Suites yang bernilai Rp 1,58 triliun dikembangkan sendiri oleh Urban Jakarta," kata Tri.

Hingga akhir Juni 2018, Urban Jakarta memiliki total aset Rp 1,04 triliun dengan total liabilitas Rp 439,48 miliar. Pada semester pertama, Urban Jakarta meraup pendapatan Rp 52,04 miliar dengan laba bersih Rp 17,55 miliar. Margin laba bersih Urban Jakarta pada semester I-2018 sebesar 33,72%, meningkat dibandingkan semester sebelumnya, yaitu 28,36%. "Hal ini karena terjadi peningkatan laba bersih yang bersumber dari kenaikan pendapatan,"jelas Tri.

Untuk diketahui, PT Urban Jakarta Properti adalah pengembang hunian terpadu yang memiliki visi mengembangkan area hunian terpadu yang menjadi solusi atas masalah perkotaan yang dihadapi masyarakat urban untuk kualitas hidup yang lebih baik. Urban Jakarta tengah memproses penawaran saham perdana. Urban Jakarta akan menjual 600 juta saham baru dengan harga penawaran Rp 1.000-Rp 1.250 per saham. Alhasil, Urban Jakarta akan meraup dana antara Rp 600 miliar hingga Rp 750 miliar.

Ilman Hilmansyah, Direktur Keuangan PT RHB sekuritas, selaku penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO Urban Jakarta Propertindo mengatakan harga tersebut mencerminkan price earning ratio sebanyak 17-20 kali. Perseroan optimistis bisa melantai pada akhir 2018.”Kami yakin saham Urban Jakarta akan diserap pasar, meskipun kondisi pasar modal sedang fluktuasi. Kami yakin, karena telah ada 50 emiten baru yang berhasil melantai di pasar modal,” ungkapnya.

Perseroan berencana mengalokasikan sekitar 50% dana hasil IPO untuk akuisisi lahan di wilayah Jabodetabek, 30% untuk belanja modal dan pengembangan, serta sekitar 20% untuk modal kerja perseroan. Saat ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 300 miliar dan tahun depan belanja modal dialokasikan sekitar Rp 500 miliar.

BERITA TERKAIT

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Saham Berkah Prima Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Mengalami peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi perdagangan saham PT Berkah…

Dongkrak Penjualan Ekspor - Merck Perluas Penetrasi Pasar di Asia Tenggara

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan ekspor, PT Merck Tbk (MERK) terus perluas penetrasi pasar. Teranyar, emiten farmasi ini berencana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…