Metrodata Serap Capex Rp 181 Miliar

NERACA

Jakarta – Selain mencatatkan pertumbuhan laba 23,25 di kuartal tiga 2018, PT Metrodata Electonics Tbk (MTDL) juga menyampaikan telah menggunakan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 181 miliar dari total anggaran Rp 265 miliar. Anggaran itu sudah digunakan untuk berbagai kegiatan perusahaan.

Perusahaan menggunakan Rp 96 miliar untuk pembangunan gudang di Cikarang dan untuk kebutuhan peralatan yang disewakan menyerap dana senilai Rp 83 miliar.”Sementara untuk kebutuhan internal upgrade TIK sebesar Rp 2,2 miliar,"kata Sekretaris Perusahaan dan Direktur Independen MTDL, Randy Kartadinata di Jakarta, kemarin.

Tahun 2019 nanti, MTDL menyiapkan total belanja modal Rp 200 miliar. Capex tahun depan lebih kecil karena tidak adapembangunan gudang lagi. Namun, dana itu akan dimaksimalkan Untukmenggenjot semua lini bisnis yang ada. Misalnya untuk unit bisnis distribusi, selain difokuskan pada produk utama seperti notebook, PC, server dan storage, perusahaan juga akan terus mengembangkan penjualan di produk komponen TIK seperti eksternal maupun internal hard disk, CPU dan memory card.

Sementara untuk unit bisnis solusi, Randy menerangkan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kemampuan untuk menyediakan solusi baru seperti cloud, big data dan analytic maupun security. “Di mana kompetensi ini telah dimulai lebih awal oleh Metrodata Group dibandingkan dengan pesaing lainnya. Kami juga akan meningkatkan kemampuan kami di bidang social media analytic untuk mendukung perusahaan dalam melakukan digital marketing," tambahnya.

Selanjutnya untuk unit bisnis konsultasi, disampaikannya, perseroan akan terus konsentrasi di dalam penjualan software dan implementasi Enterprise Resource Planning atau perencanaan sumber daya perusahaan. Adapun untuk tahun 2018, perusahaan menargetkan penjualan naik 17,4% dari akhir 2017 menjadi Rp 12,7 triliun pada akhir 2018 ini. Sementara laba bersih ditargetkan naik 10% menjadi Rp 272 miliar pada akhir tahun nanti.

Sementara untuk tahun 2019, dengan pertimbangan akan bergulirnya tahun politik, maka perusahaan cuma menargetkan kenaikan pendapatan dan laba bersih sebesar 12,5%. Di triwulan ketiga tahun 2018, perusahaan ini membukukan peningkatan penjualan Rp 9,06 triliun atau naik 25% dari periode yang sama di tahun lalu. Kemudian laba bersih tercatat sebesar Rp191,03 miliar atau naik 23,2% dibanding periode yang sama tahun 2017yang tercatat sebesar Rp155,3 miliar.

BERITA TERKAIT

CLEO Siapkan Belanja Modal Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Produsen air minum kemasan, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menganggarkan belanja modal atau capex tahun ini sebesar…

PT NKE Bayar Rp86,19 Miliar ke KPK

PT NKE Bayar Rp86,19 Miliar ke KPK NERACA Jakarta - PT Duta Graha Indah (DGI) yang telah berubah nama menjadi…

NERACA PERDAGANGAN DEFISIT US$1,16 MILIAR DI JANUARI 2019 - CORE: Defisit NPI Diprediksi Masih Berlanjut

Jakarta-Ekonom CORE memprediksi neraca perdagangan Indonesia (NPI) diperkirakan masih terus defisit hingga sepanjang tahun ini, karena kondisi ekspor impor Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…