Seribu Petani Banten Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan

Seribu Petani Banten Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan

NERACA

Serang - Seribu petani di Banten menyatakan ikut program lindungan keselamatan kerja yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

"Dikoordinir oleh Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), maka 1.000 petani tersebut bersedia menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Muallif di Serang, dikutip dari Antara, kemarin.

Usai menyerahkan secara simbolis kartu kepesertaan di sela-sela acara Parade Ekonomi Nusantara 2018, Muallif mengatakan petani di Banten merupakan sasaran potensi untuk meningkatkan jumlah peserta.

Ia mengatakan dari sisi kepesertaan, tani dan buruh tani di Banten jumlah yang ikut serta masih kecil, sehingga merupakan potensi besar yang perlu dikejar. Upaya untuk merangkul pekerja yang bergerak di bidang pertanian agar menjadi peserta, menurut Muallif, suatu hal yang tidak mudah, mengingat mereka belum memahami manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga perlu menyosialisasikannya.

Oleh sebab itulah, kata Muallif, langkah yang tepat dilakukan adalah mengumpulkan para pengurus KTNA se wilayah Banten, dengan memberikan arahan tentang perlunya menjadi peserta BPJS, yang kemudian ia sampaikan kepada anggotanya.

Muallif mengatakan tujuan BPJS Ketenagakerjaan merangkul para petani di Banten tidak hanya sekadar untuk menjadi peserta, tetapi lebih jauh dari itu adalah memberdayakannya dan mencarikan solusi bila mereka mendapatkan permasalahan dalam pekerjaannya, bahkan membantu mencarikan pembiayaan bila mereka kekurangan modal.

Sementara itu, Ketua KTNA Banten Mad Saleh mengatakan pihaknya sangat mendukung program BPJS Ketenagakerjaan karena sangat membantu petani bila mengalami kecelakaan dalam bekerja saat menggarap sawahnya.

Ia berjanji akan menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan itu kepada para petani melalui pengurus KTNA di tingkat kabupaten dan kota, dengan harapan semua petani bisa menjadi anggota."Kami memiliki sekitar 7.000 kelompok tani, tiap kelompok rata-rata anggotanya 10 petani, berarti ada sekitar 70.000 petani, belum termasuk buruh tani lepas yang tidak memiliki lahan sawah (penggarap). Potensi besar bila semuanya diikutsertakan," kata Mad Saleh seraya menambahkan pihak BPJS Ketenagakerjaan harus bersedia menyediakan waktu untuk mengadakan sosialisasi untuk pengurus KTNA kabupaten dan kota.

Disinggung tentang cara pembayaran iuran yang dibebankan kepada petani sebesar Rp16.800 tiap bulannya, Muallif mengatakan akan melibatkan KTNA setempat untuk menagihnya, dan diatur proses pembayaran apakah tiap bulan atau beberapa bulan baru dipungut, mengingat petani mengandalkan uang dari hasil sawah.

"Pembayaran bisa satu bulan, atau dua bulan sekali, atau enam bulan sekali, tergantung kesepakatan yang dibuat, karena petani baru bisa membayar jika telah panen," kata Muallif. Muallif berharap pada tahun 2019 bisa menambah jumlah petani yang ikutserta program BPJS Ketenagakerjaan. Ant

BERITA TERKAIT

Menakar Nasib Petani Sebagai Kunci Kedaulatan Pangan

Oleh: Pril Huseno Salah satu tujuan dari pembangunan pertanian di Indonesia adalah menjadikan dunia pertanian sebagai sentra produksi pangan bagi…

Gandeng IKA ITS, BNI Life Tawarkan Program Asuransi

    NERACA   Jakarta - PT BNI Life Insurance (BNI Life) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Ikatan Alumni…

Optimalkan Program CSR - Holcim Libatkan Masyarakat Dalam Rumuskan Program

Sejatinya progam tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) harus berjalan berkesinambungan dan berkelanjutan dalam membangun dan memberdayakan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Kemenkop Benahi UKM Pasca Bencana di NTB dan Sulteng

Kemenkop Benahi UKM Pasca Bencana di NTB dan Sulteng NERACA Mataram - Kementerian Koperasi dan UKM melakukan sinergitas kegiatan di…

PNM Jambi Tingkatkan Manajemen Keuangan Pelaku Usaha di Batanghari

PNM Jambi Tingkatkan Manajemen Keuangan Pelaku Usaha di Batanghari NERACA Jambi - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Jambi meningkatkan pengetahuan…

Ekspor Sumsel Januari 2019 Turun 17,24 Persen

Ekspor Sumsel Januari 2019 Turun 17,24 Persen NERACA Palembang - Nilai ekspor Sumatera Selatan (Sumsel) melorot pada Januari 2019 sebesar…