Pengawasan Perbankan ala Mahathir

Oleh: Achmad Deni Daruri, President Director Center for Banking Crisis

Tak berapa lama Mahathir Mohammad terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Malaysia, gubernur Bank Sentral Malaysia mengajukan pengunduran diri. Mahathir mengatakan tidak ada alasan jelas dari pengunduran diri sang gubernur tersebut, namun gubernur yang mengundurkan diri itu diterima pengunduran dirinya oleh Mahathir Mohammad. Sosok pemimpin sekaliber Mahathir mampu memberikan sinyal bagi jajaran pengawasan perbankan di Malaysia untuk bersikap ksatria dalam meningkatkan kepercayaan publik dari regulator pengawas perbankan.

Mantan gurbernur tersebut memiliki gelar master administrasi publik dari Harvard Kennedy School. Secara kualitas pendidikan tidaklah diragukan lagi. Namun dibandingkan dengan pendahulunya yang doktor ahli moneter lulusan Amerika Serikat dengan pengalaman mengatasi krisis Asia tahun 1998 memang masih jauh pasak ketimbang tiang. Jelas ada kemunduran dalam hal the right man on the right job. Kemundunran itu terjadi karena Zeti Aziz memang harus pensiun dan PM Malaysia sudah bukan Mahathir lagi.

Aziz memiliki pengalaman mengalahkan empat managing direktor IMF dan juga empat presiden Bank Dunia. Pada 1997, Malaysia memiliki defisit neraca berjalan lebih dari 6 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto). Pada bulan Juli, ringgit Malaysia diserang oleh speculator, untuk menghadapi itu Malaysia mengambangkan mata uangnya pada 17 Agustus 1997 dan ringgit jatuh secara tajam. Bukan hanya itu, hantaman bertubi-tubi juga terus menyerang. Empat hari kemudian Standard and Poor's menurunkan rating utang Malaysia. Seminggu kemudian, agensi rating menurunkan rating Maybank, bank terbesar Malaysia. Di hari yang sama, Bursa saham Kuala Lumpur jatuh 856 point, titik terendahnya sejak 1993. Pada tanggal dua Oktober, ringgit jatuh lagi.

PM Mahathir Mohamad segera memperkenalkan kontrol modal. Tetapi, mata uang jatuh lagi pada akhir 1997 ketika Mahathir bin Mohamad mengumumkan bahwa pemerintah akan menggunakan 10 miliar ringgit di proyek jalan, rel dan saluran pipa. Pada 1998, pengeluaran di berbagai sektor menurun. Sektor konstruksi menyusut 23,5 persen, produksi menyusut 9 persen dan agrikultur 5,9 persen. Keseluruhan GDP negara ini turun 6,2 persen pada 1998. Tetapi Malaysia terbukti merupakan negara tercepat yang pulih dari krisis ini dengan menolak bantuan IMF.

Sekarang Mahathir kembali menunjuk gubernur yang baru juga seorang wanita namun berbeda dengan pendahulunya, gubernur baru ini memiliki pengalaman dalam mengatasi krisis moneter Asia tahun 1998 yang lalu. Mahathir adalah sosok jeli dalam konteks pengawasan perbankan di Malaysia dan gubernur bank sentral yang ia pilih bukan saja ahli dalam pengawasan perbankan, tetapi juga mampu mengalahkan pemikiran pemimpin-pemimpin IMF dan Bank Dunia. Pertanyaan yang juga membuat IMF dan Bank Dunia selalu bertanya-tanya adalah mengapa Mahathir selalu memilih wanita sebagai pengawas sektor perbankan?

Pertama, jelas sudah dibuktikan bahwa Aziz mampu menyelamatkan perbankan Malaysia dari gempuran krisis mata uang. Kedua, Killeen, dari University Hospital Balgrist mengungkapkan wanita memiliki kemampuan berpikir multi kompleks dan simultan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Swiss, mereka mengadakan uji coba kepada 83 relawan yang diminta untuk berjalan di atas treadmill, kemudian para relawan tersebut melakukan sebuah tes bahasa yang sangat rumit. Tes bahasa tersebut bertujuan untuk melibatkan kemampuan otak sisi kiri mereka.

Para peneliti menemukan bahwa laki-laki memiliki penurunan kemampuan untuk mengayunkan lengan bagian kanan mereka, gerakan lengan pada bagian tersebut merupakan bagian dari gerakan tubuh dalam membantu menjaga keseimbangan. Namun, wanita hampir sepenuhnya mampu menjalani tes bahasa tanpa mengalami kesulitan mengayunkan lengan bagian kanan mereka saat berjaan di atas treadmill. Para peneliti percaya bahwa hormon seksual perempuan, seperti estrogen dan progesterone yang bekerja pada otak, mendasari kemampuan para perempuan tersebut untuk mampu melakukan multitasking. Inilah salah alasan utama Mahathir Mohammad selalu memilih wanita sebagai gubernur bank sentral Malaysia!

Tidak mengherankan karena Mahathir adalah seorang dokter yang memahami cara bekerja otak manusia. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf di dalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Jugalah tidak mengherankan jika ia juga sudah berumur di atas 90 tahun dan masih mampu berpikir cerdas sebagai perdana Menteri. Mahathir mengatakan tidak pernah makan kemaruk sehingga body mass index nya ideal. Ia mengatakan celananya yang usianya puluhan tahunpun masih dapat ia gunakan. Pemimpin negara haruslah langsing agar otaknya sehat dan cerdas. Untuk menjaga kadar testosteronnya Mahathir juga tidak pernah berpisah dari istrinya.

Terbukti Mahathir berani mendebat presiden dan perdana Menteri RRC yang usianya jauh lebih muda bahkan dengan berkunjung ke RRC. Ia mengatakan kepada mereka bahwa RRC merupakan negara kolonialisme baru. Presiden dan Perdana Menteri RRC tidak mampu mendebat Mahathir yang bukan hanya cerdas tetapi juga memiliki pengalaman sebagai pemimpin di atas kedua pemimpin RRC tersebut. Secara zodiak rasi bintang, Mahathir dan Xi Jinping memiliki zodiak yang sama yaitu Gemini, namun kecerdasan Mahathir tak mampu dibungkam oleh Xi Jinping. Xi Jinping memiliki body mass index yang tidak ideal.

Mahathir menjelaskan kepada pemimpin RRC tersebut bahwa utang luar negeri dari RRC akan membuat fiskal Malaysia bangkrut dan jika BUMN termasuk perbankan Malaysia ikut menerima utang tersebut maka krisis perbankan di Malaysia sudah pasti tak terhindarkan lagi. Inilah berbedanya Mahathir dibandingkan dengan pemimpin negara berkembang lainnya seperti pemimpin negara-negara Afrika yang tak sadar akan bahaya dari utang luar negeri pemberian RRC. Jadi sebetulnya ruh pengawasan perbankan di Malaysia sesungguhnya berada pada sosok perdana menteri dan sesungguhnya gubernur bank sentral Malaysia tak lebih dari permintaan turunan dari PM. Itulah pengawasan perbankan ala Mahathir!

BERITA TERKAIT

OJK Dorong Perbankan Di Bali Optimalkan Penyaluran Kredit Pariwisata

    NERACA   Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan di Bali untuk mengoptimalkan penyaluran kredit sektor pariwisata…

Kemendagri Perketat Pengawasan Cegah Jual Beli Blanko KTP Elektronik

Kemendagri Perketat Pengawasan Cegah Jual Beli Blanko KTP Elektronik NERACA Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan memperketat pengawasan internal…

Ekonom Ingatkan Tantangan Likuiditas Perbankan

  NERACA Jakarta - Likuiditas perbankan diperkirakan kian mengetat pada 2019 setelah masa penguncian (lock-up) dana repatriasi amnesti pajak di…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Menelisik Arah Utang Pemerintah Era Kepemimpinan Jokowi

Oleh: Nurul Nabila, Mahasiswi Perbankan Universitas Samudra Langsa   Selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik…

Diversifikasi Pasar Ekspor untuk RI yang Sejahtera

  Oleh: Nurul Karuniawati, Peneliti Universitas Udayana               Setiap peluang perdagangan akan menentukan pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Karena itu,…

E-KTP Tercecer di Tahun Politik

Oleh: Siswanto Cemonk Lagi-lagi publik dibuat geger dengan penemuan kembali ribuan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang tercecer. Peristiwa ini…