PGN Bukukan Untung Rp 3,21 Triliun

NERACA

Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2018, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba melesat tajam 122,79%. Dimana laba bersih yang diraih perseroan sebesar US$ 218,14 juta atau setara Rp 3,21 triliun, dibandingkan priode yang sama tahun lalu US$ 97,91 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sementara pendapatan perseroan pada periode yang sama tercatat naik 12,94% menjadi US$ 2,44 miliar dari US$ 2,16 miliar perolehan pendapatan tahun lalu. Sementara, beban pokok pendapatan hanya naik 10% menjadi US$1,76 miliar dari US$1,6 miliar. Kinerja keuangan PGN juga terbantu hilangnya penurunan nilai properti minyak dan gas bersih yang pada sembilan bulan tahun lalu mencapai US$16,72 juta. Begitu juga beban administrasi dan umum yang turun dari US$141,98 juta menjadi US$136,88 juta.

Sementara itu, rencana penyelesaian akuisisi Pertagas oleh PGN hingga saat ini masih belum tuntas. Perseroan memiliki memiliki ambisi besar dalam distribusi jaringan gas bisa terus tumbuh seiring dengan rencana akuisisi Pertagas. Perseroan menargetkan sambungan jaringan gas rumah tangga sebanyak satu juta sambungan pada 2023 mendatang.

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso pernah mengatakan, rencana satu juta sambungan ini sebagai salah satu program integrasi antara PGN dan PT Pertamina Gas (Pertagas). Dimana dalam bisnisnya, Pertagas akan fokus kepada transmisi sedangkan PGN akan fokus terhadap distribusi. "Kita akan kondisikan gimana di market akan melakukan kegiatannya,"ujarnya.

Gigih menjelaskan, rencana ini memang termasuk rencana jangka panjang dari sinergi. Tujuan dari satu juta sambungan ini agar masyarakat mempunyai akses ke gas rumah tangga."Ini penting, agar masyarakat punya akses ke gas rumah tangga. Sekarang target pemerintah kan satu juta. Dalam lima tahun ke depan kita realisasikan. Dukungan pemerintah dengan pasokan gas, sesuai dengan alokasikan,"katanya.

Saat ini, lanjutnya, PGN masih melakukan kajian studi terkait rencana ini sembari menunggu penugasan dari pemerintah ke PGN. Menurutnya pemerintah sedang menyiapkan Perpres untuk mengatur hal ini. Disampaikan Gigih, satu juta sambungan ini juga bukan untuk rumah tangga saja. Ke depan, sambungan ini juga bisa bermanfaat bagi industri karena semua jaringan sudah tersambung.

Gigih mencontohkan, saat ini realisasi pasokan untuk industri salah satunya adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN).”Dengan adanya jaringan yang tersambung satu dengan yang lain. Kalau yang ke industri tetap kita lakukan juga, kita menyiapkan pasokan gas, mereka bangun power, sehingga untuk kebutuhan listrik dapat dipenuhi," ujar Gigih.

Proses akuisisi Pertagas diawali dengan pembayaran transaksi pengambilalihan 51% saham Pertagas yang targetnya dilaksanakan pada akhir September 2018. Pembayaran tersebut merupakan tahap pertama dari rencana dua tahap pelunasan transaksi akuisisi Pertagas dengan total nilai Rp 16,6 triliun.

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Catatkan Perolehan Laba Rp 13,5 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan perolehan laba konsolidasi tumbuh 11,1% mencapai Rp13,5 triliun, kualitas kredit…

Menkeu Proyeksi Defisit APBN Capai Rp310,8 Triliun

  NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 berpotensi…

DEFISIT APBN MELEBAR HINGGA RP 135 TRILIUN LEBIH - Menkeu: Pertumbuhan Semester I Capai 5,1%

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester I-2019 mencapai  5,1%.  Angka ini berdasarkan perhitungannya terhadap kontribusi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…