Wakil Presiden - Makna Hari Pahlawan untuk Majukan Bangsa

Jusuf Kalla

Wakil Presiden

Makna Hari Pahlawan untuk Majukan Bangsa

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan makna peringatan Hari Pahlawan di masa kini adalah untuk memajukan bangsa melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan persatuan masyarakat Indonesia.

"Kepahlawanan masa lalu ialah membebaskan bangsa ini dari penjajahan, kepahlawanan pada dewasa ini ialah memajukan bangsa ini, meningkatkan kecerdasan, pendidikan, kemakmuran dan keadilannya," kata Wapres JK, saat menghadiri acara Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI), di Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Sabtu (10/11).

Upaya untuk mencapai kemajuan bangsa tersebut, lanjut Wapres JK, dimulai dari semangat para pemuda, khususnya mahasiswa, seperti yang dilakukan pejuang pada tahun 1945."Saudara-saudara sekalian dari universitas dan perguruan tinggi tentu di kampus tujuannya adalah meningkatkan martabat bangsa lewat pendidikan, lewat ilmu pengetahuan dan juga tentu kebersamaan kita semuanya," kata Wapres JK, di hadapan puluhan pengurus masjid kampus dari universitas negeri di Indonesia.

Semangat para pahlawan pada saat pertempuran 10 November 1945 juga menggunakan semangat yang sama bagi umat Islam untuk melakukan ibadah.”Peristiwa bersejarah Pertempuran Surabaya tersebut salah satunya digerakkan dengan menggunakan kalimat takbir "Allahu Akbar" untuk melawan penjajah,” kata Wapres.

"Salah satu simbol dari 10 November itu ialah menggerakkan masyarakat dengan 'Allahu Akbar', sama dengan takbir kita, selalu shalat dengan Allahu Akbar dimulainya. Jadi semangat itu sama dengan semangat orang melaksanakan kewajiban shalatnya," tambah Wapres.

Selain para pemuda dan mahasiswa, peristiwa Pertempuran Surabaya juga melibatkan para santri yang digerakkan oleh beberapa tokoh agama seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahab Hasbullah. Karena itu sebagai pemuda masjid, Wapres mengingatkan kepada para mahasiswa anggota AMKI untuk dapat menjaga keberadaan masjid kampus yang tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Ant

BERITA TERKAIT

Rp1,1 Triliun Digelontorkan Untuk Revitalisasi 1.037 Pasar

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk melakukan revitalisasi 1.037 pada 2019. "Total Rp1,1 triliun anggaran…

Sektor Pangan - CIPS Sarankan Bulog untuk Tinjau Ulang Skema Penyerapan Beras

NERACA Jakarta – Bulog perlu meninjau ulang skema penyerapan beras yang selama ini dilakukan. Ditemukannya beras busuk di Sumatra Selatan…

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat NERACA Malang - Menteri LHK Siti Nurbaya menilai, yang dimaksud…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Warga Batangtoru: Percayakan Keselamatan Orangutan Kepada Kami, Mereka Keluarga Kami Ratusan Tahun

Warga Batangtoru: Percayakan Keselamatan Orangutan Kepada Kami, Mereka Keluarga Kami Ratusan Tahun NERACA Medan – Masyarakat di sekitar lokasi pembangunan…

Penetapan Status Siaga Karhutla di Riau Dinilai Tepat

Penetapan Status Siaga Karhutla di Riau Dinilai Tepat NERACA Jakarta - Provinsi Riau menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan…

Ombudsman: TNI Masuk Jabatan Sipil Berpotensi Maladministrasi

Ombudsman: TNI Masuk Jabatan Sipil Berpotensi Maladministrasi NERACA Jakarta - Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu menilai salah satu arah baru…