UI Dukung Depok Kota Layak Anak

UI Dukung Depok Kota Layak Anak

NERACA

Jakarta - Universitas Indonesia (UI) melalui program hibah pengabdian masyarakat mendukung Kota Depok menjadi Kota Layak Anak dengan berupaya memperkuat penerapan kawasan tanpa rokok.

"Kegiatan ini bertujuan mendorong keterlibatan pemangku kepentingan dalam menciptakan Kota Depok Ramah Anak dengan memperkuat pelaksanaan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok," kata Ketua Tim Pengabdi UI Krisna Puji Rahmayanti melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (9/11).

Pengajar Fakultas Ilmu Administrasi UI itu, mengatakan penerapan kawasan tanpa rokok merupakan salah satu indikator Kota Layak Anak. Program pengabdian masyarakat tersebut melibatkan masyarakat, perangkat sekolah, dan kelurahan dalam diskusi aktif yang diadakan pada 12 Mei 2018 dan 23 Oktober 2018 di Kelurahan Tapos, Kota Depok.

"Tim pengabdi mengajak masyarakat, perangkat sekolah, dan kelurahan tentang kawasan tanpa rokok dan bahaya merokok. Diskusi tersebut menangkap kegelisahan masyarakat karena ada anggota keluarga mereka sulit berhenti merokok," kata Krisna.

Peserta diskusi mengakui dampak merokok secara langsung yang membuat uang belanja berkurang dan anak kurang berprestasi. Beberapa masukan yang disampaikan melalui surat menyampaikan harga rokok perlu dibuat mahal sehingga keluarga mereka lebih memilih membeli makanan sehat daripada rokok.

"Diskusi kedua menghasilkan kesepakatan tindak lanjut kegiatan, seperti kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda agar dapat belajar tentang bahaya rokok," ujar dia.

Krisna mengatakan Kota Depok telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Emil Salim mengatakan pengawasan pelaksanaan kawasan tanpa rokok diperlukan untuk melindungi anak dari bahaya nikotin."Nikotin merusak otak anak sehingga kualitas intelektualnya menurun yang akan merugikan anak itu sendiri dan bangsa," tutur dia.

Laporan Epidemi Global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2017 menyatakan prevalensi perokok Indonesia cukup tinggi, yaitu laki-laki dewasa 64,9 persen, perempuan dewasa 2,1 persen, dan remaja 12,7 persen. Ant

BERITA TERKAIT

Lewat Tol Trans Jawa, Angkutan Logistik Layak Disubsidi

  NERACA Jakarta - Tarif angkutan logistik tertentu di jalan tol, khususnya Tol Trans Jawa dinilai layak disubsidi sebagai solusi…

BPKP Targetkan Audit Enam OPD Terbesar APBD 2018 Kota Depok - Selain ‎Audit Dana Bansos dan Hibah

‎BPKP Targetkan Audit Enam OPD Terbesar APBD 2018 Kota Depok Selain ‎Audit Dana Bansos dan Hibah NERACA Depok - ‎Badan…

Chandra Asri Petrochemical Dukung Penerapan Aspal Plastik di Cilegon

Chandra Asri Petrochemical Dukung Penerapan Aspal Plastik di Cilegon NERACA Jakarta – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), perusahaan petrokimia…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

#DengarYangMuda Tekankan Gaya Hidup Sehat untuk Generasi Muda

#DengarYangMuda Tekankan Gaya Hidup Sehat untuk Generasi Muda NERACA  Jakarta – Founder #DengarYangMuda Diaz Hendropriyono kembali menyelenggarakan talkshow #DengarYangMuda di…

Pemkot Sukabumi Terus Telusuri KTMDU PKB

Pemkot Sukabumi Terus Telusuri KTMDU PKB NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) setempat,…

BPR Kuningan Terbaik dari 95 BPR/BPRS se-Indonesia - Dibawah Pimpinan Litawati

BPR Kuningan Terbaik dari 95 BPR/BPRS se-Indonesia Dibawah Pimpinan Litawati NERACA Kuningan – Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR)…