Pasokan Pangan jadi Kunci Keberhasilan Jaga Inflasi

NERACA

Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus melakukan upaya-upaya menjaga angka inflasi agar sesuai target. Pada tahun 2018 dan 2019 Pemerintah menetapkan target angka inflasi 3,5% +/- 1%. Kemudian pada 2020-2021 angka inflasi ditargetkan lebih rendah menjadi 3%±1%. Salah satunya upayanya dengan mengawasi ketersediaan dan pergerakan harga-harga bahan pangan.

Setelah melakukan pengecekan ketersediaan beras di Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC) bersama Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Direktur Utama (Dirut) Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya sebagai pengelola PIBC pekan lalu, pemerintah memastikan pasokan beras mencukupi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Trisno Nugroho memberikan gambaran, stok yang mencukupi telah berhasil menekan inflasi pangan dalam 2-3 tahun terakhir. Pada tahun 2010 untuk volatile food atau pangan tercatat cukup tinggi mencapai 10%. Namun pada 2017 berhasil ditekan hingga 1,29%, dan harga pangan stabil selama 3 tahun berturut-turut.

“Lebaran 2 tahun terakhir juga sangat stabil, Oktober kemarin bahkan pangan deflasi. Beras, daging ayam ras, telur semua deflasi. Pangan tidak ada masalah di tahun2 ini,” ujar Trisno, seperti dikutip dalam keterangannya, akhir pekan kemarin. Jika hingga Desember pasokan bahan pangan dari pertanian terus terjaga seperti yang dijanjikan Mentan, Trisno optimistis inflasi akan terkendali hingga akhir tahun ini.

“Ini rekor, baik sekali. Di DKI Jakarta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) nya melihat bahwa 2-3 tahun terakhir pangan nggak ada masalah”, kata Trisno yakin. Selain beras, Mentan Amran Sulaiman menyampaikan hasil pantauannya terhadap harga bahan pangan pokok lainnya juga stabil. Sehingga menurutnya tak ada alasan harga naik.

“Maaf jangan lagi di bawa ke ranah politik. Ini pangan kita stabil harga ayam hanya Rp 27 ribu per kg, telur Rp 22ribu per kg, kami cek langsung dengan tim lengkap. Kemudian masalah beras, suplai cukup ada dari 50 ribu ton stok di PIBC, stok Bulog 2,7 jt ton. Nanti Januari sudah panen lagi. Jadi tidak ada alasan harga naik”, tegas Amran.

Beberapa waktu lalu Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan langkah-langkah yang menjadi pilar strategi untuk menjaga inflasi volatile food, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif. "Langkah-langkah strategis yang disepakati antara lain memfokuskan pengendalian inflasi sampai dengan akhir tahun 2018 pada kecukupan pasokan pangan strategis untuk mengendalikan inflasi volatile food sebesar 4%-5%, antara lain melalui penguatan posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” kata Perry, beberapa waktu lalu.

Guru Besar Ekonomi Pertanian IPB Muhammad Firdaus menilai, selain memberi kontribusi atas upaya pemerintah menjaga laju inflasi, sektor pertanian juga berhasil memperbaiki Nilai Tukar Petani (NTP). Ia mengutip data BPS pada Agustus 2018, yang mencatat peningkatan NTP sebesar 0,89 persen. Menurutnya NTP langsung berhubungan pada hasil kinerja sektor pertanian, dan tidak terkait dengan bidang apapun.

"Sebetulnya NTP itu memang hanya mengacu langsung pada sektor pertanian itu sendiri. Jadi ada kenaikan NTP sesuatu yang bagus. Jadi kalau misalnya naik dan terus menerus ya bagus," ujar Firdaus. Kendati demikian, Firdaus mengingatkan capaian NTP perlu terus didorong sehingga mampu mencapai angka maksimal yang bisa diwujudkan.

BERITA TERKAIT

Sektor Pangan - Produksi dan Suplai Terbatas Bakal Memicu Kenaikan Harga Cabai

NERACA Jakarta – Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Rusli Abdullah mengatakan salah satu alasan kenaikan…

Kualitas SDM Jadi Kunci Memasuki Era Industri 4.0

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, peningkatan kualitas SDM juga erat kaitannya dengan kesiapan memasuki era industri 4.0,…

DPR Minta Tak Ada Lagi Calon Tunggal Pimpinan BI - JAGA INDEPENDENSI

NERACA Jakarta - Komisi XI DPR-RI akan mengirimkan surat kepada pimpinan DPR-RI untuk meminta pemerintah tidak lagi mengajukan calon tunggal…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sentry Safe Hadirkan Brankas dengan Proteksi terhadap Kebakaran dan Banjir

  NERACA Jakarta – Brankas biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting ataupun barang-barang berharga. Oleh karena itu Sentry Safe mengeluarkan…

SKK Migas Inginkan Penyebaran Informasi Kontribusi Hulu Migas Di Daerah

NERACA Balikpapan - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…