DPR Apresiasi Kinerja Pengembangan Budidaya Laut Oleh KKP

NERACA

Batam - Komisi IV DPR RI menyampaikan apresiasinya atas kinerja pengembangan budidaya laut oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dinilai cukup memuaskan, saat meninjau langsung Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam. Ungkapan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, saat memimpin kunjungan kerja dalam rangka reses komisi IV ke Provinsi Kepulauan Riau (1-2/11). Turut mendampingi kunjungan tersebut, jajaran KKP yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, juga para pejabat dari Kementerian Pertanian, Bulog dan pemerintah Provinsi Kepaulauan Riau.

“Apresiasi saya, mewakili rekan-rekan Komisi IV DPR RI atas kinerja dan peran balai (BPBL Batam-Red) dalam membimbing, mendidik dan mendampingi para pembudidaya ikan khususnya ikan laut, tidak hanya bagi pembudidaya di Batam, tapi juga mencakup wilayah yang cukup luas yaitu pembudidaya di Sumatera” ungkap Daniel.

“Saya mendapatkan konfirmasi langsung bahwa balai ini mampu menyediakan berbagai benih ikan laut unggul seperti bawal bintang, kakap putih dan bahkan kerapu yang indukannya saja mencapai berat 125 kg” lanjut Daniel merujuk salah satu induk ikan kerapu kertang untuk menghasilkan benih kerapu berkualitas yang dimiliki BPBL Batam.

Kunjungan kerja ini sendiri diawali dengan temu wicara dan penyerahan bantuan berupa 40.500 ekor benih ikan bawal bintang, 51.000 ekor benih kakap putih dan 100 kg bibit rumput laut kepada 7 (tujuh) kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) dari Kota Batam, Kabupaten Bintan dan Karimun. Selanjutnya rombongan melakukan panen 231 kg ikan bawal bintang di KJA pembesaran BPBL Batam.

"Benih ikan bawal bintang yang dipanen ini ukurannya 4-5 cm, setelah dipelihara selama 6-7 bulan ukurannya mampu mencapai sekitar 450-500 gram per ekor. Setahun bisa 2 kali panen", ungkap Toha Tusihadi, Kepala BPBL Batam saat memberikan keterangan di sela-sela panen.

Toha menambahkan secara itung-itungan bisnis, budidaya bawal bintang ini sangat menguntungkan, dengan harga rata rata Rp. 90.000,- per kilogram dan modal kerja untuk benih, pakan, obat-obatan, listrik dan tenaga kerja sebesar Rp. 58.000 per kg, maka keuntungan yang dapat diraup setidaknya Rp. 32.000,- per kg. "Pasar bawal bintang sendiri sangat menjanjikan, untuk lokal kota batam saja setidaknya membutuhakn 600 kg – 2 ton per bulan", imbuhnya.

Di sela-sela panen, Wakil ketua komisi IV, Daniel Johan menyatakan puas dengan keberhasilan program kegiatan budidaya laut yang dilakukan BPBL Batam bersama-sama masyarakat pembudidaya. Ia menyampaikan bahwa program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan dan gizi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan secara nasional akan terus didukung oleh DPR RI khususnya Komisi IV.

“Kita bisa lihat di panen tadi, budidaya ikan bawal bintang ini sangat menjanjikan. Itung-itungan bisnisnya juga sangat memuaskan. kami akan terus dorong dan dukung Pemerintah untuk program yang betul-betul berdampak bagi kesejahteraan pembudidaya ikan. Dengan begitu kami yakin sektor perikanan dapat menjadi tulang punggung perekonomian bangsa", ungkap anggota DPR asal Kalimantan Barat ini.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Slamet Soebjakto mengucapkan terima kasih atas dukungan Komisi IV DPR RI terhadap program-program yang dilaksanakan KKP termasuk dalam pengembangan budidaya laut dan memastikan bahwa program tersebut dapat langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

“Kami menyadari bahwa kesuksesan program ini tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk Komisi IV DPR RI sebagai mitra kerja KKP. Terima kasih atas dukungannya” ungkapnya.

Terkait pengembangan komoditas budidaya laut, ia mengingatkan bahwa saat ini pasar baik lokal maupun ekspor terbuka bagi berbagai komoditas dan tidak hanya terpaku pada 1 (satu) jenis saja.

“Saat ini KKP terus mendorong pembudidaya untuk mengembangkan berbagai jenis ikan laut seperti bawal bintang dan kakap putih. Jenis- jenis ikan ini sangat menguntungkan, tidak hanya ikan kerapu yang selama ini sudah berkembang di masyarakat,” lanjutnya.

Pernyataan Slamet tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai informasi, di pasar lokal Kota Batam saja, saat ini kebutuhan ikan bawal bintang dan kakap putih tidak kalah banyak dibanding ikan kerapu. Kebutuhan per bulan untuk bawal bintang setidaknya 600 kg – 2 ton dan kakap putih sebanyak 500 kg – 1 ton, tidak jauh berbeda dibanding kebutuhan ikan kerapu yaitu 500 kg – 1 ton. Harganya pun lebih bersaing dan waktu pemeliharaan lebih singkat, untuk bawal bintang Rp. 90.000,- per kg dan kakap putih Rp. 100.000,- per kg dengan masa pemeliharaan masing-masing 6-7 bulan dan 7-8 bulan.

BERITA TERKAIT

Ombudsman RI Apresiasi Kebijakan "Eco Friendly” Gubernur Bali

Ombudsman RI Apresiasi Kebijakan "Eco Friendly” Gubernur Bali NERACA Denpasar - Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih mengapresiasi kebijakan "Eco Friendly"…

Kemenkeu Siapkan Strategi Pengembangan Unicorn

Jakarta-Kementerian Keuangan diketahui telah menyiapkan strategi untuk mendukung pengembangan unicorn di dalam negeri. Respon program pengembangan unicorn ini merupakan salah…

Migas Penyebab Turunnya Kinerja Ekspor Januari

NERACA Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan penurunan ekspor Januari 2019 dibanding Desember 2018 disebabkan oleh turunnya…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Dunia Usaha - Kemenperin: Industri Makanan dan Minuman Jadi Sektor Kampiun

NERACA Jakarta – Industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor manufaktur andalan dalam memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi…

Pemerintah Terus Pacu Industri Pengolahan Kopi

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambut baik adanya upaya industri makanan dan minuman di Indonesia yang terus meningkatkan…

Industri Kaca Lembaran Tambah Kapasitas Jadi 1,34 Juta Ton

  NERACA Jakarta – Industri kaca lembaran mengalami peningkatan kapasitas produksi seiring adanya perluasan usaha dari salah satu produsen guna…