SMI Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 8,7% - Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

NERACA

Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai pembiayaan infrastruktur, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero/SMI) berencana menerbitkan obligasi dengan jumlah pokok Rp 1,5 triliun yang merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan I SMI tahap III tahun 2018. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, nilai emisi Rp 828,25 miliar diterbitkan tanpa warkat dengan kesanggupan penuh (full commitment) yang terdiri atas dua seri. Seri pertama memiliki jumlah pokok senilai Rp 635 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,2% per tahun dan jatuh tempo 370 hari kalender yakni hingga 14 Desember 2019. Sedangkan untuk seri B senilai Rp 193,25 miliar dengan kupon 8,7% per tahun serta memiliki tenor selama 3 tahun hingga 4 Desember 2021.

Sementara sisanya yakni Rp 671,75 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). Sehingga apabila jumlah dalam penjaminan kesanggupan terbaik (best effort) tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka sisa yang tidak terjual tersebut tidak wajib untuk diterbitkan. Nantinya SMI akan memakai dana hasil penerbitan obligasi tersbeut untuk kegiatan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur.

Sedangkan pemesanan pembelian obligasi harus dilakukan dalam jumlah sebesar Rp 5 juta atau kelipatannya. Sedangkan masa penawaran umum dilakukan pada 23-29 November 2018. Sementara itu, tanggal pencatatan obligasi pada BEI akan dilakukan pada 5 Desember 2018, serta menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT CGS CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek obligasi ini.

Asal tahu saja, penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) I SMI dengan target dana Rp 30 triliun. Hingga saat ini obligasi yang telah diterbitkan senilai Rp 12 triliun. Tahun ini, SMI menargetkan outstanding pembiayaan infrastruktur tumbuh sebesar 28,6% dari Rp36,6 triliun di tahun 2017 menjadi Rp47,1 triliun di 2018. Sementara untuk target komitmen diproyeksikan meningkat sebesar 22,4% dari Rp64,3 triliun di tahun 2017 menjadi Rp78,7 triliun.

Tercatat hingga bulan Juni 2018, komitmen pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur telah menembus angka Rp 77 triliun. Angka ini meningkat dari pencapaian bulan April lalu sebesar Rp 70,29 triliun. Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini pernah mengatakan, pembiayaan yang sudah ditarik baru sekitar Rp 35 triliun dari total komitmen pembiayaan. “Mayoritas pembiayaan ada pada transportasi dan kelistrikan serta toll road karena masih gencar. Sejauh ini masih on track namun ada sedikit keterlambatan proyek karena beberapa faktor di lapangan seperti cuaca,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Mitsubishi Motors Perluas Jaringan Layanan Hingga Kota Terkecil di Indonesia

Mitsubishi Motors Perluas Jaringan Layanan Hingga Kota Terkecil di Indonesia NERACA Mojokerto – Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,74% pada periode…

PNM Diusulkan Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun dari PMN - RAPBN 2020

PNM Diusulkan Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun dari PMN RAPBN 2020 NERACA Bukittinggi – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)…

Alokasikan Dana Rp 1,2 Triliun - Tower Bersama Buyback 110,94 Juta Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, beberapa perusahaan masih mengandalkan aksi korporasi buyback saham. Hal inilah yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Libur Sekolah dan Lebaran - Laba Bersih ROTI Melesat Tajam 153,82%

NERACA Jakarta – Emiten produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan…

Benahi Fundamental Bisnis - KS Rencanakan Tiga Anak Usahanya Go Public

NERACA Jakarta – Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal atau go public cukup besar, namun sayangnya dari sekian…

Permintaan Obligasi Indosat Capai 1,7 Kali

NERACA Jakarta  -Aksi korporasi PT Indosat Tbk (ISAT) menerbitkan surat utang senilai total Rp 3,38 triliun yang terdiri dari obligasi…