MPMX Hentikan Jualan Nisan dan Datsun

Di balik tren pertumbuhan otomotif dalam negeri, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) lewat anak usahanya bersama PT Nissan Motor Distribusi justru tidak lagi melanjutkan kerjasama distribusi kendaraan bermerek Nissan dan Datsun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

F. Bernadeth Conny P, Sekretaris Perusahaan Mitra Pinasthika Mustika menuturkan, dengan mengakhiri dealer agreement Nissan Datsun tersebut, maka MPMX tidak lagi menjadi salah satu diler resmi atas penjualan ritel produk kendaraan bermotor merek Nissan dan Datsun. Perseroan juga tidak lagi menjadi penyalur resmi jasa servis atau layanan purna jual dari produk kendaraan bermotor atau roda empat merek Nissan dan Datsun.

Disampaikannya, terkait pelepasan bisnis diler Nissan dan Datsun tersebut, perseroan menyampaikan tidak ada dampak material atas kejadian, informasi, atau fakta trsebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan. Asal tahu saja, perseroan telah menandatangani perjanjian pelepasan dan penyelesaian bersama tertanggal 5 November 2018 dengan Nissan Motor. Kesepakatan itu untuk mengakhiridealer sales and service agreementtertanggal 23 Agustus 2013 dan perjanjian Dealer Datsun tertanggal 13 Mei 2014.

BERITA TERKAIT

Menteri Perhubungan - Mudik Harus Berjalan Lancar dan Aman

Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan Mudik Harus Berjalan Lancar dan Aman Bandarlampung - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan…

Perkuat Modal Ekspansi Bisnis - Estika Tata Tiara Bakal Rilis Obligasi dan Sukuk

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) atau perusahaan pengolahan daging yang lebih dikenal produk…

Teknologi dan Industri di Satu Sistem

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri Teknologi dan Industri dalam kesehariannya adalah kosakata netral. Tetapi begitu saling bersenyawa menyatu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…