DPR Didesak Bentuk Pansus IPO BUMN

Sebagai bentuk pengawasan terhadap perusahaan BUMN yang bakal IPO, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diminta mengawasi pelaksaan initial public offering (IPO) terhadap tiga hingga lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tahun ini.

Kata Ketua Bidang Pengawasan BUMN dari Satuan Kerja Anti Korupsi (SKAK) Azhari Mayva, pembentukan panitia khusus IPO BUMN dinilai perlu untuk mengawasai pelaksanaan IPO,”Pansus dibentuk supaya tidak terulang kejadian seperti pada IPO PT Krakatau Steel yang merugikan negara sebear Rp 1,34 triliun," katanya di Jakarta, Senin (5/3).

Dia menuturkan, dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan IPO terhadap tiga sampai lima perusahaan BUMN diantaranya PT Semen Batu Raja, PT Waskita Karya dan PT Hutama Karya. Bahkan dua lainnnya adalah perusahaan industri strategis dan anak perusahaan PT Pertamina.

Oleh karena itu, dirinya meminta pula untuk segera mengevaluasi semua UU yang berkaitan dengan pengelolaan kekayaan negara dan perekonomian. Hal itu untuk memastikan seluruh UU tersebut telah sesuai dengan konstitusi negara, termasuk RUU industri strategis yang saat ini sedang dalam tahap pembahasan dengan komisi 1 DPR RI.

Sementara Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) Ekki Agustyoso mengingatkan semua komponen, terutama KPK agar mulai fokus pada tindak pidana korupsi di sektor penerimaan anggaran yaitu penerimaan dari pajak maupun non-pajak, termasuk pelepasan aset milik negara.

Menurutnya, korupsi pada sektor penerimaan anggaran umumnya berupa kolusi nilai pajak, manipulasi data, perijinan, dan lain-lain. Praktik korupsi dilakukan dengan penyalahgunaan wewenang, kebijakan yang kolutif, dan tumpang tindih antar sektor usaha yang tidak pernah diselesaikan.

ILUNI juga menyoroti pelepasan aset negara pada BUMN sektor strategis yang dilaksanakan secara ugal-ugalan. Praktik-praktik itu membuat harga BUMN ditawarkan murah sehingga menimbulkan kerugian pada negara. Contohnya adalah IPO pada PT Krakatau steel dan PT Garuda Indonesia Airlines. (bani)

Related posts