Tutupi Modal, Perumnas Berencana Terbitkan Obligasi

PT Perumnas (Persero) berencana untuk menerbitkan surat utang (obligasi). Kini rencana tersebut sudah pada tahap meminta lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings untuk melakukan pemeringkatan terhadap perusahaan, yang diharapkan hasilnya keluar pada tahun ini.

Direktur Utama PT Perumnas Himawan Arief menuturkan, perusahaannya akan menerbitkan surat utang (obligasi), “Diharapkan dengan meraih peringkat dari Fitch Rating bisa mendongkrak penjualan obligasi perseroan,”katanya di Jakarta, Senin (5/3).

Sebagaimana diketahui, pada tahun ini Perumnas membutuhkan dana tambahan berkisar Rp 400 miliar - Rp 500 miliar. Dana ini untuk investasi seperti tanah, modal kerja dan memperbaiki banyak hal.

Kata Himawan, saat ini perusahaan pun masih memiliki plafon perbankan sebesar Rp 450 miliar. Plafon pembiayaan perbankan tersebut menurut dia dapat dipergunakan untuk melunasi utang (refinancing) surat utang jangka menengah (MTN). "Kita juga tengah mencari pembiayaan dengan tenor yang lebih panjang. Ini karena perusahaan berbisnis perumahan sehingga membutuhkan pembiayaan jangka panjang," tuturnya.

Selain itu, menurut Himawan, pihaknya pun tengah meminta agar utang RDI/SLA perseroan tersebut senilai Rp 350 miliar dapat menjadi penyertaan modal negara (PMN). Saat ini, perusahaan tengah melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan. "Dengan di-PMN-kan. Ekuitas kami akan semakin bagus. Saat ini total aset kami (unaudited) 2011 sekitar Rp 2,3 triliun dengan ekuitas Rp 800 miliar dan laba sekitar Rp 100 miliar,"ujarnya.

Asal tahu saja, perseroan menargetkan penjualan tahun ini mencapai Rp1,25 triliun, meningkat 25% dibandingkan dengan raihan tahun lalu yang diproyeksikan sebesar Rp1 triliun. Pertumbuhan penjualan ini disokong oleh membaiknya industri properti dalam negeri dan proyek perumahan dari pemerintah. Disamping itu, tahun 2012, perseroan menargetkan pembangunan rumah murah sebanyak 36.000 unit. (bani)

Related posts