PP Properti Kuras Dana Rp 40,83 Miliar - Akuisisi Grahaprima Realtindo

NERACA

Jakarta – Dalam rangka pengembangan bisnis, PT PP Properti Tbk (PPRO) pada tanggal 2 November 2018 melakukan pengambilalihan 100% saham PT Grahaprima Realtindo. Pada aksi korporasi tersebut, perusahaan mengambil setara 11 ribu saham senilai Rp 40,83 miliar.

Indaryanto, Sekretaris Perusahaan PPRO dalams siaran persnya di Jakarta, kemarin menyampaikan, akuisisi tersebut dilakukan menggunakan kas ineternal. Dampak dari transaksi tersebut akan memperluas pengembangan bisnis PPRO dibidang residensial. "Tujuan pengambilalihan untuk melakukan pembangunan dan pengembangan apartement di Yogyakarta," ujarnya.

Sebelumnya, pada tanggal 20 September 2018 perusahaan juga melakukan 70% penyertaan saham pada PT Limasland Realty Cilegon. Perusahaan menggelontorkan dana Rp 31,5 miliar yang bertujuan untuk pembangunan dan pengembangan apartemen di Cilegon. Pada kuartal tiga 2018, PT PP Properti Tbk berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 11,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan tercatat mengantongi laba bersih Rp 305,8 miliar. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu mereka hanya membukan net profit Rp 274,9 miliar. Walaupun laba bersih tumbuh lebih baik, namun pendapatan PPRO sebetulnya hanya naik 1,7% dari Rp 1,79 triliun menjadi Rp 1,82 triliun. Laba bersih perusahaan disokong dengan adanya pendapatan lain-lain yang dibukukan anak usaha PTPP ini sebesar Rp 35,6 miliar, naik dari Rp 13,9 miliar pada kuartal III tahun lalu.

Pendapatan PPRO berasal dari penjualan apartemen sebesar Rp 1,69 triliun dan pendapatan berulang atau recurring income sebesar Rp 124,4 miliar. Pendapatan penjualan apartemen perseroan tersebut masih 0,5% dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan recurring income tersebut mengalami kenaikan signifikan yakni 40,4%.

Pendapatan berulang PPRO menyumbang porsi 6,8% terhadap total pendapatan perusahaan. Kontribusi tersebut meningkat dari kuartal III 217 yang hanya menyumbang 4,9%. Pendapatan berulang tersebut berasal dari hotel yang tumbuh dari Rp 73 miliar menjadi Rp 78,8 miliar, pendapatn service charge naik dari Rp 7,2 miliar menjadi Rp 38,7 miliar dan pendapatan sewa turun dari Rp 8,3 miliar menjadi Rp 6,8 miliar.

BERITA TERKAIT

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar - INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan…

2019, Dana Bergulir Pola Syariah Bisa Langsung Diakses UMKM

2019, Dana Bergulir Pola Syariah Bisa Langsung Diakses UMKM NERACA Jakarta - Skim pembiayaan syariah dana bergulir segera bisa diakses…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…