Mahaka Media Catatkan Rugi Rp 6,90 Miliar - Kinerja Penjualan Merosot

NERACA

Jakarta - PT Mahaka Media Tbk (ABBA) masih mengalami tekanan kinerja hingga kuartal III-2018. Dimana perusahaan masih mengalami penurunan penjualan bersih dan rugi tahun berjalan yang semakin besar. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 152,61 miliar. Jumlah tersebut turun 21,55% dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 194,54 miliar.

Sirkulasi dan iklan surat kabar masih menjadi kontributor utama sebesar Rp 65,75 miliar, disusul penyiaran televisi, event organizer, media buying, media luar ruang, penjualan majalah dan iklan majalah serta sewa. Perusahaan berhasil menekan beban pokok penjualan dari Rp 88,86 miliar menjadi Rp 71,69 miliar di kuartal III-2018.

Namun penurunan penjualan membuat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk alias rugi bersih Mahaka Media membengkak menjadi Rp 6,90 miliar. Padahal, di kuartal III-2017 Mahaka Media hanya mencatatkan rugi bersih Rp 350,19 juta. Penurunan kinerja ABBA juga terjadi pada semester pertama tahun 2018 dengan mencatatkan rugi bersih Rp 7,32 miliar. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,12 miliar.

Perseroan menjelaskan, kenaikan rugi disebabkan adanya penurunan dari sisi penjualan bersih perusahaan. Tercatat penjualan bersih turun 33,18% yoy menjadi Rp 90,36 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 135,23 miliar. Perseroan menaruh asa di tahun politik bisa mengerek pertumbuhan pendapatan iklan mencapai 10%-20% dibandingkan dengan biasanya. Harapan tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan iklan di beberapa media yang dimiliki perusahaan.

Presiden Direktur PT Mahaka Media Tbk, Adrian Syarkawi pernah bilang, tingkat permintaan iklan ditahun politik meningkat mengingat adanya budget khusus yang disediakan partai dan calon presiden dan wakil presiden untuk kampanye.”Kalau dulu-dulu bisa 10%-15% kenaikan dari reguler, bahkan bisa 20% naiknya tapi kan tergantung pembatasan dari KPU juga," jelasnya.

BERITA TERKAIT

MABA Masih Bukukan Rugi Rp50,64 Miliar

NERACA Jakarta – Perfomance kinerja keuangan emiten properti dan hotel, PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) masih membukukan raport merah.…

Rekind Klarifikasi Terkait Pemberitaan PAU di Media Online

Rekind Klarifikasi Terkait Pemberitaan PAU di Media Online NERACA Jakarta - Menyikapi pemberitaan di media online tentang permasalahan antara PT…

AKIBAT AKSI DEMO 22 MEI 2019 - Aprindo: Pengusaha Mal Rugi Rp1,5 Triliun

Jakarta-Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan, kerugian pusat perbelanjaan atau mal di kawasan Jakarta yang menutup kegiatan operasionalnya karena demo…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…