Ekspor Kakao Asal Sulteng di Pasar Global Tumbuh 154%

Neraca

Jakarta – Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah terus menunjukan tajinya dalam perdagangan kakao di pasar global. Sepanjang bulan Februari lalu, ekspor kakao dari Sulawesi melonjak 154% menjadi 4,827.9 ton. Selama ini, Sulawesi Tengah memang dikenal sebagai daerah produsen kakao terbesar di Indonesia.

Ketua Bidang Budidaya dan Produksi, Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo), Herman Agan menjelaskan, pada bulan sebelumnya realisasi ekspor kakao dari Sulawesi Tengah baru mencapai 1.900 ton. “Kenaikan kinerja ekspor kakao bulan Februari itu didukung oleh kondisi cuaca yang mendukung, sehingga proses pengiriman kakao dari Sulawesi Tengah bisa berjalan normal,”katanya di Jakarta kemarin.

Rupanya, kinerja ekspor kakao di provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Februari ternyata jauh berbeda dengan kinerja ekspor kakao di Sulawesi Tengah. Sekretaris Asosiasi Kakao Indonesia cabang Provinsi Sulawesi Selatan, La Odi Mandong mengatakan, realisasi ekspor kakao Februari di Sulawesi Selatan turun hingga 56%. “Di kawasan Sulawesi Selatan ekspor Kakao sepanjang Februari turun sekitar 56% dibanding bulan Januari,” ujar La Odi.

Menurut La Odi, kinerja ekspor kakao Februari hanya terealisasi sebesar 3.079,8 ton, turun ketimbang kinerja ekspor bulan Januari sebelumnya sebesar 7.004,3 ton. Selanjutnya, Sekretaris Umum ASKINDO, Dakhri Sanusi menyebutkan, kinerja ekspor kakao tahun ini diprediksi naik menjadi 250.000 ton, atau naik dari prediksi realisasi ekspor tahun 2011 sebesar 207.000 ton. Kenaikan ekspor didukung oleh kenaikan produksi bijih kakao di Indonesia. “Produksi kakao tahun ini bisa naik menjadi 550.000 ton dari perkiraan realisasi produksi tahun 2011 sebesar 420.000 ton,” jelas Dakhri.

Sebelumnya, International Cocoa Organization (ICO) memprediksi, Indonesia memiliki potensi kenaikan produksi kakao sebesar 15% sampai 20% tahun ini, dari realisasi produksi tahun lalu sebesar 440.000 ton.

Tercatat volume perdagangan kakao di Jakarta Futures Exchange (JFX) dengan kode CC5 sejumlah 3,069 pada bulan Februari. PT Soegee Futures mencatat jumlah transaksi di JFX dengan volume sejumlah 6120. kemudian PT Overseas Commercial Futures dengan 2 volume dan PT Harvest International Futures mencatat transaksi sejumlah 16 volume.

Sementara itu, di JFX pada perdagangan tanggal 29 Februari, harga kakao pada penutupan pasar mencapai Rp.22330 chg Rp.(380)/kg dan kakao untuk 12 Juli Rp.22490/kgr chg Rp.(410). Selanjutnya, pada perdagangan tanggal 28 Februari tercatat untuk tanggal 12 Mei dengan harga Rp22710 chg Rp. (140)/kg dan untuk tanggal 12 Juli dengan harga Rp22900/kgr chg Rp(20). (yahya)

Related posts