Banyak Sentimen Negatif, IHSG Masih Mencoba Lanjutkan Penguatan

Neraca

Jakarta – Diawal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 19,971 poin (0,49%) ke level 3.984,897. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun tipis 4,612 poin (0,66%) ke level 690,601. Aksi ambil untung pelaku pasar menjadi penghambat penguatan indeks dalam negeri.

Alhasil banyaknya sentimen negatif mulai dari pasar regional hingga global, memaksa indeks akhir pekan ditutup terkoreksi dan transaksi juga sangat sepi dengan nilai transaksi hanya Rp 2,5 triliun. Oleh karena itu, indeks Selasa berikutnya akan bergerak di zona hijau dengan tren penguatan di level 3.984-3.992.

Pada perdagangan kemarin, investor masih lakukan aksi tunggu sehingga transaksi di lantai bursa tidak terlalu ramai. Pasalnya, belum ada sentimen positif yang bisa menjadi katalis. Sentimen yang beredar kebanyakan negatif, mulai dari peringkat utang Yunani yang diturunkan hingga level terendahnya oleh Moody's, melemahnya Wall Street sampai koreksi yang terjadi di bursa-bursa Asia.

Tercatat sebanyak delapan sektor di lantai bursa terkena koreksi, paling dalam dialami oleh indeks sektor industri dasar. Sementara dua sektor masih mampu menguat, yaitu sektor properti dan infrastruktur. Kemudian transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 158,46 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 85.316 kali pada volume 4,648 juta lot saham senilai Rp 2,552 triliun. Sebanyak 74 saham naik, sisanya 158 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 600 ke Rp 13.000, Waran Royal Oak (RODA-W) naik Rp 300 ke Rp 440, Ace Hardware (ACES) naik Rp 175 ke Rp 4.450, dan Tower Bersama (TBIG) naik Rp 75 ke Rp 2.675.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Petrosea (PTRO) turun Rp 900 ke Rp 44.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 43.150, Indomobil (IMAS) turun Rp 600 ke Rp 13.800, dan Hexindo (HEXA) turun Rp 450 ke Rp 10.450.

Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup melemah tipis 16,632 poin (0,42%) ke level 3.988,236. Sementara Indeks LQ 45 menipis 4,334 poin (0,63%) ke level 690,879. Banyaknya sentimen negatif memicu indeks terkoreksi, mulai dari peringkat utang Yunani yang diturunkan hingga level terendahnya oleh Moody's hingga rencana China memangkas pertumbuhan ekonominya menjadi hanya 7,5% tahun ini juga turut menjadi pertimbangan para pelaku pasar. China selama ini selalu menjadi tolak ukur perekonomian Asia.

Hanya saham-saham berbasis properti yang masih bisa menguat. Sementara sembilan sektor lainnya di lantai bursa memerah, dipimpin leh indeks sektor industri dasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 46.098 kali pada volume 2,353 juta lot saham senilai Rp 1,203 triliun. Sebanyak 63 saham naik, sisanya 133 saham turun, dan 110 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 600 ke Rp 13.000, Waran Royal Oak (RODA-W) naik Rp 300 ke Rp 440, Mayora (MYOR) naik Rp 100 ke Rp 15.300, dan J Resources (PSAB) naik Rp 75 ke Rp 4.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 43.200, Petrosea (PTRO) turun Rp 350 ke Rp 44.450, Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 ke Rp 69.700, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 29.550.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka turun 11,65 poin atau 0,29% ke posisi 3.993,21. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,10 poin atau 0,45% ke posisi 692,41 poin. "Bursa Asia pagi dibuka terkoreksi termasuk IHSG memfaktorkan penurunan bursa AS di akhir pekan lalu," kata analis Samuel Sekuritas, Christine Salim.

Dia menambahkan, IHSG terkoreksi setelah sepanjang pekan kemarin telah menguat sekitar 2,8%. Minimnya sentimen positif baru dari bursa global membuat indeks rentan koreksi. Menurutnya, beberapa saham yang telah menguat sepanjang pekan lalu seperti sektor perbankan, konsumer dan grup Astra diperkirakan akan tertekan aksi ambil untung (profit taking) pada pekan ini.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan menambahkan, bursa regional tertekan memberi sentimen negatif pada indeks BEI. Perkembangan seputar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa dapat memberikan sentimen terhadap indeks BEI. "Secara teknikal indeks BEI diperkirakan akan bergerak `mixed` dengan pada kisaran 3980-4040 poin," ujarnya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 206,74 poin (0,96%) ke level 21.355,52, indeks Nikkei-225 turun 21,36 poin (0,22%) ke posisi 9.755,67 dan Straits Times melemah 7,57 poin (0,25%) menjadi 2.985,92. (bani)

Related posts