BNI Syariah Edukasi Perbankan Syariah di 5 Kota - Pacu Literasi Keuangan Milenial

Masih dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda dan hari santri nasional, PT BNI Syariah menggelar kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan dengan menggelar edukasi dan sosialisasi literasi keuangan secara serempak di 5 kota yaitu di pondok pesantren Ummushabri Kendari, pondok pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, pondok pesantren Darel Hikmah Pekanbaru, SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda dan SMA Harapan Mulia Denpasar.

Lewat program BOD Teaching, tahun ini dilakukan bertepatan di bulan Oktober dengan maksud menggemakan semangat Sumpah Pemuda untuk terus berkarya, berkontribusi nyata untuk kemajuan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner untuk terus berupaya hadir sebagai bank yang memberikan manfaat bagi seluruh kalangan, sejak usia muda sampai masa tua bahkan kemanfaatan sampai di akhirat kelak (hasanah way).

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, generasi muda merupakan penerus bangsa dan oleh karena itu harus dipersiapkan menjadi generasi muda yang bermartabat, memiliki akhlak yang baik dan memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengatur keuangannya. Khususnya informasi tentang perbankan syariah sehingga menjadi bekal untuk menentukan perencanaan keuangan yang tepat sesuai syariah.

Sementara perwakilan pimpinan pondok pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, Suraji menyampaikan apresisasi dan terima kasih kepada BNI Syariah yang telah memberikan edukasi sehingga pihaknya mengenal tentang perbankan syariah. “Baik pengurus yayasan, guru dan siswa/i ponpes Asshiddiqiyah juga dapat mengatur perencanaan keuangannya sesuai syariah setelah mendapatkan edukasi perbankan,”ujarnya.

Selain itu, BNI Syariah bekerjasama dengan Yayasan Hasanah Titik memberikan sarana dan prasana penunjang mengajar seperti laptop, buku dan perlengkapan ibadah. BOD Teaching rutin digelar BNI Syariah setiap tahunnya sejak tahun 2016. Asal tahu saja, BOD Teaching merupakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan syariah bagi siswa pelajar SMP, SMA dan pesantren di seluruh Indonesia dengan tujuan memberikan edukasi literasi dalam rangka mendukung sosialisasi keuangan syariah di Indonesia sejalan dengan program yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi syariah.

Kegiatan berupa pengenalan perbankan syariah baik mengenai sistem pengelolaan dana, jenis produk maupun layanannya melalui pemaparan video interaktif, serta permainan edukatif yang dikemas menarik untuk menumbuhkan minat siswa/i tentang bank syariah. OJK menyatakan, pemahaman mengenai keuangan atau literasi keuangan di kalangan generasi muda di Indonesia masih minim.

Menurut anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara, berdasar hasil survei nasional tiga tahunan OJK mengenai literasi dan inklusi keuangan pada 2017, tercatat masih sebagian kecil anak muda yang sudah memiliki pemahaman terkait keuangan.”Hanya 64,2% pelajar atau mahasiswa yang menggunakan produk dan layanan keuangan, namun hanya 23,4% pelajar dan mahasiswa yang telah memiliki pengetahuan, keterampilan, atau keyakinan bahkan sikap maupun perilaku keuangan,"ungkapnya.

Tirta menjelaskan, anak muda saat ini berisiko terkena masalah keuangan sebab kurang dibekali dengan literasi keuangan. Disampaikannya, anak muda yang berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa saat ini cenderung sudah mempunyai akses terhadap produk-produk keuangan yang ditawarkan, namun masih sedikit pemahaman yang mereka miliki."Saat ini produk keuangan bahkan sudah ditawarkan kepada anak-anak muda. Jadi pada masanya mereka sudah mulai bisa membuat keputusan, ini perlu sudah dibekali dengan pengetahuan yang baik," tandasnya.

Untuk itu, guna mendorong literasi keuangan di sejak dini, OJK meluncurkan modul e-Learning atau buku digital mengenai literasi keuangan. Modul ini ditujukan bagi siswa SD dan SMP.

BERITA TERKAIT

Dongkrak Pariwisata, Menggarap Pasar Milenial

Organisasi Pariwisata Dunia di bawah naungaun PBB (UNWTO) mengapresiasi kenaikan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia, yang termasuk dalam kategori tercepat…

Milenial Memburu Objek Wisata Digital

Besarnya gelombang "gangguan" di era milenial ini tidak bisa dipungkiri terus menekan, bahkan menggeser apapun yang dinilai masih konvensional di…

XL Beri Pelatihan Literasi Digital di Lombok Tengah - Tingkatkan Produktivitas UMKM

Dalam rangka memberdayakan serta meningkatkan produktivitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya perempuan dan meningkatkan perekonomian nelayan di…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tingkatkan Produktivitas UMKM - XL Beri Pelatihan Literasi Digital di Lombok Tengah

Dalam rangka memberdayakan serta meningkatkan produktivitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya perempuan dan meningkatkan perekonomian nelayan di…

Program CSR Bukan Hal Mudah Bagi Perusahaan

Dewasa ini kerap digelar acara pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai telah menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate…

Tingkatkan Daya Saing UKM Manufaktur - YDBA Ajak Binaannya Kunjungi GS Battery di Semarang

Dalam rangka meningkatkan wawasan mengenai best practice pengembangan bisnis di bidang manufaktur, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengajak 42 usaha…