Lakukan Gerakan Menanam Pohon di Jakarta Utara - Green Edelweiss Foundation

PT Mustika Ratu sebagai perusahaan terbuka yang bergerak di bidang kosmetika, berusaha peduli terhadap lingkungan.

“Kepedulian tersebut ditunjukkan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang terbuat dari tumbuhan/herbal dan menggunakan bahan yang ramah lingkungan,” kata Asisten Corporate Relation Manager PT Mustika Ratu Tbk, Achmad R. Subing.

“Untuk mewujudkan kegiatan peduli lingkungan tersebut, saya bersama rekan-rekan membentuk yayasan yang diberi nama Green Edelweiss Foundation,” kata Achmad R. Subing, yang juga Executive Director Green Edelweiss Foundation.

Achmad R.Subing yang akrab disapa Ayi itu, mengatakan Tahun 2011 dapat dikatakan sebagai tahun menanam bangsa Indonesia, seluruh masyarakat dari berbagai elemen semua melakukan penanaman pohon.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Kehutanan mengatakan bahwa target menanam 1 Miliar Pohon telah mencapai target bahkan melebihi.

Menurut Ayi, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran masyarakat seperti peran dunia pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi lingkungan, media dan para penggiat lingkungan yang terus menerus melakukan kampanye serta aksi kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan penanaman pohon, ke depannya diharapkan mampu mengisi ruang kosong lahan yang dapat mencegah terjadinya banjir, erosi dan longsor. Selain itu juga pohon dapat menyimpan ketersediaan air, menyerap karbon dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Perubahan iklim (Climate Change) yang menyebabkan terjadi pemanasan global (global warming) ternyata telah menjadi isu bersama masyarakat internasional.

Green Edelweiss Foundation (GEF) bersama Sahabat Edelweiss yaitu, Liza Elly (Puteri Indonesia Lingkungan 2011) dan Reisa Kartikasari (Puteri Indonesia Lingkungan 2010) melakukan kampanye lingkungan kepada ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kotamadya Jakarta Utara di SMAN 15, Sunter Jakarta Utara.

Dengan memanfaatkan momentum 14 Februari sebagai Hari Kasih Sayang, Green Edelweiss Foundation yang bergerak di bidang lingkungan, mengajak para remaja Indonesia untuk mempunyai rasa kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan melalui kampanye bertema “Remaja Berbagi Kasih Untuk Bumi” yang diselenggarakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) 15 Jakarta Utara.

Acara tersebut didukung oleh Ikatan Alumni SMAN 15, OSIS SMA se-kotamadya Jakarta Utara dan sedikitnya 1.000 siswa yang mewakili seluruh siswa dari SMA se-Kotamadya Jakarta Utara dan para guru yang terlibat langsung dalam acara tersebut.

Kehadiran Green Edelweiss Foundation di sekolah tersebut adalah untuk mengkampanyekan program green school kepada remaja sejak dini agar tertanam rasa peduli, cinta dan memelihara lingkungan dimulai dari sekolah dan rumahnya.

“GEF merasa bertanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di Indonesia bahkan dunia,” katanya.

Selain itu juga GEF mengajak para pelajar untuk melakukan perilaku positif dan aktif dengan mengisi kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan.

Bersama Green Edelweiss Foundation (GEF) sebagai organisasi nirlaba yang peduli terhadap lingkungan, Liza Elly dan Reisa Kartikasari yang juga merupakan Sahabat Edelweiss turut bersama mengkampanyekan masalah lingkungan, terutama program green school untuk generasi muda, khususnya di kalangan pelajar.

“Ancaman pemanasan global yang berdampak terjadinya perubahan iklim terhadap bumi sudah menjadi masalah dunia,” katanya.

Di Indonesia sendiri kita sudah mulai merasakannya, seperti terjadinya bencana banjir, cuaca yang berubah secara ekstrem, timbulnya berbagai macam penyakit, sulitnya air bersih dll. Sebagai generasi muda bukan saatnya lagi kita hanya tersenyum dan menanti kerusakan bumi semakin parah.

Perlu upaya-upaya yang proaktif di kalangan masyarakat khususnya para pemuda untuk melakukan pencegahan (mitigasi) untuk membendung dan mencegah pemanasan global tersebut tidak menjadi lebih parah. Semuanya dimulai dari generasi generasi hijau (green generation) dari sekolah-sekolah yang menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan (green lifestyle).

Dengan hadirnya Puteri Indonesia Lingkungan 2011 dan Puteri Indonesia Lingkungan 2010 diharapkan langkah-langkah dalam mengkampanyekan lingkungan menjadi tepat, mengingat citra Puteri Indonesia Lingkungan yang cantik, pintar, berkepribadian akan menjadi contoh bagi masyarakat umum dan generasi muda khususnya.

Pada kampanye Green School tersebut, GEF mensosialisakan beberapa permasalahan pokok kepada siswa-siswa tersebut, di antaranya adalah pengelolaan lingkungan, adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim, Efek Gas Rumah Kaca, hemat energi, hemat air, pembuatan biopori, penghematan penggunaan kertas serta cara hidup yang ramah lingkungan (Green Lifestyle).

Menurut dia, GEF, Sahabat Edelweiss, Puteri Indonesia Lingkungan 2010 bersama ratusan pelajar, melakukan tanam pohon secara simbolis di lingkungan sekolah SMAN 15 Jakarta Utara, dan membagikan 1.000 pohon untuk perwakilan OSIA /siswa SMA se Jakarta Utara .

Tidak hanya di Indonesia, di dunia international pun mengalami hal yang sama, seperti perubahan cuaca yang tidak menentu, naiknya permukaan air laut akibat suhu panas yang mengakibatkan Gunung Es di kutub Utara mencair, timbulnya berbagai macam penyakit serta rusaknya tatanan mata pencarian rakyat dari sektor pertanian dan nelayan.

Banyak dari peneliti mengatakan bahwa kerusakan lingkungan dan perubahan iklim sebagian besar dipengaruhi oleh manusia. Manusia yang memiliki andil besar dengan terjadinya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, seperti pembalakan liar terhadap hutan, explorasi energi fosil yang berlebihan, industri dan pemborosan terhadap sumber energi, dapat dikatakan manusia sudah tidak adil dan ramah terhadap lingkungan.

Pola hidup manusia yang tidak ramah terhadap lingkungan, serta kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan inilah yang melatarbelakangi Green Edelweiss Foundation (GEF) terus melakukan sosialisasi, komunikasi, kampanye dan aksi kepada masayarakat dari berbagai usia dan lapisan guna menginformasikan arti penting lingkungan dan keragamanhayati yang yang terkandung di bumi ini, khususnya Indonesia.

Pola hidup berdampingan yang selaras antara manusia dan lingkungan sekitarnya serta keragamanhayati didalamnya merupakan satu kesatuan berupa rantai kehidupan yang perlu dijaga dan diperlakukan secara adil sehingga rantai tersebut tidak terputus dan menimbukan kerusakan atau bencana di bumi yang kita huni bersama.

Lahirnya Generasi yang tercerahkan Green Edelweiss Foundation (GEF) adalah Foundation atau organisasi yang lahir dan berdiri di Indonesia yang beranggotakan para aktivis lingkungan, penggiat lingkungan, wartawan, selebritis , profesional dan Puteri Indonesia Lingkungan serta Puteri Indonesia yang memiliki idealisme serta visi dan misi yang sejalan dalam menanggapi masalah isu lingkungan baik di Indonesia maupun dunia.

GEF memandang kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia tidaklah dapat diatasi dengan berbagai aktivitas yang instant. Kerusakan yang disebabkan oleh manusia harus diperbaiki oleh manusia itu sendiri secara bersama sama tanpa memiliki unsur kepentingan pribadi atau kelompok melainkan untuk kepentingan bersama yaitu bumi yang hijau (green earth).

Terciptanya bumi yang hijau tidak terlepas dari peran manusia dalam mengelola, menjaga dan melestarikan serta kepedulian terhadap lingkungannya. Di sinilah peran Green Edelweiss Foundation untuk mensosialisakan, mengkampanyekan dan memberikan penyadaran kepada seluruh masyarakat khususnya generasi muda untuk tampil menjadi agen agen pembaharuan dalam lingkungan.

Dari generasi muda tersebut timbullah generasi hijau (green generation) yang akan menyebarkan virus virus dalam pergaulan dan komunitasnya untuk menjaga bumi ini dari kerusakan. Dari generasi hijau inilah akan muncul budaya baru dikalangan generasi muda yaitu budaya dengan pola hidup yang ramah lingkungan (green lifestyle)

Generasi hijau akan membawa suatu pencerahan yang mengubah pola gaya hidup menjadi perilaku yang ramah lingkungan dalam segala aspek kehidupannya. Perilaku sosial yang negatif akan terkikis dengan aktivitas positif, sehingga timbul pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan .

Ayi mengungkapkan bahwa Green Edelweiss Foundation telah melakukan berbagai kegiatan berupa kampanye, sosialisasi, komunikasi, seperti program green school dari tingkat Taman Kanak (TK) sampai dengan perguruan tinggi, sosialisasi kepada ibu rumah tangga untuk memanfaatkan sampah untuk menjadikan kompos serta memanfaatkan sampah non organik menjadi sesuatu yang berguna, merintis pemukiman hijau dengan memanfaatkan lahan kosong.

Juga melakukan kampanye laut bersih dari sampah, mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik dan styrofoam, kampanye green office dengan mengurangi penggunaan kertas, hemat listrik dan air, aksi penanaman pohon, melakukan aksi transplantasi terumbu karang serta melakukan aksi lingkungan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, seperti siswa sekolah, guru, organisasi kepemudaan, politisi, pihak swasta, selebritas dan pemerintah serta mendukung program Taman Keragaman Hayati. (agus/yuan/dbs)

Related posts