Laba Bersih Kobexindo Melesat Tajam 63,47%

NERACA

Jakarta – Pada triwulan tiga 2018, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) perusahaan penyedia alat berat pertambangan serta aneka industri berhasil membukukan lonjakan laba bersih sebesar 63,47% menjadi US$1,86 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yakni US$1,14 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Humas Soputro, Presiden Direktur PT Kobexindo Tractors Tbk, solidnya pertumbuhan laba bersih tidak lepas dari pertumbuhan pendapatan Kobexindo pada triwulan III-2018 yakni sebesar 55,49% atau mencapai US$69,50 juta dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun 2017 sebesar US$44,70 juta. Dengan pencapaian tersebut, lanjutnya, kinerja Kobexindo sudah pada jalur yang tepat dan yakin dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan 40% pada akhir tahun 2018 mendatang.

Pendapatan Kobexindo selaku mitra dan distributor eksklusif untuk alat berat merk Doosan, NHL Terex, Daewoo Truck, Jungheinrich dan Hako di Indonesia bersumber dari empat segmen yakni penjualan alat berat; penjualan suku cadang; jasa perbaikan dan segmen lain-lain yakni pendapatan sewa gedung; dan sewa alat berat. Berdasarkan tingkat pertumbuhan pendapatan per segmen, segmen penyewaan alat berat membukukan pertumbuhan tertinggi yakni 151,24% atau mencapai US$2,34 juta pada triwulan III-2018 dibanding periode yang sama tahun 2017 sejumlah US$933,071.

Adapun segmen dengan tingkat pertumbuhan tertinggi kedua diraih oleh penjualan alat berat yang tumbuh 59,56% menjadi US$58,30 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sejumlah US$36,53 juta. Segmen ini merupakan backbone dari pendapatan perseroan dengan kontribusi terbesar dari excavator Doosan dan dump truck NHL Terex. Kemudian, segmen dengan pertumbuhan tertinggi ketiga adalah jasa perbaikan yang tumbuh 26,87% menjadi US$2,68 juta dan keempat adalah segmen suku cadang sebesar 23,14% atau US$5,63 juta, sedangkan jasa sewa bangunan tumbuh 1% menjadi US$549,833 di triwulan III-2018.

Jika berdasarkan kontribusi segmen terhadap pendapatan konsolidasi, segmen penjualan alat berat menempati peringkat pertama dengan kontribusi sebesar 83,87%, kemudian secara berturut-turut, segmen suku cadang berkontribusi 8,11%, Jasa perbaikan 3,86%, sewa alat berat 3,37% dan sewa bangunan 0,79%. Solidnya pertumbuhan pendapatan tersebut, seiring dengan kenaikan Beban Pokok Pendapatan yang naik 55,85% dari US$36,01 juta menjadi US$56,12 juta sehingga Laba Kotor Perseroan tumbuh 53,97% dari US$8,70 juta pada periode yang sama tahun 2017 menjadi US$13,38 juta.

Pada kuartal III-2018, laba usaha perseroan tumbuh 8,74% dan laba sebelum pajak tercatat tumbuh 68,05% sehingga laba bersih pun tumbuh 63,47%. Pencapaian kinerja keuangan pun mendorong pertumbuhan aset Kobexindo pada triwulan III-2018 sebesar 12,53% menjadi US$100,28 juta dari posisi Desember 2017 sebesar US$89,11 juta (year to date). “Kebangkitan industri pertambangan pada dua tahun terakhir menjadi katalis pertumbuhan Kobexindo dan tren positif ini akan kami maksimalkan”kata Humas Soputro.

BERITA TERKAIT

Bayan Bukukan Laba Bersih Turun 30,85%

NERACA Jakarta – Positifnya harga batu bara di pasar belum memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja PT Bayan Resources Tbk (BYAN).…

Hasil Pilpres Diumumkan, IHSG Melesat Naik

NERACA Jakarta – Pengumuman hasil pemilihan presiden (Pilpres) Selasa (21/5) dini hari oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan menetapkan pasangan…

Laba Bersih KBLI Melesat Tajam 119,51%

NERACA Jakarta – Mengikuti beberapa emiten kabel lainnya yang meraup untung di kuartal pertama tahun ini, PT KMI Wire and…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…