Capai Sejuta Rumah dengan Inovasi Teknologi Digital

Capai Sejuta Rumah dengan Inovasi Teknologi Digital

NERACA

Jakarta - Program satu juta rumah seperti dicanangkan Presiden Joko Widodo diharapkan dapat dicapai antara lain dengan sejumlah langkah inovasi teknologi digital yang sudah dipersiapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"PUPR mendukung disrupsi teknologi di sektor perumahan dalam rangka meningkatkan pelayanan sektor perumahan bisa lebih cepat, lebih baik dan lebih murah," kata Sekjen Kementerian PUPR Anita Firmanti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (25/10).

Menurut dia, disrupsi teknologi diharapkan mendukung pencapaian program satu juta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi secara bertahap kekurangan pasokan rumah di Indonesia.

Salah satu inovasi yang didorong guna mewujudkannya antara lain adalah teknologi informasi yang mendukung efisiensi pasar perumahan seperti berdasarkan informasi pasokan-permintaan perumahan. Selain itu, teknologi digital juga dinilai bisa meningkatkan efisiensi rantai pasok dalam proses pembangunan perumahan.

Pemerintah mengembangkan sistem informasi digital terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang informasi perumahan. Melalui sistem informasi itu diharapkan juga dapat menertibkan penyedia perumahan yang tidak mematuhi aturan serta alat untuk menganalisa fluktuasi harga perumahan.

Kementerian PUPR juga telah melakukan sejumlah upaya lainnya untuk mendorong Program Satu Juta Rumah seperti riset litbang mengenai penggunaan teknologi baru, pengembangan teknologi material, pembiayaan kreatif perumahan seperti kredit mikro, dan Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat).

Pemerintah melalui Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid optimistis bahwa target program Satu Juta Rumah bisa terlampaui."Target kita Insya Allah bisa lewat dari satu juta," kata Khalawi di Jakarta, Senin (22/10).

Menurut dia, program tersebut adalah gerakan agar berbagai pihak terkait dapat bersinergi menyediakan rumah terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Khalawi meyakini bahwa dengan dukungan seperti program Tapera yang rencananya akan diberlakukan, maka pencapaian ini akan lebih cepat. Dirjen Pembiayaan Perumahan memaparkan, Tapera merupakan perangkat untuk mengelola dana masyarakat secara bersama-sama dan saling menolong antarpeserta dalam menyediakan dana jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau bagi peserta.

Sementara itu, pengamat perumahan Ruslan Prijadi menginginkan pemerintah dapat memasukkan anggaran BP Tapera ke dalam APBN, meski disadari bahwa kemampuan APBN terbatas kebutuhan perumahan sangat banyak.

Ruslan yang juga dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI itu mengingatkan sejumlah tantangan yang dihadapi Tapera antara lain dalam hal ketidaksiapan data calon pesertanya, penolakan dari pemberi kerja peserta, kurangnya dukungan dari pemda, serta persoalan tingkat keberhasilan pengerahan dana yang berpotensi rendah. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

Aturan Uang Digital?

Hingga saat ini baik Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlihat belum bersikap tegas terhadap transaksi mata uang…

Bank SulutGo Ekspansi Layanan Digital dengan Korpri

    NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (SulutGo) melakukan ekspansi layanan digital dengan Koperasi…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pemerintah Perlu Awasi Ketat Aplikasi Digital Perhotelan

Pemerintah Perlu Awasi Ketat Aplikasi Digital Perhotelan NERACA Jakarta - Pemerintah perlu mengawasi lebih ketat aplikasi dan platform digital untuk…

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa karakteristik pasar perumahan untuk ekspatriat…

Perlu Adanya Pembenahan Regulasi Perumahan

Perlu Adanya Pembenahan Regulasi Perumahan   NERACA Jakarta - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya), Afifuddin Suhaeli…