Pentingnya Posisi Brace Saat Hadapi Kondisi Darurat Pesawat

Tak ada yang menginginkan terjadinya musibah di atas tengah berada di pesawat terbang. Namun musibah tak dapat diprediksi akurat kapan terjadinya dan di mana pun, termasuk dalam musibah kecelakaan Lion Air JT-610. Musibah datang tiba-tiba. Ketika menghadapi kondisi kritis dan berbahaya di pesawat, para penumpang diharuskan untuk melakukan posisi brace.

Posisi brace adalah posisi di mana Anda harus menekuk punggung dan memosisikan tangan serta kepala menempel pada sandaran kursi di depan Anda. Sedangkan Anda yang berada di kursi paling depan juga harus melakukan posisi ini dengan menundukkan tubuh sampai menempel ke lutut. Sedangkan posisi tangan berada di belakang kepala dikutip dari CNN Indonesia.

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa posisi ini penting dilakukan saat ada prosedur darurat. Apakah posisi ini lantas bisa menyelamatkan nyawa Anda ketika terjadi kondisi darurat? Mengutip Traveller, banyak teori yang bergulir terkait tujuan prosedur ini. Beberapa orang mengatakan bahwa hal ini hanya bertujuan untuk melindungi gigi penumpang, sehingga jika penumpang tak bisa selamat dalam kecelakaan, indentifikasi bisa dilakukan lebih mudah dengan catatan gigi.

Teori mengerikan juga sempat diungkapkan, salah satunya adalah posisi ini bisa dengan mudah mematahkan leher dan meningkatkan risiko kematian. Tujuannya agar maskapai bisa menekan biaya asuransi. Namun semua teori tak berdasar ini dibantah oleh penelitian.

Steve Allright, kaptein training British Airways mengungkapkan bahwa posisi brace ini bisa menyelamatkan nyawa. "Terbang adalah salah satu formasi teraman dalam transportasi. Kebutuhan untuk memakai posisi brace ini sangat jarang. Namun secara umum ini dikenal sebagai teknik penyelamatan."

"Penyempurnaan posisi brace di Inggris diperkenalkan setelah adanya kecelakaan Kegworth tahun 1989. Mereka mempelajari cedera yang dihasilkan dari mereka yang melakukan dan tidak melakukan posisi brace."

Penerbangan lain di Australia juga pernah mengalami kecelakaan. Saat itu pesawat bermesin ganda dengan 16 orang penumpang terjatuh. Sebagian besar tidur saat kecelakaan, kecuali satu orang yang masih bangun dan melakukan posisi brace. Orang ini menjadi satu-satunya orang yang selamat. Penumpang penerbangan US Airways 1549 yang terjatuh di Sungai Hudson juga berhasil selamat karena melakukan posisi ini.

Berbagai uji dan penelitian juga dilakukan, salah satunya oleh Mythbusters Discovery Channel dan Channel 4 2012. Dengan menggunakan crash test dummies dan sensor mereka membuktikan bahwa posisi brace akan meningkatkan peluang untuk menghindari cedera serius saat terjadi kecelakaan.

Channel 4 2012 menyusun tiga boneka dalam pesawat dan disusun dalam berbagai posisi. Satu dalam posisi brace klasik dengan sabuk pengaman yang terikat. Satu boneka dengan sabuk pengaan yang dikencangkan, dan ketika tidak diberikan pengaman.

Peneliti menyimpulkan bahwa boneka dengan posisi brace dan sabuk pengaman terikat adalah yang selamat dalam benturan. Sementara itu boneka dengan sabuk pengaman akan mengalami cedera kepala parah, dan tidak memakai sabuk akan meninggal dunia.

Kenapa brace?

"Untuk melakukan posisi brace, penumpang harus merapatkan kaki dan lutut dan menjejak lantai dengan kuat," kata Allright."Kaki harus bertumpu rata pada telapak kaki. Jika terjadi benturan, posisi ini akan membantu mencegah tulang kering dan patah kaki ke arah depan yang menghalangi evakuasi."

Dia juga mengungkapkan bahwa penumpang harus membungkuk sejauh mungkin. Jika sandaran kursi di depan masih dalam jangkauan. Mereka harus menyandarkan kepala mereka di depan kursi dan tangan di belakang kepala. Tangan harus diletakkan satu sama lain. "Siku harus disisipkan di sisi tubuh. Kepala harus menunduk dalam. Posisi ini akan meminimalkan risiko patah jari dan melindungi kepala dari objek bergerak yang berisiko jatuh."

Di Amerika Serikat, posisi brace sedikit berbeda. Alih-alih memegang kepala, kedua tangan justru harus memegang pergelangan kaki mereka.

BERITA TERKAIT

KONDISI 2018 LEBIH BURUK DIBANDINGKAN SURPLUS 2017 - BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$8,57 Miliar

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan Indonesia (NPI) mengalami defisit hingga US$8,57 miliar sepanjang Januari-Desember 2018. Angka defisit ini…

HIMPUNI Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Hadapi Industri 4.0

Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) siap mendorong tenaga kerja dari para lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan…

PEMERINTAH BERWENANG KENDALIKAN TARIF PESAWAT - JK Khawatir Maskapai Tutup dan Tak Operasi

Jakarta-Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai harga tiket pesawat yang sempat melonjak drastis merupakan hal wajar. Pasalnya, jika harga tak dinaikkan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Menurunkan Tekanan Darah Tanpa Obat

Darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu penyakit yang sering membunuh penderitanya diam-diam. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, sekitar…

Penyebab Utama Terjadinya Cegukan Usai Makan Besar

Salah satu hal yang tak menyenangkan usai makan adalah cegukan. Satu menit pertama Anda bisa bernapas normal, tapi di menit…

Panduan Penggunaan Susu Evaporasi dan Kondensasi

Jika Anda gemar memasak, tentu Anda tak asing lagi dengan produk susu olahan seperti susu evaporasi dan kondensasi. Kedua jenis…