Ada Rencana Tambah Utang Rp50 T - Tutup Defisit

NERACA

Jakarta--Pemerintah memiliki niat kuat akan menambah penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp50 triliun guna menutup defisit yang diperkirakan akan melebar menjadi 2,2 persen dari semula 1,5%. "Maksimum Rp40 triliun-Rp50 triliun itu dalam bentuk SBN baru yang kita akan terbitkan kalau seandainya defisit akan melebar, defisitnya itu mungkin akan berada pada kisaran plus minus 0,2 dari 2,2 persen," kata Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo di Jakarta,4/3

Menurut Agus, SBN yang akan diterbitkan tersebut diupayakan dalam mata uang rupiah. Kendati demikian, mantan dirut PT Bank Mandiri ini belum menegaskan berapa komposisi valuta asing (valas) ataupun rupiah yang dilakukan dengan penerbitan SBN tersebut. "Itu belum diputuskan tapi memang kita lebih mengarah pada rupiah, kita juga jaga bahwa ini adalah satu jumlah yang sustainable karena kita kan tahu bahwa SBN yang juga jatuh waktu yang musti diperpanjang," tambahnya

Lebih jauh kata Agus, pihaknya juga berencana menambah utang pada sejumlah netto secara nasional. "Kalaupun meningkat tidak lebih dari Rp40 triliun-Rp50 triliun," imbuhnya

Sementara itu, Kepala Badan kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bambang PS Brojonegoro memperkirakan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam R-APBNP 2012 akan melemah hingga Rp9.000 per USD. Pada APBN 2012, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipatok Rp8.800 per USD.

Menurut Mantan Dekan FEUI, perubahan nilai tukar rupiah tersebut, mengacu nilai ekspor yang cenderung melambat akhir-akhir ini. "Dari sisi ekonomi kita sendiri kita melihat dengan kurs melemah sekira Rp9.000 per USD akan membantu neraca pembayaran," jelas dia.

Selain itu, perubahan asumsi nilai tukar rupiah tersebut akan didasarkan kondisi pada 2011, kala itu nilai tukar dolar cenderung fluktuatif akibat petrolum Amerika Serikat (minyak) yang membaik sehingga menyebabkan dolar AS mengalami penguatan. "Kita melihat trade balance agak menurun meski masih positif, tapi ekspor melambat. Mudah-mudahan kurs lebih friendly terhadap dunia usaha," papar Bambang.

Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pencapaian ekspor pada Januari 2012 mengalami penurunan sebesar 9,28% dari Desember 2011 dan berada di kisaran USD15,49 miliar.

Pemerintah kembali menggenjot pengumpulan dana lewat penerbitan surat utang untuk menutup defisit anggaran 2012. Hari ini pemerintah telah menjual surat utang Rp 12 triliun.

Sebelumnya, Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan mengungkapkan akan menjual 5 SUN bernilai rupiah. Dalam pengumumannya ada lelang 5 seri surat utang negara dalam mata uang rupiah dilakukan pada 7 Februari 2012. Total penawaran mencapai Rp 42,383 triliun. Pemerintah menyerap Rp 12 triliun

Adapun hasil lelang 5 seri surat utang negara (SUN) tersebut antara lain, SPN03120508, penawaran yang masuk Rp 4,535 triliun. Pemerintah menyerap Rp 1 triliun. Jatuh tempo 8 Mei 2012. SPN12130208, penawaran yang masuk Rp 6,075 triliun. Pemerintah menyerap Rp 1 triliun. Jatuh tempo 8 Februari 2013. FR0059, penawaran yang masuk Rp 8,177 triliun. Pemerintah menyerap Rp 3,45 triliun. Jatuh tempo 15 Mei 2027. FR0058, penawaran yang masuk Rp 9,233 triliun. Pemerintah menyerap Rp 2 triliun. Jatuh tempo 15 Juni 2032. FR0062, penawaran yang masuk Rp 14,362 triliun. Pemerintah menyerap Rp 4,55 triliun. Jatuh tempo 15 April 2042. **bari/cahyo

Related posts