Imbal Hasil Reksa Dana Saham Ikut Terkerek Penguatan IHSG - Kinerja Februari 2012

Neraca

JAKARTA – Prestasi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sempat tembus 4.040 diakhir pekan perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin. Rupanya memberikan pengaruh positif terhadap reksa dana saham yang juga ikut terdongkrak untuk imbal hasil (return) pada bulan Februari. Kendati demikian, kinerja reksa dana maupun IHSG pada bulan lalu dibanding Januari 2012 menurun.

Analis PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan, menurunnnya kinerja reksa dana maupun IHSG pada bulan lalu dibanding bulan sebelumnya karena pengaruh sentimen di Bursa, "Perbedaan antara kinerja Januari dan Februari, saya lihat banyak dipengaruhi oleh perbedaan sentimen yang melanda bursa pada periode tersebut," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pada Januari terjadi banyak sentimen positif yang memberi imbas positif terhadap bursa. Salah satu sentimen positif yang paling kuat adalah naiknya peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi (investment grade). Peringkat tersebut diberikan oleh Moody's pada pertengahan Januari 2012.

Kata Edbert, naiknya peringkat tersebut menyebabkan kinerja IHSG maupun reksa dana tumbuh positif. Sebaliknya, pada Februari sejumlah sentimen negatif muncul, seperti adanya kekhawatiran terhadap Yunani, yang saat itu masih dalam tahap perundingan untuk mendapatkan dana talangan.

Selain itu, isu akan dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik yang dikhawatirkan akan memberi lonjakan inflasi. "Perbedaan itu, yang memberi pengaruh besar terhadap kinerja reksa dana dan IHSG Januari dibanding Februari,"jelasnya.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, kinerja IHSG pada Februari 2012 tercatat 1,1%, sedangkan reksa dana saham mencapai 1,96%. Reksa dana campuran juga berhasil membukukan kinerja sedikit di atas IHSG, yakni mencapai 1,12%, sedangkan kinerja reksa dana pendapatan tetap mengalami jauh di bawah IHSG atau hanya memberikan return rata-rata 0,04%.

Adapun, kinerja IHSG pada Januari tercatat sebesar 3,13%, reksa dana saham 2,98%, reksa dana campuran 2,67%, dan reksa dana pendapatan tetap 2,37%.

Sebelumnya, Chief Economist and Director For Investor Relations PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat pernah bilang, naik peringkatnya investment grade Indonesia dari lembaga pemeringkat Moodys akan berimbas pada positif pada industri reksa dana terutama pada reksadana yang berbasis saham.

Dia menuturkan, bagi asing, dengan label investment grade tersebut maka Indonesia akan semakin dilirik. "Terutama kepada instrument yang memiliki resiko lebih tinggi seperti reksa dana saham, karena dengan investmenet grade menunjukkan resiko berinvestasi di Indonesia berkurang,"ujarnya. (bani)

Related posts