Agar Anggaran Perdagangan Dimaksimalkan Pacu Ekspor

NERACA

Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR Mohamad Hekal menginginkan anggaran yang terdapat di Kementerian Perdagangan dapat benar-benar dimaksimalkan untuk mendorong ekspor guna mengatasi defisit neraca perdagangan nasional. "Peran Kementerian Perdagangan harus ditingkatkan untuk mendorong ekspor," kata Mohamad Hekal dalam rilis, sebagaimana disalin dari Antara.

Sebagaimana diketahui, Komisi VI DPR RI pada Senin (22/10) telah menyetujui pagu anggaran Kemendag yaitu sebesar Rp3,29 triliun pada 2019. Menurut Hekal, penekanan untuk melesatkan jumlah ekspor penting karena pada saat ini derasnya impor tidak bisa diikuti dengan terangkatnya ekspor secara optimal. Politisi Partai Gerindra itu berpendapat bahwa masalah utama terkait dengan fenomena pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat adalah karena besarnya impor.

Sementara itu, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai Indonesia perlu melakukan diversifikasi pasar ekspor untuk mengantisipasi dampak negatif perang dagang Amerika Serikat dan China.

Peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman mengatakan diversifikasi pasar sangat diperlukan agar Indonesia tidak tergantung kepada China. Ada baiknya Indonesia juga mulai merambah pasar lain yang tidak kalah potensial, misalnya Afrika dan negara Asia lainnya. Sebagaimana diwartakan, Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, meyakini bahwa potensi jumlah ekspor yang dimiliki Indonesia masih bisa jauh lebih besar dari realisasi jumlah ekspor Indonesia yang ada pada saat ini.

"Ekspor Indonesia hanya sekitar 170 miliar dolar AS per tahun, padahal ini masih bisa ditingkatkan," kata Prijono dalam acara kunjungan lapangan ke Industri Kecil Menengah (IKM) Mitra Usaha Astra Ventura dan acara temu wicara di PT Sagateknindo Sejati di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (16/10).

Ia membandingkan jumlah ekspor tersebut dengan Singapura, yang jumlah ekspornya mencapai sekitar 370 miliar dolar per tahun, padahal populasinya jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi yang besar serta dipastikan bisa mengekspor jauh lebih banyak bila produk ekspor nasional memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga harus disiasati dengan baik.

Presdir Astra International mengemukakan, sebanyak 454 IKM binaan Astra Ventura diharapkan semuanya bisa mengekspor sehingga ketergantungan Indonesia terhadap dolar semakin menurun.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan akan menghadirkan anjungan kayu ringan Indonesia pada pameran produk ekspor terbesar Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, 24-28 Oktober.

"Ini merupakan tahun ketiga Kementerian Perdagangan memfasilitasi perusahaan-perusahaan kayu ringan Indonesia tampil di TEI sebagai bagian dari program pembinaan ekspor jangka panjang," kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda sebagaimana disalin dari Antara.

Program tersebut dilakukan bersama Indonesian Light Wood Association (ILWA), Swiss Import Promotion Programme (SIPPO), dan Import Promotion Desk (IPD) Jerman. Pavilion Kayu Ringan ini akan berada di Hall 3 Booth Nomor 14 Indonesia ICE BSD. Desain yang akan digunakan untuk paviliun tahun ini adalah model sarang lebah (beehive).

Selain unik, model ini dinilai dapat membuktikan bahwa dengan pemanfaatan teknologi, kayu pohon Sengon yang selama ini dianggap tidak memiliki manfat ekonomi yang besar, dapat digunakan untuk menahan beban berat. Desain ini juga diharapkan dapat menarik perhatian buyers asing yang berkunjung ke TEI sehingga mampu mengulang keberhasilan yang diraih Paviliun Kayu Ringan Indonesia dengan model beehive pada pameran Interzum 2017 di Cologne, Jerman, yang mendapatkannilai initial order sebesar 22,5 juta dolar AS.

“Fasilitasi semacam ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian Perdagangan terhadap perusahaan-perusahaan yang mau terus berinovasi melakukan diverisfikasi produk dan dapat secara kontinyu didorong ekspornya ke pasar global," ujar Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan.

Menurut Marolop, paviliun ini merupakan salah satu anjungan yang dijadwalkan akan dikunjungi oleh Presiden RI Joko Widodo setelah acara pembukaan pameran Paviliun Kayu Ringan tahun ini akan menampilkan produk-produk kayu inovatif yang ramah lingkungan dari lima perusahaan yang telah mendapatkan pembinaan dalam hal product development dari IPD dan SIPPO sehingga memiliki nilai fungsi dan estetika yang sesuai dengan keinginan buyers dan tren yang sedang berkembang di pasar Eropa.

BERITA TERKAIT

Lion Parcel Lebarkan Pasar ke Luar Negeri

NERACA Jakarta – terus berkembangnya jasa pengiriman barang membuat PT Lion Express yang dikenal dengan nama dagang Lion Parcel untuk…

Naiknya Cukai Rokok Mendorong Naiknya Rokok Ilegal

NERACA Jakarta – Ditengah-tengah gencarnya Pemerintah dalam menanggulangi barang-barang illegal, justru dengan naiknya cukai rokok akan mendorong naiknya peredarang rokok…

KKP Tinjau Ulang Aturan Ekspor Perikanan Budidaya

NERACA Tanjungpinang – Meskipun pemerintah tengah gencar melakukan peningkatan ekspor di semua komoditas, tapi tetap harus berhati-hati. Atas dasar itulah…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Kemendag Dorong Produk Jambi ke Mancanegara

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimis dapat mendorong produk Jambi ke mancanegara. Hal ini lantaran produk-produk Jambi masih terbuka…

Pasar Kopi Kian Meninggi

NERACA Berlin – Benar bahwa pasar kopi asal Indonesia tidaklah main-main, baik di dalam ataupun luar negeri. Salah satu diantaranya…

GFFA 2020, Indonesia Siap Megembangkan Pangan

NERACA Berlin – Dalam Global Forum Food and Agriculture (GFFA) 2020, Kementerian Pertanian mewakili Republik Indonesia (RI) mengajukan tiga hal…