Ketahanan Pangan Jangan Setengah-Setengah

Senin, 07/03/2011

Ketahanan Pangan Jangan Setengah-Setengah

Neraca

Jakarta--Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, pembangunan sektor agraria dan energi menjadi mata rantai penting dalam ketahanan pangan yang menyangkut masalah hidup dan mati bangsa. Karena itu, dia mengimbau agar dalam membangun sektor agrarian dan energi tidak dilakukan secara setengah-setengah. Hal itu diungkapkan Hatta dalam peresmian Agrinex Expo di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/3) lalu.

Dalam pembukaannya, Hatta Radjasa menegaskan, muara dari kegiatan agribisnis adalah terciptanya kesejahteraan baik bagi masyarakat umum maupun bagi para pelakunya, termasuk para petani.

Menurut dia, kesejahteraan adalah bagian penting dalam upaya bangsa, salah satu indikatornya adalah seberapa jauh kita mampu mensejahterakan rakyat. Sektor apa yang kontribusinya besar dalam mendorong kesejahteraan. Pembangunan yang memiliki track dan agenda dalam rencana pembangunan, sektor pertanian menjadi sektor utama dalam seluruh rencana pembangunan. “Pengurangan kemiskinan, sektor pertanian, ketahanan pangan dan ketahanan energi adalah masalah hidup matinya bangsa. Jadi kita tidak bisa setengah-setengah dalam menggarap pertanian dalam arti luas,” ungkapnya.

Dikatakan Hatta, Indonesia saat ini menghadapi tantangan produksi pangan. Contohnya padi. Pada 2010, produksi padi kalah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai growth di atas 5%. Meskipun begitu, 2010 dengan tantangan tinggi dalam perubahan iklim, Indonesia masih mampu meningkatkan produksi di atas 2%. “Tahun ini, kita di atas 5%, ” jarnya.

Terkait perubahan iklim, lanjut Hatta, pemerintah akan fokus menyangkut penyediaan bibit yang mampu meningkatkan produktivitas. “Mentan diberikan kewenangan untuk mengambil kebijakan, apabila terjadi gangguan hama atau banjir dan lain-lain. Pemerintah sudah menyiapkan dana cadangan sampai Rp 3 triliun,” paparnya.

Ketua Penyelenggara Agrinex Expo 2011 Rifda Ammarina menambahkan, Agrinex Expo 2011 bukan pameran trading, tetapi pemahaman luas kepada masyarakat akan sektor agribisnis. “Agrinex dimaksudkan untuk menarik banyak orang, baik itu pelaku bisnis maupun stakeholder untuk menyamakan pandangan visi dan paradigma mengenai agribisnis,” katanya dalam jumpa pers. **cahyo