Ketahanan Pangan Jangan Setengah-Setengah

Ketahanan Pangan Jangan Setengah-Setengah

Neraca

Jakarta--Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, pembangunan sektor agraria dan energi menjadi mata rantai penting dalam ketahanan pangan yang menyangkut masalah hidup dan mati bangsa. Karena itu, dia mengimbau agar dalam membangun sektor agrarian dan energi tidak dilakukan secara setengah-setengah. Hal itu diungkapkan Hatta dalam peresmian Agrinex Expo di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/3) lalu.

Dalam pembukaannya, Hatta Radjasa menegaskan, muara dari kegiatan agribisnis adalah terciptanya kesejahteraan baik bagi masyarakat umum maupun bagi para pelakunya, termasuk para petani.

Menurut dia, kesejahteraan adalah bagian penting dalam upaya bangsa, salah satu indikatornya adalah seberapa jauh kita mampu mensejahterakan rakyat. Sektor apa yang kontribusinya besar dalam mendorong kesejahteraan. Pembangunan yang memiliki track dan agenda dalam rencana pembangunan, sektor pertanian menjadi sektor utama dalam seluruh rencana pembangunan. “Pengurangan kemiskinan, sektor pertanian, ketahanan pangan dan ketahanan energi adalah masalah hidup matinya bangsa. Jadi kita tidak bisa setengah-setengah dalam menggarap pertanian dalam arti luas,” ungkapnya.

Dikatakan Hatta, Indonesia saat ini menghadapi tantangan produksi pangan. Contohnya padi. Pada 2010, produksi padi kalah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai growth di atas 5%. Meskipun begitu, 2010 dengan tantangan tinggi dalam perubahan iklim, Indonesia masih mampu meningkatkan produksi di atas 2%. “Tahun ini, kita di atas 5%, ” jarnya.

Terkait perubahan iklim, lanjut Hatta, pemerintah akan fokus menyangkut penyediaan bibit yang mampu meningkatkan produktivitas. “Mentan diberikan kewenangan untuk mengambil kebijakan, apabila terjadi gangguan hama atau banjir dan lain-lain. Pemerintah sudah menyiapkan dana cadangan sampai Rp 3 triliun,” paparnya.

Ketua Penyelenggara Agrinex Expo 2011 Rifda Ammarina menambahkan, Agrinex Expo 2011 bukan pameran trading, tetapi pemahaman luas kepada masyarakat akan sektor agribisnis. “Agrinex dimaksudkan untuk menarik banyak orang, baik itu pelaku bisnis maupun stakeholder untuk menyamakan pandangan visi dan paradigma mengenai agribisnis,” katanya dalam jumpa pers. **cahyo

BERITA TERKAIT

Sektor Pangan - Produksi dan Suplai Terbatas Bakal Memicu Kenaikan Harga Cabai

NERACA Jakarta – Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Rusli Abdullah mengatakan salah satu alasan kenaikan…

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi - Ketua Umum KADIN

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi Ketua Umum KADIN NERACA Jakarta - Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pertanahan…

Pembangunan Daerah Jangan Bergantung Dana Transfer APBN

      NERACA   Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menginginkan pembangunan dan pemerataan wilayah di daerah bisa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

LG Kampanyekan Teknologi TrueSteam

  NERACA   Jakarta - PT. LG Electronics Indonesia (LG) bekerjasama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Hermina Bekasi…

Masih Banyak Perusahaan Publik Tak Peduli HAM - Studi FIHRRST

      NERACA   Jakarta - The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST), salah satu organisasi masyarakat…

Menkeu Proyeksi Defisit APBN Capai Rp310,8 Triliun

  NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 berpotensi…