Usaha Tambang Harus Sejahterakan Masyarakat Lokal

NERACA

Jakarta-- Usaha pertambangan harus membawa perubahan sosial ekonomi dan pembangunan masyarakat lokal. Pendekatan sosial ekonomi merupakan kunci utama agar usaha pertambangan diterima oleh masyarakat. "Pendekatan ekonomistik saja belum cukup. Masyarakat perlu mendapat pembekalan soft skill," ujar CEO PT Energi Cahaya Industritama (ECI), Honardy Boentario di Jakarta, Jumat (2/3).

Lebih jauh Honardy mengatakan, pertumbuhan usaha pertambangan harus berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Hanya dengan cara itu kata dia, usaha pertambangan diterima masyarakat lokal.

Berbekal pengalaman dalam industri pertambangan nasional, kata Honardy, juga berhasil melakukan berbagai proyek greenvield dan pengelolaan pertambangan. Perusahaan pertambangan jelas dia memiliki tanggungjawab yang besar dalam upaya merehabilitasi lingkungan.

Oleh sebab itu, kata Honardy lagi, perusahaan tambang harus memelopori berbagai usaha pelestarian lingkungan, baik melalui reklamasi lingkungan tambang maupun melaksanakan kegiatan penghijauan. “Kegiatan ini akan lebih berdampak secara luas jika kegiatan penghijauan melibatkan masyarakat dengan mengintegrasikannnya dengan kegiatan CSR perusahaan,” tegasnya.

Namun Honardy mengaku percaya usaha pertambangan yang dibarengi dengan upaya penghijauan lingkungan maka usaha pertambangan tidak akan menghadapi penolakan masyarakat maupun masalah sosial. Bahkan kehadiran usaha pertambangan bakal dinanti-nantikan masyarakat sebagai mitra. “Tentu harus dibarengi berbagai usaha penghijauan, sehingga masyarakat dapat menerimanya,” ungkapnya.

Menurut Honardy lagi, kasus penolakan usaha penambangan di berbagai daerah akhir-akhir ini mencerminkan ketimpangan informasi mengenai industri pertambangan pada masyarakat. Usaha pertambang dianggap membawa malapetaka sosial dan perusakan lingkungan. “Memang masyarakat perlu diyakinkan dan didekati, bahwa usaha pertambangan lebih banyak manfaatnya ketimbang mudharatnya. Masalahnya, masyarakat minim mendapat informasi ini,”jelasnya.

Padahal, lanjut Honardy, jika dikelola dengan baik maka industri pertambangan bukan saja membawa kemajuan sosial ekonomi masyarakat lokal serta menyumbang penerimaan negara. “Usaha tambang harus memiliki standar tinggi nasional dan internasional dalam merehabilitasi lingkungan. Namun disisi lain, juga memberikan kontribusi buat masyarakat setempat,” jelasnya.

PT ECI telah melakukan bisnis pertambangan batubara di desa Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda diatas konsesi Nadvara dan Arqom seluas 1.977,33 hektar. Ini merupakan usaha pertambangan terbesar di Samarinda. Letaknya yang strategis di tepi sungai Mahakam menjadikan PT ECI berkembang pesat sejak mulai beroperasi pada 2007 lalu. *cahyo

Related posts