Rupiah Tetap ke Level Rp9.100

NERACA

Jakarta-- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami perlemahan. Rupiah kembali diperdagangkan di kisaran Rp9.100 per USD. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp9.108 per USD, dengan rata-rata perdagangan harian Rp9.062-Rp9.154 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah bercokol pada kisaran Rp9.093 per USD, dengan range perdagangan Rp9.058-Rp9.123 per USD.

Di Eropa, euro diperdagangkan di kisaran 1,325 per USD dengan rata-rata perdagangan harian 1,325-1,332 euro per USD. Sedangkan poundsterling diperdagangkan pada level 1,592 per USD, dengan kisaran perdagangan harian 1,591-1,596 euro per USD.

Research Analyst Treasury Division BNI Apressyanti Senthaury mengatakan, rilis data ekspor Indonesia cenderung tidak terlalu mengganggu kinerja rupiah seiring terguncangnya transaksi ekspor-impor dunia sebagai imbas krisis utang Eropa. "Indikasi sinyal menguatnya index dolar AS perlu diwaspadai, karena potensi menggiring pelemahan rupiah. Begitu pula dengan turunnya NDF rupiah di pasar valas yang mengonfirmasikan terdepresiasinya rupiah," ungkapnya

Sementara analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengungkapkan, pasar global ditutup naik merespons perbaikan data di AS dan LTRO di UE. "Pasar Asia mungkin saja menguat hari ini, termasuk rupiah. Rupiah menguat menuju pada kisaran antara Rp9.070 sampai Rp9.100 per USD," jelas dia.

Sebelumnnya, Analis valuta asing, Rully Nova mengatakan pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan rendahnya tekanan inflasi. Namun, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan belum mampu menjauh dari level Rp9.000-an per USD. "Inflasi memang sudah diumumkan, seharusnya tekanannya bisa berkurang. Rupiah masih sulit untuk menguat. kisarannya hari ini Rp9.060-Rp9.100 per USD," katanya

Investor saat ini masih berekspektasi jika kenaikan BBM tersebut bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebab kenaikan tersebut akan mengarah ke inflasi yang selanjutnya bisa mempengaruhi suku bunga serta likuiditas di pasar. "Memang faktor internal lebih dominan meski kondisi eksternal mulai membaik," katanya

Adapun dalam kondisi saat ini, rupiah aman di level Rp8.900-Rp9.100 per USD. Level tersebut dianggap aman baik untuk eksportir maupun untuk importir. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) penutupan sore kemarin, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp9.098 per USD, dengan rata-rata perdagangan harian Rp9.053-Rp9.143 per USD. Mengutip yahoofinance, rupiah bergerak di kisaran Rp9.108 per USD, dengan range peradagangan Rp9.097-Rp9.117 per USD. **cahyo

Related posts