Garuda Ngotot Ajukan Kembali Kuasi Reorganisasi

Neraca

Jakarta- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tetap bersikeras mengajukan permohonan kuasi reorganisasi pada pekan kedua Maret 2012 kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Direktur Keuangan GIAA Elisa Lumbantoruan, mengatakan kuasi reorganisasi tetap akan dijalankan perseroan. "Kita menunggu audit laporan keuangan 2011 selesai dan laporan keuangan setelah dilakukan kuasi,"katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, dalam pelaksanaan kuasi reorganisasi ini, ada dua laporan keuangan yang akan diserahkan, yaitu laporan keuangan tanpa kuasi dan laporan keuangan yang dilakukan seandainya dilakukan kuasi. Sementara dalam peningkatan kinerja pada 2012, Garuda menganggarkan belanja modal (capex) senilai 400 juta dolar AS (Rp3,63 triliun).

Belanja modal ini diperoleh perseroan dari kombinasi kas internal sebesar 60-70% dan sisanya berasal dari kas eksternal. Dana belanja modal ini akan digunakan lebih banyak untuk pengembangan armada, selain itu juga untuk pengembalian pembayaran pre-delivery payment (PDB) dan security deposit pesawat yang disewa.

Asal tahu saja, sebelumnya rencana kuasi reorganisasi Garuda sempat di tolak oleh Bapepam LK lantaran perseroan belum mencatatkan laba. Kala itu Kepala Biro PKP sektor Jasa Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Gonthor Aziz pernah bilang, pelaksanaan kuasi reorganisasi Garuda Indonesia belum bisa dilakukan tahun ini, karena Bapepam belum merestui aksi tersebut,”Garuda menyampaikan pemunduran rencana kuasi reorganisasi. Mereka sebelumnya pakai buku (laporan keuangan) Juni, tapi karena belum cetak laba dan ditunda aksi tersebut,"ujarnya.

Menyikapi penolakan aksi korporasinya oleh Bapepam LK, direktur keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan menuturkan, pihaknya tetap akan mengajukan rencana kuasi reorganisasi. Namun rencana tersebut, kata Elisa akan dilakukan kembali pada Februari-Maret 2012. “Kita akan mengajukan rencana kuasi reorganisasi pasar Februari-Maret 2011. Untuk kuasi reorganisasi kita akan memakai laporan keuangan full audit 2011,"ungkapnya.

Perseroan siap menghapus bukukan saldo defisit sekitar Rp 6,8 triliun. Untuk itu, pihaknya akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada April 2012. Setelah RUPS selesai maka perseroan diharapkan dapat menyelesaikan rencana kuasi reorganisasi dalam waktu dua bulan. (bani)

Related posts