Volume Penjualan Rokok HMSP Tumbuh 1,2%

NERACA

Jakarta —Di kuartal tiga 2018, emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan kenaikan volume penjualan rokok sebesar 1,2% year-on-year (yoy) dengan total penjualan sebanyak 26,5 miliar batang.Informasi tersebut disampaikan induk usaha Philip Morris International (PMI) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Penjualan rokok HMSP pada kuartal III/2018 dilaporkan mencapai 26,5 miliar batang, naik 1,2% yoy dari sebelumnya 26,2 miliar batang.Pencapaian pada kuartal III/2018 lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni penjualan 23 miliar batang pada kuartal I/2018 dan 25 miliar batang pada kuartal II/2018. Dengan demikian, sepanjang Januari—September 2018, perusahaan membukukan penjualan rokok sebanyak 74,5 miliar batang, naik 0,1% yoy dari sebelumnya 74,4 miliar.

Dengan pencapaian penjualan per September 2018, perusahaan memertahankan posisi sebagai penguasa pasar dengan kontribusi 33,1%, naik 0,1% dari per September 2017 sebesar 33%. Analis Mirae Asset Sekuritas, Christine Natasya dalam riset 30 Juli pernah bilang, kenaikan cukai terhadap produk tembakau pada dasarnya memang mempengaruhi industri rokok secara nasional. Buktinya, volume penjualan rokok nasional turun 0,7% year on year (yoy) di kuartal II-2018 menjadi 75,2 miliar batang. Namun kondisi tersebut tidak berdampak terhadap volume penjualan HMSP di kuartal dua dan tiga yang justru tumbuh.

Disampaikannya volume penjualan rokok yang solid mampu meningkatkan pangsa pasar PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Imbasnya, kinerja keuangan emiten ini masih tumbuh positif di tengah kenaikan cukai. HMSP di kuartal II-2018 mampu menjual 25 miliar batang rokok atau meningkat 0,7% (yoy), padahal di kuartal I-2018 volume penjualan rokok HMSP turun 1,7% (yoy). Itu artinya, volume penjualan HMSP mampu mengungguli industri.

Dia menambahkan, peningkatan volume penjualan rokok HMSP di kuartal II-2018 tak lepas dari produknya yakni Dji Sam Soe Magnum Mild yang baru diluncurkan awal kuartal II. Secara umum, volume penjualan seluruh produk Dji Sam Soe melesat 42% (yoy) menjadi 6,9 miliar batang di kuartal II-2018. Volume penjualan rokok yang solid dan pertumbuhan yang melebihi industri mampu menjaga perolehan pendapatan HMSP di akhir semester I-2018. Pada saat itu, pendapatan HMSP tumbuh 5,5% (yoy) menjadi Rp 49,15 triliun, sedangkan laba bersihnya tumbuh 1% (yoy) menjadi Rp 6,11 triliun.

Tak hanya itu, hasil tersebut juga membuat pangsa pasar HMSP meningkat dari 32,7% pada kuartal I-2018 menjadi 33,2% di kuartal II-2018. Christine yakin di atas kertas HMSP masih bisa meningkatkan pangsa pasarnya di industri rokok. Hanya saja, peningkatan tersebut baru akan terjadi jika HMSP tetap menjual produk rokoknya dengan harga yang murah dibandingkan para pesaingnya. Padahal, di saat yang sama tarif cukai rokok telah naik.

Dengan begitu, dirinya menyimpulkan HMSP tak bisa mempertahankan pangsa pasar dan menaikan margin secara bersamaan. “Untuk mempertahankan pangsa pasar, perusahaan harus mengorbankan margin,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Targetkan Penjualan Rp 1,7 Triliun - Duta Pertiwi Mengandalkan Proyek Eksisting

NERACA Tangerang  -Mempertimbangkan pasar properti yang masih lesu, PT Duta Indah Pertiwi Tbk (DUTI) mematok pertumbuhan bisnis konservatif dengan menargetkan…

Permintaan Pasar Meningkat - Produksi Batu Bara Golden Energy Tumbuh 45%

NERACA Jakarta – Kuartal pertama 2019, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) membukukan pertumbuhan produksi batu bara 45%. “Produksi batu…

Volume Produksi Naik - DOID Yakin Pendapatan Capai US$ 950 Juta

NERACA Jakarta – Kembali menggeliatnya industri batu bara menaruh harapan besar PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) bisa membukukan kinerja…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…