Bergerak Tidak Wajar, Waran II Smartfren Disuspen

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan waran seri II Smartfren Telecom (FREN-W) pada sesi I perdagangan Jumat akhir pekan kemarin sampai pengumuman bursa lebih lanjut.

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam keterbukaan informasi, Jum’at (4/3) akhir pekan kemarin. Kata Kadiv Perdagangan Saham BEI, Andre PJ Toelle mengatakan, suspensi tersebut terkait dengan pergerakan harga yang fluktuatif dan peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas waran Smartfren tersebut.

Menurutnya harga waran seri II Smartfren Telecom melonjak 183,33 persen atau Rp 275 dari harga penutupan Rp 150 pada 27 Februari 2012 menjadi Rp 425 pada 1 Maret 2012. Karenanya BEI melakukan suspensi terhadap waran tersebut di pasar reguler dan tunai. "Bursa menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan,"ujarnya.

Pada perdagangan Jum’at akhir pekan, saham PT Smartfren Telecom teraktif diperdagangkan. Data perdagangan saham BEI tercatat, FREN bergerak pada frekuensi transaksi sebanyak 13.748 kali dengan volume perdagangan mencapai 244 juta lembar saham senilai Rp22,366 miliar. Saham-saham teraktif lainnya, yakni Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Agis (TMPI), Bank Mandiri (BMRI), dan Adaro Energy (ADRO). Selain itu, Modernland Realty (MDLN), Astra International (ASII), Bank Negara Indonesia (BBNI), Semen Gresik (SMGR), dan Media Nusantara Citra (MNCN).

Dari 10 saham teraktif yang diperdagangan bergerak menguat, yakni BMRI naik Rp150 ke Rp6.500, ADRO naik Rp70 ke Rp1.970, MDLN naik Rp25 ke Rp435, ASII naik Rp350 ke Rp70.000, BBNI naik Rp25 ke Rp3.725, SMGR naik Rp250 ke Rp11.450. Sementara itu, saham yang bergerak melemah, yakni FREN turun Rp1 ke Rp91, BBRI turun Rp50 ke Rp6.650, MNCN turun Rp50 ke Rp1.660, sedangkan saham yang tidak bergerak harganya adalah TMPI Rp164. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI ditutup naik 42,58 poin atau 1,07 persen ke posisi 4.004,87 dengan frekuensi transaksi 108.705 kali dan volume mencapai 2,686 miliar lembar saham senilai Rp3,529 triliun.

Tercatat saham yang menguat sebesar 153, sebanyak 92 saham melemah, dan 102 saham belum bergerak nilainya. (bani)

Related posts