Film "Prasangka" Juarai Lomba Film Pendek Koperasi

Tiga film pendek terbaik berhasil memenangkan Lomba Film Pendek Koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Oktober 2018. Ketiga film yang menang diseleksi dari 109 film yang masuk ke panitia lomba. Pengumuman dilakukan hari ini, Jumat (19/10) melalui akun medsos @kemenkopukm. "Kami bangga lomba film pendek yang diselenggarakan Kemenkop dan UKM mendapat sambutan luas. Ini suatu apresiasi bagi kami bahwa tema koperasi menarik minat masyarakat khususnya kalangan milenial," kata Kepala Bagian Humas dan Advokasi Hukun Kemenkop dan UKM, Darmono, Jumat (19/10).

Kemenkop dan UKM melaksanakan lomba film pendek dengan tema Koperasi Milenial untuk mensosialisasikan koperasi dikalangan generasi muda. Sebab, film atau audio visual menjadi medium yang paling menarik bagi generasi milenial untuk mencari informasi.

Sebanyak 109 judul film pendek yang masuk, menyajikan beragam kisah tentang koperasi. Pesertanya juga dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa SMA, mahasiswa dan umum dari seluruh tanah air.

Seluruh film yang masuk, diseleksi para juri yang berpengalaman dalam dunia perfilman, yakni Vivian Idris (pegiat film dokumenter/produser), Dennis Adhiswara (aktor/produser), Amrul Hakim (sineas/co-founder Indonesia Film Cooperative).

Para juri menyatakan tidak menduga sambutan yang luas dan karya film yang masuk dikerjakan dengan baik. "Semua film yang masuk bagus-bagus, semuanya unik. Yang terpilih jadi pemenang yang mengetengahkan keunggulan karya lokal mereka," kata Dennis Adhiswara.

Vivian Idris juga menyebut karya film yang masuk ke panitia lomba luar biasa. "Saya sangat senang Kemenkop dan UKM sudah mengadopsi medium audio visual," lanjutnya.

Amrul Hakim berkata: "Masyarakat Indonesia niat sekali. Semuanya karya terbaik". Lomba Film Pendek Koperasi mengangkat tema Koperasi Milenial. Panitia menetapkan durasi film 5-10 menit dan harus karya orisinal.

Berikut daftar pemenang:

Juara 1

Judul Film : Prasangka

Karya Produksi : Nunukan Film

Asal Daerah : Kota Nunukan - Kalimantan Utara

Juara 2

Judul Film : Kas

Karya Produksi : SMA Islam Kepajen Malang

Asal daerah : Malang Jawa Timur

Juara 3

Judul Film : Si Sani

Karya Produksi : DwiAwan

Asal Daerah : Kota Samarinda

BERITA TERKAIT

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’ NERACA Jakarta - Kalau ada film yang dinantikan dan sekaligus dikritik adalah ‘After’ yang…

Koperasi Mantan Napi Terorisme Perluas Pasar di Pesantren-Pesantren

Koperasi Mantan Napi Terorisme Perluas Pasar di Pesantren-Pesantren NERACA Garut - Koperasi Komunitas Mantan Narapidana teroris dan Gerakan Aktivis Radikal…

Terlalu Vulgar, Film "After" Tidak Sesuai Budaya Indonesia

Jakarta-Baru dirilis 16 April 2019 di berbagai bioskop di Indonesia, film ‘After’ sudah mengundang kontroversi. Berbagai sorotan, terutama karena adanya…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…

Perlukah Fatwa Haram untuk Games PUBG?

      Games Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) semakin banyak menjadi perbincangan. Selain di kalangan anak muda yang gemar…

Pendidikan Swasta Perlu Diperkuat

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Rhenald Kasali melihat laporan bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018 menguatkan…