Awal Pekan, IHSG Cenderung Menguat Di Level 3.980-4.040

Neraca

Jakarta – Akhir pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 42,582 poin (1,07%) ke level 4.004,868. Sementara Indeks LQ 45 menguat 8,792 poin (1,28%) ke level 695,213. Penguatan indeks Jum’at akhir pekan dipicu aksi beli saham dibeberapa sektor.

Analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan mengatakan, pelaku pasar saham memandang positif terhadap perkembangan dari KTT Uni Eropa akan dapat memberikan sentimen baik terhadap pasar finansial, terutama saham di global. "Pelaku pasar banyak yang memandang positif terhadap KTT, diharapkan dapat memulihkan krisis yang terjadi di Eropa," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Jeff Tan menuturkan, data ekonomi Amerika Serikat seperti data manufaktur dan klaim tingkat pengganguran, juga menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar saham. Oleh karena itu, Senin awal pekan secara teknikal indeks akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada kisaran 3.980-4.040 poin.

Tercatat pada perdagangan akhir pekan kemarin, seluruh sektor di lantai bursa menghijau, dipimpin oleh konsumer yang diikuti oleh properti dan infrastruktur. Aksi beli dilakukan oleh investor asing dan lokal.

Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 584,206 miliar di seluruh pasar. Sementara perdagangan berjalan moderator dengan frekuensi transaksi mencapai 109.076 kali pada volume 6,427 juta lot saham senilai Rp 3,982 triliun. Sebanyak 153 saham naik, sisanya 92 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MBLI) naik Rp 10.000 ke Rp 10.000 ke Rp 450.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 57.150, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 19.250, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 43.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 65.000, Indosiar (IDKM) turun Rp 200 ke Rp 3.600, J Resources (PSAB) turun Rp 150 ke Rp 4.075, dan Petrosea (PTRO) turun Rp 100 ke Rp 44.900.

Pada perdagangan sesi I, IHSG juga ditutup menguat 22,690 poin (0,57%) ke level 3.984,976. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,333 poin (0,63%) ke level 690,754. Penguatan indeks dipengaruhi kabar positif berdatangan dari berbagai penjuru dunia, mulai dari turunnya angka pengangguran AS, niatan ECB menyalurkan bantuan likuiditas perbankan Eropa, turunnya imbal hasil surat utang Italia dan Spanyol sampai penguatan bursa-bursa utama dunia dan Asia.

Namun sentimen dalam negeri masih menahan laju indeks, seperti rencana naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang bisa memicu lonjakan inflasi di penghujung tahun 2012.

Saham-saham bank yang bertanggung jawab menahan laju penguatan bursa, sementara sembilan sektor di lantai bursa mampu berjalan di zona hijau. Indeks sektor konsumer menguat paling tinggi.

Asing banyak memburu saham-saham di sektor komoditas dan konsumer. Kemudian perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 105.830 kali pada volume 6,4 juta lot saham senilai Rp 3,29 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 142 saham turun, dan 118 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 10.000 ke Rp 450.000, Gudang garam (GGRM) naik Rp 56.900, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 19.250, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 43.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 65.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 52.600, Centris Multipersada (CMPP) turun Rp 155 ke Rp 465, dan BRI (BBRI) turun Rp 150 ke Rp 6.550.

Selanjut diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 5,83 poin (0,14%) ke level 3.968,12, sedangkan indeks saham unggulan LQ45 naik 1,48 poin (0,21%) menjadi 687,907. Kata analis Samuel Sekuritas Indonesia Yualdo Yudprawiro, akhir pekan indeks berpotensi pulih dan berada pada posisi resisten di level 4.020 poin.

Menurutnya kemungkinan pulihnya indeks seiring dengan membaiknya optimisme pasar, beberapa saham berbasis komoditas, terutama energi diperkirakan akan menguat seiring penguatan harga minyak.

Untuk bursa global, bursa Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Kamis kemarin dengan memfaktorkan rilis data awal pengangguran Amerika pada pekan ketiga Februari, yang kembali turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

Sementara bursa Eropa juga ditutup menguat seiring penurunan imbal hasil (yield) lelang obligasi baru Spanyol dan Perancis dan rilis data manufaktur Jerman yang naik lebih tinggi dari estimasi. (bani)

Related posts