Perkuat Ekspor Perikanan, KKP Benahi Pergudangan dan Logistik

NERACA

Gorontalo - Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Efendi Hardijanto, menuturkan Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan luas laut 70 % dari total luas wilayah nusantara. Sektor kelautan dan perikanan punya potensi besar untuk mendongkrak ekonomi nasional. Hanya saja, masalah logistik, dan pergudangan menjadikan sektor perikanan nasional belum bisa digarap secara maksimal.

“Kita tahu di daerah potensi perikanannya sangat besar, hanya saja karena masalah logitik dan minimnya gudang penyimpanan (cold storage), menjadikan sektor ini belum maksimal untuk digarap,” kata Rifky, saat melakukan kunjungan kerja bersama Komisi IV DPR RI, di Gorontalo, (16/10).

Oleh karenanya, menurut Rifky, saat ini kami (KKP) tengah genjar untuk menyelsaikan gudang-gudang perikanan, terutama di daerah-daerah lumbung perikanan, seperti di Gorontalo ini. “Pelan-pelan kami selesaikan kebutuhan cold storage, disamping sambil jalan kita semua coba selesaikan untuk masalah logistic. Sehingga ekspor sektor kelautan dan perikanan bisa terus kita tingkatkan,” tambahnya.

Karena memang, kita juga punya program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN), ini mengacu pada Perpres 26 tahun 2012 tentang Sistem Logistik Nasional. SLIN bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan stabilisasi sistem produksi perikanan hulu-hilir, pengendalian disparitas dan stabilisasi harga, serta untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. “Bukan hanya gudang saja, nanti juga logistic kita selesaikan. Makanya kami ajak seluruh stakeholder atau pun instansi, kementrian, ataupun lembaga lain untuk sama-sama majukan sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Adapun bicara ekspor, nilai ekspor perikanan terus meningkat hingga bulan Agustus 2018. Peningkatan nilai ekspor di tahun 2017 hampir mencapai angka nilai ekspor tahun 2014 sebesar USS 4,514 juta. Neraca perdagangan produk perikanan positif berada di angka US$ 4,039 juta di tahun 2017. “Realisasi volume ekspor sebesar 702.73 ribu ton, meningkat 7.04 % dibandingkan dengan realisasi pada bulan Agustus 2017,” ujarnya

Sementara untuk domestik, angka konsumsi ikan nasional terus meningkat. Pada tahun 2016 mencapai 43,94 kg/kap atau meningkat 6,74% dari tahun sebelumnya (41,11 kg/kap), dan tahun 2017 meningkat menjadi 47,34 kg/kap, serta target 2018 dan 2019 masing-masing sebesar 50,65 kg/kap dan 54,49 kg/kap. “Bukan hanya orientasi ekspor, kebutuhan untuk domestik juga ikut meningkat. Itu karena masyarakat sadar akan pentingnya makan ikan buat kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, untuk bantuan di Gorontalo sendiri, sejak tahun 2015 – 2017 Direktktorat Jendral PDSPKP telah memberikan bantuan dengan total nilai anggaran sebesar Rp. 54.9 milyar, diantaranya: 1 Unit Gudang Beku Terintegrasi (ICS), 4 Unit Kendaraan Berpendingin, 25 Unit Chest Freezer, 13 Unit Ice Flake Machine, 4 Unit Cold Storage, 1 Unit Pasar Ikan Bersih dan pada tahun 2018, Ditjen PDS akan memberikan kendaraan berpendingin dan chest freezer. “Mudah-mudahan dengan adanya penambahan bantuan gudang berkapastitas 200 ton ini, bisa bermanfaat dan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya,” tuturnya.

Ditempat yang sama, ketua tim rombongan DPR RI dari Komisi IV, Roem Kono, mengatakan, saya pribadi sebagai putra daerah, sangat berterimakasih sekali kepada pemerintah pusat dalam hal ini KKP, yang mau peduli dan memberikan bantuannya kepada masyarakat Gorontalo. “Saya datang langsung kelapangan karena ingin melihat secara langsung adanya bantuan gudang, di daerah, khususnya sekarang digorontalo. Dan memang jauh dari ekspektasi yang kami bayangkan. Ini sangat bagus, dan megah. Harapannya bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.

Karena memang sudah menjadi tugas kami, untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. Menginterervensi pusat untuk membantu rakyat terutama masyarakat daerah. “Intinya sudah menjadi kewajiban dan keharus untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Agar masyarakat sejahtera,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

Data BPS - Ekspor Industri Pengolahan Turun 6,92 Persen di Desember 2018

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekspor industri pengolahan pada Desember 2018 mengalami penurunan 6,92 persen jika dibandingkan…

PTBA Targetkan Penjualan Ekspor 12 Juta Ton

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menggenjot pertumbuhan pendapatan dari penjualan ekspor batu bara.…

KOMODITAS UNGGULAN EKSPOR KEMENTAN 2019

Petugas menyortir rempah-rempah di Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (17/1/2019). Kementerian Pertanian memfokuskan beberapa…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Ada Kemajuan Dalam Pembahasan Penerapan GSP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa ada kemajuan dalam pembahasan mengenai penerapan pemberian fasilitas kemudahan perdagangan…

Data BPS - Ekspor Industri Pengolahan Turun 6,92 Persen di Desember 2018

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekspor industri pengolahan pada Desember 2018 mengalami penurunan 6,92 persen jika dibandingkan…

Penurunan Tarif Penerbangan Oleh Maskapai Diapresiasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengapresiasi penurunan tarif penerbangan yang disepakati oleh seluruh maskapai anggota…