Laboratorium Pengujian di Era Disrupsi Teknologi

NERACA

Jakarta - Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Imam Haryono mengatakan saat ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian meluncurkan 10 inisiatif Making Indonesia 4.0 di mana setiap aspek bisnis terintegrasi dengan teknologi generasi teranyar. Pasalnya Indonesia tengah memasuki fase disrupsi teknologi di mana aplikasi berbasis teknologi yang terkoneksi antar perangkat melalui jaringan internet kini sedang berkembang pesat. Hal ini pun diyakini akan menjadi sesuatu yang umum di masa depan. Inisiatif making 4.0 juga menghadirkan optimisme bagi perkembangan industri dalam negeri dengan dilakukannya pembangunan infrastruktur digital nasional, peningkatan kualitas SDM, pembangunan ekosistem industri yang berorientasi pada inovasi dan insentif untuk investasi di bidang teknologi.

”Namun demikian, masih banyak aspek pengembangan menjadi pekerjaan rumah bagi para pemangku kepentingan, baik itu regulator, pelaku industri, maupun konsumen itu sendiri. Survei McKinsey (2018) menyebutkan, teknologi digital dapat memberi sumbangsih sebesar USD 3 triliun untuk pasar ekonomi global pada 2030. Itu setara dengan 16 persen lebih tinggi dari total produk domestik bruto (PDB) sedunia pada saat ini,” ujar Imam saat acara Sinergi Antara Regulator dan Pelaku Industri Dalam Merespons Kecepatan Perkembangan Teknologi di Jakarta, Rabu (17/10).

Imam menyampaikan, langkah akselerasi penerapan industri 4.0 dimulai dari sosialisasi untuk menjadikan agenda nasional hingga menyiapkan kompetensi SDM dan infrastruktur digital. “Kuncinya industri 4.0 itu antara lain SDM dan infrastruktur digital. Sementara teknologi diperlukan guna membangun konektivitas yang terintegrasi.

Lanjutnya lagi, revolusi industri 4.0 merupakan lompatan besar di sektor manufaktur, dengan pemanfaatan teknologi otomatisasi tinggi yang ditopang infrastruktur berbasis internet. Tidak hanya dalam proses produksi saja, melainkan juga di seluruh rantai nilai proses produksi. Sebagaimana pada poin 3 dalam 10 inisiatif Making Indonesia 4.0 disebutkan bahwa Indonesia harus mampu mengakomodasi standar-standar keberlanjutan. Indonesia melihat tantangan keberlanjutan sebagai peluang untuk membangun kemampuan industri nasional yang berbasiskan inovasi teknologi.

Di tempat yang sama, Hadi Sanjaya selaku Business Development Manager Qualis Indonesia pun berharap teknologi di industri laboratorium pengujian, khususnya di Indonesia dapat diperbaharui secara konstan serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Industri penilai kesesuaian adalah industri yang unik dan sangat forward-thinking. Kompetensi manusia tetap menjadi aspek utama, namun di sisi lain kita juga memiliki ketergantungan yang tinggi pada teknologi untuk melakukan pengujian dan evaluasi terhadap hasil uji di laboratorium,” tuturnya.

Tambahnya lagi, dukungan pemerintah dalam bentuk penyusunan regulasi yang pro terhadap inovasi teknologi akan berdampak positif pada peningkatan aspek keamanan produk dan keselamatan pengguna. Dalam beberapa tahun terakhir, peran standardisasi baik dalam bentuk Standar Nasional Indonesia, standar internasional maupun acuan normatif lainnya yang diakui oleh industri, semakin penting dalam memastikan konsistensi kualitas dan keamanan produk yang beredar di masyarakat.

Diharapkan helatan ini dapat didukung atau diantisipasi oleh penyusunan regulasi yang efektif dan tepat sasaran.Sebagai laboratorium independen dan terlengkap di Indonesia yang melayani jasa pengujian, sertifikasi dan inspeksi yang kompetitif dan berorientasi pada inovasi, melalui IQSF, Qualis berharap dapat menjadi platform diskusi yang menjembatani regulator, pelaku industri, serta segenap pemangku kepentingan dalam membahas isu-isu aktual dalam industri dan keamanan produk. IQSF tahun ini juga turut menghadirkan sesi diskusi grup, digawangi oleh 3 sektor industri yang diprioritaskan pengembangannya dalam kerangka inovasi teknologi, antara lain pangan, elektronika dan ketenagalistrikan.

BERITA TERKAIT

Mendefinisikan Keunggulan di Tengah Disrupsi

  Oleh: Rifky Bagas Nugrahanto, Staf Ditjen Pajak Pernahkah terlintas untuk berpikir, apa yang sedang dituju oleh negara Indonesia, apa…

Manfaatkan Era Digital - Milenial Bisa Berbisnis Beromset Miliaran

NERACA Jakarta – Di era digital saat ini, transaksi semakin mudah dan banyak pasar yang mulai beralih atau memiliki alternatif…

Pengawasan Perbankan dan Era Kenaikan Harga Minyak

  Oleh: Achmad Deni Daruri, President Director Center for Banking Crisis   Kenaikan harga minyak bukanlah hal yang tidak mungkin…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

KKP Sebut Teknologi RAS Dorong Produksi Benih Gurame

NERACA Jakarta – Jika dikomparasi dengan sistem konvensional, pendederan ikan gurame dengan teknologi Recirculation Aquaculture System (RAS) dapat meningkatkan padat…

Menperin: Milenial Penopang Ekonomi Digital

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam memasuki era revolusi industri 4.0.…

Dunia Usaha - Pasar Masih Potensial, Pertumbuhan Industri Kacamata Dipacu

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri kacamata di dalam negeri melalui peningkatan investasi. Di samping itu juga…