Banjir Pujian atas Suksesnya Asian Para Games 2018

Oleh: Shenna Faradila, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan

Pagelaran ajang olahraga disabiltas terbesar di Asia, yakni Asian Para Games telah usai dilaksanakan. Closing Asian Para Games berlangsung pada hari sabtu, tanggal 13 oktober 2018 di Stadion GBK, Jakarta. Acara closing asian para games tersebut tidak kalah meriah dari closing Asian Para Games september lalu. Sepanjang pagelaran Asian Para games, Indonesia dinilai berhasil dalam menyelenggarakan event 4 tahunan terbesar di Asia tersebut. Hal ini terlihat dari lancarnya acara mulai dari pembukaan, perlombaan hingga penutupan.

Atas keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan pesta olahraga disabilitas tersebut, tentunya banyak pujian datang dari berbagai pihak. Pujian tersebut ditujukan tidak hanya untuk panitia penyelenggara INAPGOC, yang telah bekerja keras dalam menyusun acara hingga sukses, namun juga ditujukan bagi Pemerintah Indonesia dan bagi semua pihak yang turut serta menyukseskan Event ini.

Salah satu pujian juga disampaikan oleh Presiden Komite Paralympic Asia (APC), Majid Rashed. Pria asal Uni Emirat Arab (UEA) itu mengatakan, seluruh keluarga APC bangga terhadap Indonesia sebagai tuan rumah dan INAPGOC selaku penyelenggara. Pujian tersebut bukan tanpa alasan, Salah satu yang menjadi pujian dari Rashed adalah pecahnya sejumlah rekor. Total ada 15 rekor dunia pada ajang paralympic yang berhasil dipecahkan oleh atlet-atlet yang berlaga di Asian Para Games 2018 sejak Sabtu 6 Oktober hingga 13 Oktober 2018.

Rashed mengatakan, ajang Asian Para Games 2018 ini juga menjadi saat yang tepat bagi DKI Jakarta untuk menunjukkan diri sebagai kota yang semakin ramah disabilitas. Selain itu, beliau juga memberikan pujiannya kepada INAPGOC yang dianggap luar biasa karena berhasil menyelenggarakan Asian Para games dengan sukses dan meriah dalam waktu yang singkat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang sangat senang dengan kesuksesan penyelenggaraan Asian Para Games 2018. Ia berharap ajang ini menjadi momentum bagi Jakarta untuk memperbaiki sarana bagi penyandang disabilitas. Anies juga menyampaikan terimakasihnya kepada para Atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia, dan kepada para penonton yang telah hadir untuk mendukung atlet Para Games Indonesia.

Terkait pencapaian Indonesia dalam ajang Asian Para Games, Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) menyampaikan terima kasih sekaligus berseloroh menyampaikan maaf kepada Presiden Joko Widodo soal pelaksanaan Asian Para Games 2018. JK menyatakan target kontingen atlet Indonesia ternyata meleset, tapi meleset jauh melebihi target yang ditetapkan. Seperti yang diketahui, Dalam ajang Asian Para Games tersebut, Indonesia berhasil meraih medali sebanyak 135 medali dalam ajang ini. Medali itu terdiri dari 37 medali emas, 47 perak, dan 51 perunggu yang mampu menjadikan Indonesia menempati posisi kelima teratas. Posisi ini juga melebihi target yang dipasang.

Kemenpora pada awalnya menargetkan raihan medali pada Asian Para Games 2018 adalah sebanyak 20 emas, 50 perak dan 50 perunggu. Namun ternyata semangat juang atlet Indonesia luar biasa sehingga melebihi target. Tentunya, hal ini berdampak pada anggaran bonus yang diberikan. Namun, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, anggaran tambahan untuk bonus atlet berasal dari kegiatan yang tidak terlalu bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya adalah kunjungan kerja pejabat. Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan Presiden Jokowi. Meskipun adanya penambahan APBN yang keluar untuk bonus, namun Beliau mengaku senang dan bersyukur karna semua prestasi ini untuk nama bangsa dan negara Indonesia.

Bicara besaran bonus bagi para Atlet, seperti Asian Games 2018 lalu, pemerintah juga menyiapkan bonus yang sama kepada para atlet peraih medali di ajang olahraga multievent disabilitas tersebut. Tak ada perbedaan nominal, untuk medali emas akan mendapatkan Rp 1,5 milar, medali perak Rp 500 juta dan Rp 250 juta. Bonus bagi peraih medali di ajang Asian Para Games 2018 juga diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo sebelum penutupan. Bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet di ajang olahraga bagi disabilitas terbesar di Benua Asia itu. Tidak hanya bagi yang memperoleh medali, namun pemerintah juga memberikan bonus bagi seluruh atlet seperti pada Asian Games yakni sebesar Rp. 20 Juta.

Langkah Presiden yang memberikan bonus sebelum closing asian para games berlangsung juga menuai pujian. Hal tersebut sebenarnya sudah diketahui sebelumnya dari pernyataan Kemenpora, Imam Nahrawi yang mengatakan bahwa bonus untuk atlet Para Games diberikan sebelum penutupan atau istilahnya “sebelum keringatnya kering”. Bonus tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada atlet yang berhasil meraih medali di ajang Asian Para Games 2018 di Istana Kepresidenan, Bogor. Hadir dalam acara tersebut yakni sekitar 95 atlet dan official team Indonesia dari berbagai macam cabang olahraga di Asian Para Games.

BERITA TERKAIT

Kerugian PLN Hanya Sebatas Hitam di Atas Putih

  Oleh: Wawan A, Mahasiswa FE Universitas Sebelas Maret Kabar merugi datang dari sektor kelistrikan dalam negeri. Perusahan listrik negara…

Asda I Pemkot Sukabumi Apresiasi Masyarakat Atas Tingginya Pemahaman Produk Hukum - Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi Gencar Penyuluhan Hukum

Asda I Pemkot Sukabumi Apresiasi Masyarakat Atas Tingginya Pemahaman Produk Hukum Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi Gencar Penyuluhan Hukum NERACA…

IBEX 2018 Bahas Revolusi Teknologi Perbankan

  NERACA   Jakarta - Topik mengenai pengaruh revolusi teknologi pada sektor perbankan terutama dengan hadirnya teknologi finansial (fintech) dalam…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Gejolak Persaingan Ekonomi Global vs Cashflow yang Sehat - Studi Kasus Unrealized loss PLN

  Oleh: Sudimara Pati, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swasta Belakangan kita diberitakan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) milik BUMN…

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

Mencari Akar Ketimpangan

Oleh: Sarwani Problem utama pembangunan Indonesia adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia seperti yang tercantum dalam sila ke-5 Pancasila.…