Meski Rupiah Melemah, Subsidi BBM Tak Berubah

NERACA

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar masih dikisaran Rp15.200 yang mana nilai tersebut jauh dari asumsi APBN 2018. Namun begitu, Kementerian Keuangan memastikan alokasi anggaran untuk subsisi bahan bakar minyak untuk tahun depan tidak mengalami perubahan. Meski mengalami perubahan asumsi nilai tukar rupiah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai hal ini tidak melulu berdampak negatif. Ia menjelaskan depresiasi nilai tukar rupiah akan menampah pendapatan negara.

Sri Mulyani menjelaskan, perubahan asumsi kurs rupiah ini tidak akan berdampak pada postur anggaran subsidi pada tahun depan. "Untuk subsidi solar tetap dipatok sebesar Rp 2.000 per liter," ujarnya di Rapat Banggar, Selasa (16/10). Selain itu, untuk alokasi volume elpiji bersubsidi juga tidak berubah. Hal yang sama, lanjut Menkeu, juga berlaku untuk subsidi listrik. "Usulan subsidi untuk listrik tetap sesuai dengan usulan yang sudah dipaparkan sebelumnya," katanya menambahkan.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan perubahan asumsi nilai tukar ini untuk mengantisipasi pergerakan kondisi ekonomi global. Sebelumnya pada pembahasan asumsi makro RAPBN 2019 kemarin pemerintah sempat mengusulkan asumsi nilai tukar berada pada angka Rp 14.500 per dolar AS. Sementara Bank Indonesia melihat adanya range nilai tukar yang berada pada angka Rp 14.800-Rp 15.200 per dolar AS. "Kami mengusulkan menggunakan nilai tengahnya di angka tengahnya di Rp 15.000 untuk nilai tukar tahun 2019," ujar Menkeu.

Sri Mulyani mengatakan Indonesia perlu mewaspadai dinamika ekonomi global yang makin dinamis yang dipicu antara lain oleh kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga, mengetatkan likuiditas dolar AS serta perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina. Ia juga menjelaskan, melihat kondisi kenaikan impor yang cukup tinggi di atas ekspor mengakibatkan neraca perdagangan yang masih defisit pada bulan Agustus 2018. Selain itu, dari hasil Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali baru-baru ini mengindikasikan masih akan terjadi ketidakpastian ekonomi global tahun 2019 tapi dengan arah yang lebih positif dibanding tahun ini.

"Untuk asumsi makro lainnya seperti pertumbuhan ekonomi, harga minyak per barel, dan lifting minyak diproyeksikan masih sama dengan yang telah dibahas antara Pemerintah dengan DPR sebelumnya," tuturnya. Namun ia meminta meski nilai tukar rupiah mengalami kenaikan beban perpajakan tetap sesuai dengan usulan yang sudah dipaparkan pada rapat sebelumnya. "Perpajakan non migas terutama tidak dapat berubah sejalan dengan sensitivitas ekonomi makro," ujar Sri Mulyani.

Jangan Naik

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmy Radhi bahkan meminta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Premium tidak dilakukan sampai 2019. Ia beralasan, kenaikan BBM jenis Premium akan memicu penurunan daya beli masyarakat dan kenaikan inflasi. "Kenaikan premium itu mempunyai korelasi positif terhadap inflasi dan daya beli masyarakat kita yang masih rendah, meski orang meminta naik, tapi saya pribadi meminta jangan dinaikkan dulu karena pertimbangan menggerus daya beli dan inflasi yang menyebabkan rakyat miskin akan menderita," kata Fahmy.

Terlepas apakah keputusan pembatalan tersebut bermuatan politis atau tidak, Fahmy tak mau ikut campur di dalamnya. Ia hanya melihat pembatalan kenaikan harga BBM jenis Premium dari sisi situasi ekonomi yang terjadi saat ini. Menurutnya, melonjaknya harga minyak dunia memang memaksa negara-negara untuk menaikan harga BBM. Ini juga yang mendasari desakan kenaikan BBM di Indonesia. Jika tidak, maka merasa migas di Indonesia akan terbebani dengan melonjaknya harga minyak dunia. Termasuk Pertamina, yang saat ini menanggung beban subsdidi harga premium.

BERITA TERKAIT

Meski Terjadi Aksi 22 Mei, Transaksi Perbankan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan demonstrasi terkait Pemilu pada 22 Mei 2019 yang diwarnai…

ANGGOTA DPR BERHARAP DEMO SEGERA BERAKHIR - Darmin: Aksi Demo Tak Berdampak Signifikan

Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini dampak aksi demonstrasi 22 Mei 2019 tidak akan berdampak signifikan terhadap kondisi investasi…

NILAI TUKAR RUPIAH MELEMAH

Sejumlah warga melakukan penukaran mata uang asing di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (15/5). Nilai…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan, Perhitungan Investasi Migas Dirombak

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan dua kebijakan, yakni di antaranya merombak mekanisme perhitungan investasi eksplorasi migas PT.…

Kemenkes Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan di Jalur Mudik

    NERACA   Jakarta - Kementerian Kesehatan menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik 2019 untuk memastikan…

Menko Darmin Pastikan Kondisi Ekonomi Aman

  NERACA   Jakarta – Sepanjang selasa hingga rabu kemarin, situasi keamanan di kota Jakarta belum kondusif. Namun begitu, Menteri…