Nusantara Properti Incar IPO Rp 200 Miliar - Lepas Saham Ke Publik 25%

NERACA

Jakarta – Di saat beberapa perusahaan menunda rencana IPO hingga tahun depan, namun ada sebagian perusahaan yang tetap keukeuh untuk menggelar IPO tahun ini di tengah fluktuasi pasar yang cukup tinggi dan momentum tahun politik. Sebut saja, PT Nusantara Properti Internasional yang menggelar IPO tahun ini.

Rencananya, masa bookbuilding akan dilakukan pada 21-28 November 2018, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditargetkan bisa diperoleh pada 6 Desember 2018 sehingga masa penawaran umum bisa dilakukan pada 7-11 Desember. Pencatatan di BEI ditargetkan pada 14 Desember 2018.

Kata Direktur Utama Jasa Utama Capital Sekuritas, Deddy Suganda Widjaja sebagai penjamin emisi PT Nusantara Properti Internasional, perusahaan yang bergerak dibidang properti ini menargetkan dana IPO di pasar sebesar Rp 200 miliar. “Perusahaan akan melepaskan sahamnya ke publik sebanyak 25% bersama dengan itu perusahaan juga akan memberikan waran dengan rasio 1:1,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Deddy menyebutkan, usai aksi korporasi ini dilakukan, perusahaan akan mengembangkan resort di kawasan wisata Selayar dan Pulau Rote. Asal tahu saja, Jasa Utama Capital memiliki tiga perusahaan dalam pipelinenya yang akan IPO tahun ini. Dua di antaranya adalah perusaahaan di industri properti dan perusahaan industri panganan cepat saji sosis.”Properti hotel di Bali nilai IPO sekitar Rp 200 miliar dan Kemfood Sosis sekitar Rp 40 miliar. Akhir tahun ini mudah-mudahan jadi karena sudah proses di OJK,”tandasnya.

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI, IGD Nyoman Yetna pernah bilang, minat perusahaan untuk mencari pendanaan di pasar modal melalui penawara umum saham di luar ekspektasi. Bahkan, bursa mengklaim jumlah perusahaan yang telah initial public offering (IPO) melampaui target. Tahun ini, bursa menargetkan jumlah IPO sebanyak 35 perusahaan. Namun jumlah perusahaan yang menyatakan minatnya mencapai 44 perusahaan.

Dia menambahkan, bursa akan terus berupaya melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal. Karena dengan listing, keuntungan yang diperoleh perseroan akan lebih besar.Ada dua yang disasar oleh bursa, yakni anak usaha badan usaha milik negara (BUMN) dan anak usaha perusahaan atau emiten yang telah melantai di bursa.

BERITA TERKAIT

Akuakultur - KKP Lakukan Konsultasi Publik Aturan Usaha Pembudidayaan Ikan

NERACA Bandung - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakuan konsultasi publik terkait rencana pemberlakuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang…

MICE Bagikan Dividen Rp 10 Per Saham

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Multi Indocitra Tbk (MICE) memutuskan untuk membagikan dividen kepada…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…