IHSG Masih Melanjutkan Penguatan Diawal Pekan

NERACA

Jakarta – Masih bertahannya acuan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) dilevel 6,75% memberikan sentimen positif pada penutukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diakhir pekan. Pada akhir pekan kemarin, indeks ditutup menguat 48,364 poin (1,38%) ke level 3.542,903. Sementara Indeks LQ 45 naik 11,590 poin (1,86%) ke level 632,823.

Penguatan indeks sudah dimulai saat pembukaan pasar. Dimana indeks BEI saat mengawali perdagangan dibuka naik 23,90 poin berada dalam level 3.500 poin.

Relationship Manager Majapahit Securities Wesly Andri mengatakan, penguatan indeks BEI berlanjut mengikuti saham-saham global yang berada di area positif akibat sentimen data positif perekonomian AS. "Indeks BEI menembus level resistance di level 3.520 poin, hal ini mencerminkan indeks pada bulan ini berada dalam tren penguatan (bullish)," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Biasanya, kata dia, memasuki bulan Maret, IHSG terlihat akan menunjukkan tren pelemahan (bearish) atau penguatan (bullish). Pola ini sudah terjadi sejak enam tahun lalu. Oleh karena itu, saham-saham yang layak dikoleksi di antaranya, Astra International (ASII), Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Unilever (UNVR), Bumi Resources (BUMI), United Tractor (UNTR), "Saham-saham tersebut masih terjadi akumulasi harga dengan trend naik masih mempunyai kekuatan trend bullish dan masih terjadi trend reversal naik,"ungkapnya.

Hingga pukul 09.45 WIB akhir pekan kemarin, indeks berada dalam area positif di level 3.521,18 atau naik 27 poin (0,84%). Sementara bursa Regional seperti Indeks Hang Seng menguat 254,30 poin (1,10%) ke level 23.380,41, Indeks Nikkei-225 naik 165,35 poin (1,56%) ke level 10.751,37, dan Indeks Straits Times menguat 32,10 poin (1,06%) ke level 3.069,34.

Pada perdagangan sesi I, IHSG menguat 36,941 poin (1,05%) ke level 3.531,480. Sementara Indeks LQ 45 naik 8,904 poin (1,43%) ke level 630,137. Penguatan indeks didorong aksi beli selektif para investor terhadap saham-saham perbankan.

Asal tahu saja, menjelang penutupan pasar sesi siang, investor masih melakukan aksi beli selektif sambil menunggu BI Rate diumumkan oleh Bank Indonesia. Transaksi di bursa melonjak akibat adanya penjualan saham Bumi Resources (BUMI) oleh sejumlah broker di pasar negosiasi yang nilainya mencapai Rp 5,3 triliun.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 48.616 pada volume 4,88 miliar lembar saham senilai Rp 10,811 triliun. Sebanyak 102 saham naik, 78 saham turun, dan 89 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 750 ke Rp 55.300, Bayan (BYAN) naik Rp 600 ke Rp 17.350, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 22.550, dan Adira (ADMF) naik Rp 400 ke Rp 11.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 41.800, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 25.100, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 9.650, dan Surya Citra (SCMA) turun Rp 175 ke Rp 3.625.

Sementara menutup perdagangan akhir pekan, IHSG menguat 48,364 poin (1,38%) ke level 3.542,903. Sementara Indeks LQ 45 naik 11,590 poin (1,86%) ke level 632,823. Langkah Bank Indonesia (BI) menahan BI Rate direspons positif oleh investor di lantai bursa. Saham-saham bank kembali menjadi sasaran empuk para penanam modal.

Menurut pengamat pasar modal David Ferdinandus, menguatnya perdagangan saham di BEI pada akhir pekan ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen eksternal yang positif. "Pergerakkan IHSG pada perdagangan akhir pekan lebih banyak dipengaruhi oleh eksternal seperti pada data positif yang dikeluarkan pemerintah AS, sehingga indeks Dow Jones bergerak menguat," ungkapnya.

Indeks Dow Jones menguat 191,40 poin (1,59%) ke posisi 12.258,20 dan hal ini memberi sentimen negatif kepada bursa regional seperti bursa Hang Seng menguat 286,44 poin (1,24%) ke level 23.408,86, Indeks Nikkei-225 naik 107,64 poin (1,02%) ke level 10.693,66, dan Indeks Straits Times menguat 23,96 poin (0,79%) ke level 3.061,31.

David menambahkan, harga saham-saham berkapitalisasi besar yang nilainya sudah rendah memicu investor kembali mengambil posisi beli dan mengangkat indeks BEI di akhir pekan. "Nilai saham kapitalisasi besar sudah kembali menguat, memicu investor bergerak membeli sahamnya," katanya.

Namun, lanjut dia, kembali menguatnya bursa-bursa global saat ini cenderung bergerak dalam jangka pendek terkait harga minyak yang masih fluktuasi. Kemudian keluarnya dana asing dari pasar saham kemarin, dapat menunjukkan bahwa investor lokal tidak cenderung mengikuti pergerakan dari investor asing.

Masih bagusnya sentimen positif terhadap indeks, diproyeksikan perdagangan awal pekan IHSG akan berpeluang menguat dengan pergerakan di level 3.542-3.550. Saham yang layak dikoleksi masih sektor perbankan dan keuangan.

Sebelumnya, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) sebesar Rp 5,9 triliun di seluruh pasar. Meski dana asing keluar cukup besar, indeks masih bisa positif. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 99.542 kali pada volume 12,187 miliar lembar saham senilai Rp 26,801 triliun. Sebanyak 131 saham naik, 80 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Saham-saham yang mengalami penguatan antara lain saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp2.150 ke Rp44.250, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp325 ke Rp5.250, Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp150 ke Rp5.000. (bani)

Related posts