TOWR Naikkan Pinjaman Jadi Rp 300 Miliar - Rubah Perjanjian JP Morgan

NERACA

Jakarta – Besarnya kebutuhan dana ekspansi bisnis, menjadi alasan bagi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo mengubah perjanjian kredit dengan JPMorgan Chase Bank.“Perubahan fasilitas pinjaman yang sebelumnya Rp 200 miliar menjadi Rp 300 miliar, surat perubahan sebagai informasi atas fasilitas awal dengan JPMorgan telah dilakukan keterbukaan informasi sebelumnya pada tanggal 24 April 2018,”kata Irfan Ghazali, Sekretaris Perusahaan TOWR dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, Protelindo pada 11 Oktober 2018 menandatangani surat perubahan pertama atas surat penawaran tanggal 20 April 2018 dengan JPMorgan Chase Bank, N.A cabang Jakarta. Maka atas perubahan perjanjian tersebut, perseroan menegaskan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keungan atau kelangsungan usaha perusahaan atas ditandatanganinya surat perubahan oleh Protelindo.

Asal tahu saja, Protelindo merupakan anak usaha TOWR dengan kepemilikan saham 99,99%. Transaksi tersebut buka merupakan transaksi material dan tidak mengandung benturan kepentingan dan bukan merupakan transaksi afiliasi. Perseroan belum lama ini mengantungi dividen hampir Rp 25 miliar dari Protelindo berkat apiknya kinerja keuangan. Dimana pada semester pertama tahun ini, Protelindo mengantongi pendapatan Rp 2,80 triliun. Pendapatan ini naik 6,11% ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,64 triliun.

Tapi, laba bersih Protelindo turun tipis 0,15% menjadi Rp 1,08 triliun daripada semester pertama tahun lalu Rp 1,09 triliun. Pada periode semester pertama 2018, TOWR pun mengantongi pendapatan Rp 2,80 triliun dengan laba bersih Rp 1,08 triliun. Sementara pendapatan TOWR di semester pertama 2018 sebesar Rp1,44 triliun atau meningkat 8,5% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy).

Direktur Utama Sarana Menara Nusantara, Aming Santoso mengungkapkan, kenaikan pendapatan tersebut didapat dari revenue lebih dari 1.300 titik sewa baru organik perseroan. Selain itu, pendapatan perseroan juga didukung revenue dari akusisi KIN (PT Komet Infrastructure Nusantara) untuk periode satu bulan pada kuartal II/2018. Disampaikannya, perseroan telah menyelesaikan akuisisi KIN pada Mei 2018 dan mulai merasakan penambahan revenue dari KIN pada kuartal kedua namun realisasi revenue akan berkontribusi sepenuhnya pada semester kedua tahun ini.

Selain itu, lanjut Aming, perseroan merencanakan penghematan biaya dari realisasi sinergi operasional antara Protelindo, iForte dan KIN secara berkesinambungan di masa yang akan datang.”Apabila dinormalkan dengan metode pro-rata, dengan revenue KIN mencapai Rp325 miliar per tahun, maka run-rate revenue untuk bulan Juni 2018 meningkat 12,9% dibandingkan Maret 2018,"jelasnya.

BERITA TERKAIT

YLKI Terima 200 Aduan Korban Pinjaman Fintech

NERACA Jakarta-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan, sepanjang tahun ini telah menerima 200 aduan dari masyarakat yang menjadi nasabah dari…

Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar - Danai Pelunasan Utang

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…

Pool Advista Bidik Pendapatan Rp 87 Miliar

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) langsung mematok target bisnis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada AA-. Prospek…

Bakrieland Raup Untung Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun hingga kuartal III-2018…

Pefindo Beri Peringkat A Semen Baturaja

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), serta surat utang jangka menengah atau Medium…