Supra Boga Lestari Bidik Dana IPO Rp 300 Miliar

Neraca

Jakarta – Perusahaan sektor ritel, PT Supra Boga Lestari berencana mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mei 2012. "Kami merencanakan Mei 2012 untuk penawaran umum saham perdana,”kata Presiden Direktur PT Supra Boga Lestari, Nugroho Setiadharma, di gedung BEI, Kamis (1/3).

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya akan melepas 20%-30% saham ke publik untuk melakukan penawaran umum saham perdana. Untuk melakukan penawaran umum saham perdana tersebut, perseroan telah menunjuk PT Kresna Graha Securindo Tbk.

Kemungkinan dana yang diraih dari hasil penawaran umum saham perdana sekitar Rp200 miliar-Rp300 miliar. Sebagian besar dana tersebut untuk penambahan gerai Ranch 99 Market dan modal kerja yang akan digunakan dari 2012 hingga 2013."Minimum 60% dana hasil penawaran umum saham perdana untuk tambah gerai dan sisanya modal kerja," kata Nugroho.

Perseroan merencanakan akan menambah 5 gerai pada 2012 khususnya ekspansi ke wilayah luar Jawa seperti Balikpapan, Kalimantan Timur. Saat ini perseroan memiliki 14 gerai, di mana dua gerai tersebut beradai Surabaya."Kami ingin menambah gerai menjadi 30 gerai pada 2014. Daerah yang dibidik untuk ekspansi ke Jawa, Bali dan Kalimantan. Apalagi Kalimantan memiliki perkembangan cukup baik karena terdapat banyak usaha pertambangan.

Menurut Nugroho, nilai investasi satu gerai sekitar Rp8 miliar-Rp10 miliar bila perseroan menyewa tempat. Luas lahan dan bangunan satu gerai Ranch 99 Market paling kecil sekitar 700m2 dan paling besar 3.000m2. "Kalau kami membangun gerai Ranch 99 Market maka dana investasi satu gerai bisa lebih dari Rp8 miliar," tambah Nugroho.

Sementara untuk penjamin emisinya, perseroan dikabarkan telah mempercayakan Kresna Securities. Kemudian, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito menuturkan, baru dua perusahaan yang mengajukan penawaran umum saham perdana yaitu PT Bekasi Fajar Kawasan Industrial Estate dan PT Supra Boga Lestari. Kemungkinan dua perusahaan tersebut baru dapat melakukan penawaran umum saham perdana paling cepat April-Mei 2012.

Terbitkan Obligasi

Sementara PT Kresna Graha Sekurindo Tbk kembali menjajaki lagi penerbitan obligasi senilai Rp200 miliar--Rp300 miliar pada semester kedua tahun ini. “Rencana obligasi tetap berlangsung, memang tak jadi tahun lalu. Rencananya semester kedua dengan besaran sama Rp200 miliar sampai dengan Rp300 miliar,” kata Direktur Utama Kresna Securities Michael Steven.

Dia menuturkan, dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk membiayai belanja modal, refinancing, dan ekspansi usaha perseroan ke depan. Kemudian soal penundanaan rencana sebelumnya untuk penerbitan surat utang dirilis pada tahun lalu disebabkan situasi yang belum mendukung. (bani)

Related posts