KPPU: Regulasi Pemerintah Sumut Jangan Hambat Pengusaha

KPPU: Regulasi Pemerintah Sumut Jangan Hambat Pengusaha

NERACA

Medan - Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU Sumatera Utara (Sumut) menggelar Pembekalan Daftar Periksa Kebijakan Persaingan untuk mengajak pemerintah membuat regulasi di dunia usaha sesuai prinsip-prinsip persaingan yang sehat.

"Regulasi pemerintah Sumut diminta sesuai dengan prinsip prinsip persaingan dan tidak bertentangan dengan UU No 5/1999," ujar Kepala KPPU Medan, Ramli Simanjuntak di Medan, dikutip dari Antara, kemarin.

Dia mengatakan itu usai acara Pembekalan Daftar Periksa Kebijakan Persaingan yang diikuti beebagai kalangan khususnya aparatur sipil negara atau ASN yang bertugas di bidang pembuatan regulasi. Menurut Ramli, KPPU terus mengawasi agar tidak terjadi persaingan tidak sehat yang bisa menghambat perkembangan ekonomi."Tidak boleh ada peraturan termasuk yang dibuat pemerintah yang bisa menghambat perkembangan dunia usaha," ujar dia.

Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah mengakui, pengusaha selalu merasakan bahwa pemerintah tidak pernah hadir atau mendampingi pelaku usaha."Sebagai pengusaha, saya merasakan kurangnya perhatian pemerintah kepada dunia usaha melalui regulasi yang kurang mendukung," kata dia.

Untuk itu, ujar Musa Rajekshah yang akrab dipanggil Ijeck itu, KPPU diminta membantu mengingatkan terus agar regulasi yang dibuat pemerintah benar - benar bisa mendukung dunia usaha."Dalam pengambilan kebijakan Pemprov Sumut ke depannya, saya fikir perlu sinergitas antara Pemprov Sumut dengan KPPU," kata dia.

Sekedar informasi, Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU adalah lembaga independen yang dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan UU no. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. KPPU bertanggungjawab kepada Presiden. Komisioner KPPU berjumlah 7 orang, diangkat Presiden berdasarkan persetujuan DPR. Pembentukan KPPU bertujuan untuk mengawasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.

KPPU adalah lembaga yang berada langsung di bawah Presiden, yang fungsi dan tugasnya untuk mengawasi dan menegakkan hukum larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Terkait pengawasan usaha tersebut, tugas utama KPPU meliputi advokasi kebijakan, penegakkan hukum, pengendalian marger dan pengawasan Kementerian.

KPPU juga berwenang menerima laporan dari masyarakat atau pelaku usaha terkait adanya dugaan terjadinya praktik monopoli persaingan usaha tidak sehat. Dengan demikian, KPPU bisa mencegah banyaknya perjanjian dan kegiatan yang dilarang UU dan penyalagunaan posisi dominan, seperti persengkongkolan tender yang tidak sehat. Penguatan kewenangan KPPU tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Ant

BERITA TERKAIT

AKIBAT AKSI DEMO 22 MEI 2019 - Aprindo: Pengusaha Mal Rugi Rp1,5 Triliun

Jakarta-Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan, kerugian pusat perbelanjaan atau mal di kawasan Jakarta yang menutup kegiatan operasionalnya karena demo…

KPK Evaluasi Kegiatan Pemerintah Provinsi Lampung

KPK Evaluasi Kegiatan Pemerintah Provinsi Lampung   NERACA Bandarlampung - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan evaluasi terhadap kegiatan tahun 2018…

Pengusaha Optimistis Regulator Dukung Industri

NERACA Jakarta – Pelaku usaha mengaku optimistis dengan hasil pemilihan umum yang baru dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa pemerintah…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Agus Rahardjo Respons Pansel Pimpinan KPK Tuai Kritik

Agus Rahardjo Respons Pansel Pimpinan KPK Tuai Kritik NERACA Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo merespons soal…

Rekind Klarifikasi Terkait Pemberitaan PAU di Media Online

Rekind Klarifikasi Terkait Pemberitaan PAU di Media Online NERACA Jakarta - Menyikapi pemberitaan di media online tentang permasalahan antara PT…

MK Ingatkan Penutupan Pendaftaran PHPU

MK Ingatkan Penutupan Pendaftaran PHPU NERACA Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui juru bicaranya Fajar Laksono mengingatkan batas waktu pendaftaran…