Gubernur Sumsel Akan Audit BUMD Milik Pemprov

Gubernur Sumsel Akan Audit BUMD Milik Pemprov

NERACA

Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengatakan, pihaknya segera mengaudit BUMD milik pemerintah provinsi (Pemprov) supaya kinerjanya semakin efesien.

“Bersama Wagub Mawardi Yahya memang kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan secara khusus membahas masalah BUMD, sejak terpilih 27 Juni lalu,” kata gubernur saat pertemuan dengan PT Sriwijaya Mandiri Sumsel di Palembang, Jumat (12/10).

Menurut dia, hal itu tidak lain untuk memperjelas kontribusi apa saja yang sudah diberikan perusahaan-perusahaan daerah tersebut."Harapan kami berdua dibangun atau didirikannya perusahaan daerah ini tugas utamanya harus memberikan kontribusi pada Pemerintah Provinsi untuk penambahan Pendapatan Asli Daerah," ujar dia.

Dia mengatakan, untuk itu pihaknya sudah berencana segera melakukan audit dengan menggandeng BPKP. Lebih lanjut dia mengatakan, setelah itu BUMD itu akan di monitor dan dipisahkan menjadi beberapa kategori dan tingkatan seperti perusahaan yang sehat, kemudian sedang-sedang saja (tidak menghasilkan tapi tidak disubsidi lagi) dan yang masih disubsidi penuh.”Oleh karena itu perlu dievaluasi sehingga perusahaan yang ada tersebut semakin berkontribusi pada Pemprov Sumsel,” kata dia.

Sehubungan itu melalui pertemuan ini para pimpinan BUMD atau PD diajak terbuka mengenai kondisi masing-masing baik mengenai aset dan lainnya. Mereka diminta memberikan paparan sedetil mungkin secara apa danya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Memang, lanjut dia, pada tahapan ini kami masih melakukan investigasi dan inventarisasi, baru kemudian konsolidasi dan solusi.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan, memang nanti bila ditemukan ada BUMD yang tidak menunjukkan perbaikan atau harapan pihaknya tidak akan segan melakukan likuidasi.”Jadi perlu pembahasan bersama termasuk dari Biro Hukum dan inspektorat,” kata dia.

Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) I Gede Surya Negara mengatakan, kondisi terakhir progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api yang saat ini pihaknya masih terus berupaya merealisasikan Pelabuhan Tanjung Carat.”Pelabuhan Tanjung Carat merupakan pelabuhan laut dalam untuk menunjang keberadaan Pelabuhan Tanjung Api-Api,” tambah dia. Ant

BERITA TERKAIT

ModalSaham Bekali Pengunjung Pameran Bisnis FLEI Tips Investasi dan Franchise

ModalSaham Bekali Pengunjung Pameran Bisnis FLEI Tips Investasi dan Franchise NERACA Jakarta - Reed Panorama Exhibitions bersama Kamar Dagang &…

Pertamina Peduli Kesehatan Warga Relokasi

Jakarta-Pertamina dinilai bertanggung jawab terhadap warga terdampak banjir rob di Desa Cemara Jaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu.…

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia  NERACA Jakarta - Danone-AQUA menandatangani Nota Kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia untuk pengembangan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Sony Subrata: Buku Jagat Digital Mengupas Dampak Media Sosial

Sony Subrata: Buku Jagat Digital Mengupas Dampak Media Sosial  NERACA Jakarta - Anggota Dewan Pers yang juga Head of New…

Bintang Puspayoga Rilis Buku Sinergi Untuk Negeri

Bintang Puspayoga Rilis Buku Sinergi Untuk Negeri NERACA Jakarta - Bintang Puspayoga secara resmi merilis buku bertajuk Sinergi Untuk Negeri.…

Pemkot Sukabumi Raih WTN ke-16 Kalinya

Pemkot Sukabumi Raih WTN ke-16 Kalinya  NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kembali meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN)…