Waskita Beton Bidik Kontrak Baru Rp 10 Triliun

NERACA

Jakarta –Meskipun pencapaian kontrak baru tahun ini direvisi turun, namun hal tersebut tidak membuat PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) untuk agresif memasang target besar. Pasalnya, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk ini membidik perolehan kontrak baru yang cukup besar di tahun depan.“Kami berharap bisa membukukan kontrak baru sebesar Rp 10 triliun di sepanjang tahun 2019," kata Jarot Subana, Direktur Utama WSBP di Jakarta, kemarin.

Target ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan target WSBP tahun ini yakni sebesar Rp 6,5 triliun. Jarot berharap Waskita Beton bisa membukukan laba Rp 1,25 trilun dan penjualan Rp 9 triliun tahun depan. Hingga kuartal III-2018, WSBP sudah membukukan laba bersih sebesar Rp 880 miliar. Perusahaan ini juga telah membukukan nilai kontrak baru hingga Rp 4,5 triliun. "Jika tak ada halangan secara administrasi, maka kami yakin bisa memenuhi target kontrak tersebut hingga akhir tahun," kata Jarot.

Jarot bilang, beberapa proyek kini masih ada dalam pipeline WSBP antara lain pekerjaan tambahan di Legundi-Bunder dan juga pekerjaan-pekerjaan di ruas tol Sumatra. Perusahaan ini juga berharap bisa mengantongi beberapa perusahaan dari sektor swasta. Hingga saat ini, kontribusi kontrak swasta terhadap total seluruh kontrak Waskita Beton adalah 30%-40%. Tahun depan, perusahaan ini berharap bisa mencatatkan kontrak baru Rp 10 triliun dengan kenaikan kontribusi dari sektor swasta sebesar 40%-50%.

Sebagai informasi, tahun ini PT Waskita Beton Precast Tbk menurunkan target kontrak baru sejalan dengan mundurnya sejumlah rencana investasi di level induk usaha. Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast, Ratna Ningrum pernah bilang, prognosis nilai kontrak baru perseroan Rp8,3 triliun sampai dengan akhir 2018. Dengan demikian, terjadi penuruan dari target awal yang dipasang Rp11,52 triliun.

Dia menjelaskan bahwa keputusan itu terkait dengan kebijakan induk. Pasalnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menunda pekerjaan investasi, khususnya proyek jalan tol.”Waskita Beton Precast sebagai anak usaha perseroan turut mendukung kebijakan yang ada di induk,” ujarnya.

Selain itu, perseroan juga menyampaikan menurunkan target pendapatan dan kontrak baru 2018. Rencananya, revisi akan dilakukan dengan kisaran 10%--15% dari target yang dipasang sebelumnya. Kendati demikian, Ratna mengungkapkan emiten berkode saham WSBP itu mengantongi nilai kontrak baru Rp3,93 triliun sampai dengan Juli 2018. Pencapaian tersebut tumbuh 32,32% atau Rp96 miliar dari posisi Rp2,97 triliun per semester I/2018.

Secara detail, kontrak baru yang diperoleh WSBP pada Juli 2018 berasal dari proyek jalan tol Cibintung—Cilincing, Kraksaan—Probolinggo, Tebing Tinggi—Indrapura, Pekanbaru—Dumai, serta beberapa proyek kecil lainnya.“Untuk pembayaran termin yang diterima Rp5,5 triliun sampai dengan akhir Juli 2018,” imbuhnya.

Seperti diketahui, WSBP membukukan pendapatan Rp3,84 triliun. Jumlah tersebut naik 44,14% dari posisi yang sama tahun lalu Rp2,66 triliun. Beban pokok pendapatan WSBP tercatat naik 35,78% dari Rp1,98 triliun menjadi Rp2,69 triliun pada semester I/2018. Dari situ, perseroan mengantongi laba kotor Rp1,14 triliun.

BERITA TERKAIT

Mengandalkan Proyek Pemerintah - WIKA Gedung Bidik Kontrak Rp 22,78 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 22,78 triliun…

Kebanjiran Kontrak Baru - WEGE Incar Pendapatan Rp 7,72 Triliun

NERACA Jakarta – Seiring optimisme pertumbuhan pasar properti, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan pendapatan tahun ini sebesar…

Ekonomi Global Mulai Membaik - OJK Bidik Himpun Dana di Bursa Rp 250 Triliun

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…