Penjualan APLN Baru Capai 40% Dari Target - Bisnis Properti Lesu

NERACA

Jakarta –Di kuartal tiga 2018, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar Rp1,94 triliun atau baru sekitar 40% dari target perseroan tahun ini Rp4,9 triliun. Kinerja pemasaran sepanjang tahun ini, menurut perseroan memang masih berat bagi emiten properti, termasuk perseroan.

Kata Cesar Dela Cruz, Direktur Keuangan Agung Podomoro Land, dengan target sebesar Rp4,9 triliun, artinya perseroan harus mengejar nilai pemasaran hampir Rp3 triliun pada kuartal keempat ini. Namun, Cesar mengatakan target Rp4,9 triliun termasuk turut memperhitungkan rencana penjualan lahan senilai Rp750 miliar yang mana kemungkinan tidak jadi direalisasikan.

Bila demikian, berarti perseroan akan mengejar target sekitar Rp4,2 triliun atau tersisa sekitar Rp2,3 triliun lagi.”Memang pasarnya masih lesu, masih soft. Mungkin sesudah Oktober saya baru bisa sampaikan berapa kira-kira kalau targetnya mau disesuaikan lagi,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Cesar menuturkan, perseroan belum akan meluncurkan proyek baru di sisa tahun ini untuk mendukung pemasaran, sebab permintaan properti secara umum masih lemah. Namun, perseroan menyiapkan strategi pemasaran khusus untuk memberikan promosi bagi pelanggan perseroan.

Program ini merupakan bagian dari peringatan 49 tahun Agung Podomoro Land. Perseroan memberikan harga khusus kepada pelanggan untuk seluruh proyek perseroan dan memberikan kemudahan metode pembayaran.”Tahun ini Agung Podomoro sudah 49 tahun, kami bikin program misalnya pembayarannya 49 kali angsuran untuk mengajak orang masuk,” katanya.

Wibisono, Head of Investor Relation Agung Podomoro Land, mengatakan bahwa bila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, kinerja marketing sales perseroan hingga September tahun ini mengalami penurunan. Hingga September 2017, marketing sales perseroan mencapai Rp2,8 triliun. Akan tetapi, capaian tersebut termasuk penjualan lahan industri 216 hektare di Karawang senilai Rp1,4 triliun.

Disampaikannya, bila nilai penjualan khusus tersebut tidak ikut dihitung, maka capaian marketing sales per September 2017 adalah Rp1,4 triliun.”Kalau tahun ini hingga kuartal ketiga mencapai Rp1,9 triliun, tetapi pure hanya jualan hunian tanpa ada jualan lahan industri. Jadi, kalau apple to apple sebenarnya naik,” katanya.

Adapun, hingga akhir semester pertama tahun ini, APLN sudah membukukan marketing sales Rp1,42 triliun. Dengan demikian, pada periode kuartal ketiga saja, capaian marketing sales hanya Rp520 miliar. Hingga akhir tahun lalu, APLN berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp5,07 triliun. Target sebesar Rp4,9 triliun tahun ini relatif lebih kecil dibandingkan tahun lalu.

BERITA TERKAIT

Targetkan Penjualan Rp 1,7 Triliun - Duta Pertiwi Mengandalkan Proyek Eksisting

NERACA Tangerang  -Mempertimbangkan pasar properti yang masih lesu, PT Duta Indah Pertiwi Tbk (DUTI) mematok pertumbuhan bisnis konservatif dengan menargetkan…

Pemprov Jabar Siapkan Pembentukan 12 Daerah Otonomi Baru

Pemprov Jabar Siapkan Pembentukan 12 Daerah Otonomi Baru NERACA Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Pemerintah…

Alokasikan Capex Rp 2,5 Triliun - Charoen Pokphand Bangun Dua Pabrik Baru

NERACA Jakarta – Tingkatkan kapasitas produksi pakan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk berencana membangun dua pabrik baru dengan belanja modal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…