Laba Bersih Bersih MNC Studio Tumbuh 49% - Ditopang Rating Tinggi dan Iklan

NERACA

Jakarta – Di kuartal tiga 2018, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) mencatatkan laba bersih Rp168,1 miliar atau naik 49% dari periode yang sama tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp112,8 miliar. Hal itu ditopang peningkatan pendapatan sebesar 40,4%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Presiden Direktur MSIN, Ella Kartika, peningkatan pendapatan itu didorong produksi program televisi dengan rating tinggi dan meningkatan pendapatan yang berasal dari iklan.”Dengan capaian ini, kami tambah yakin mencapai target kinerja tahun 2018,”ujarnya.

Lebih rincinya, pada akhir kuartal III 2018, perseroan membukukan pendapatan Rp1,123 triliun. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2017 hanya tercatat sebesar Rp799,6 miliar. Hanya saja, beban operasional turut meningkat 30,5% dari Rp598,8 miliar menjadi Rp781,8 miliar. Sedangkan EBITDA tercatat 269,1 miliar atau setara 24% dari EBITDA margin atau naik 71,6% secara tahunan sebesar Rp156,8 miliar.

Sebagai informasi, hingga akhir tahun 2018, perseroan menargetkan kenaikan laba bersih 72,13%, yakni senilai Rp210 miliar, dibandingkan laba bersih perseroan tahun lalu hanya Rp122 miliar. Sementara untuk pendapatan tahun 2018, ditargetkan tumbuh sebesar 45,45% menjadi Rp1,6 triliun dibanding tahun lalu mencapai Rp1,11 triliun.”Kita optimis target itu akan tercapai mengingat produksi film perseroan pada tahun ini juga meningkat. Selain itu, penjualan konten dan iklan juga diproyeksikan akan tumbuh signifikan,”kata Direktur PT MNC Studio International Tbk, Dewi Tembaga.

Disampaikannya, perseroan yang bermain di produksi, tentunya meraup berkah jika semakin banyak produksi yang dihasilkan karena laba akan semakin besar. Selain itu, lanjutnya, saat ini perseroan juga akan banyak bermain di jam tayang siang sampai sore dari sebelumnya dimaksimalkan sore sampai malam. Optimisme Dewi itu tidak berlebihan jika melihat capaian pada enam bulan pertama tahun ini.

Pada semester I/2018, pendapatan MSIN tercatat mencapai Rp739,5 miliar, naik sebesar 45% dibandingkan semester I/2017 yang hanya Rp510,48 miliar. Laba bersih perseroan juga tumbuh cukup signifikan pada paruh pertama tahun ini, yakni sebesar 64% menjadui Rp114,12 miliar. Adapun pada periode yang sama tahun lalu, total laba bersih hanya senilai Rp69,67 miliar.

Di sisi lain, beban langsung perseroan naik sebesar 36% yakni dari Rp388,6 miliar menjadi Rp527,89 miliar. Menurut Dewi, peningkatan beban ini sejalan dengan peningkatan produksi perseroan. Dirinya menambahkan, pada enam bulan kedua tahun ini perseroan akan meningkatkan produksi baik dari sisi sinetron maupun program acara lainnya. Selain ditayangkan di stasiun televisi yang masih terafiliasi, produk itu juga dijual kepada pihak luar.”Kami juga akan memaksimalkan perusahaan joint venture kami yakni PT Asia Media Production yang memproduksi reality show. Ini nanti bisa tayang di internal kami ataupun di luar. Kami akan meningkatkan pendapatan konten dan iklan," jelasnya.

BERITA TERKAIT

Bayan Bukukan Laba Bersih Turun 30,85%

NERACA Jakarta – Positifnya harga batu bara di pasar belum memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja PT Bayan Resources Tbk (BYAN).…

Permintaan Pasar Meningkat - Produksi Batu Bara Golden Energy Tumbuh 45%

NERACA Jakarta – Kuartal pertama 2019, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) membukukan pertumbuhan produksi batu bara 45%. “Produksi batu…

Menteri Perhubungan - Mudik Harus Berjalan Lancar dan Aman

Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan Mudik Harus Berjalan Lancar dan Aman Bandarlampung - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…