Malindo Bagikan Dividen Rp 16 Per Saham

NERACA

Jakarta - Emiten yang bergerak produksi pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen interim dari laba tahun buku 2018 kepada pemegang saham sebesar Rp 16 per saham. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, MAIN akan membagikan dividen pada 9 November 2018.

Tanggal akhir perdagangan saham dengan hak dividen alias cum dividen saham MAIN di pasar reguler dan negosiasi pada 17 Oktober 2018. Sementara cum dividen di pasar tunai pada tanggal 22 Oktober 2018. Pada tanggal yang sama akan dilakukan pencatatan daftar pemegang saham yang erhak mendapatkan dividen atau recording date. “Berdasarkan, Sirkuler Pengganti Rapat Dewan Komisaris tertanggal 10 Oktober 2016 telah menyetujui usulan Direksi Perseroan melalui Sirkuler Pengganti Rapat Direksi pada tanggal yang sama untuk membagi dan membayar Dividen lnterim untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 35,82 miliar," kata Andre A Hendjan, Corporate Secretary MAIN.

Hingga akhir tahun ini, perseroan mengincar kenaikan pendapatan 15% menjadi Rp6,25 triliun seiring dengan pertumbuhan penjualan dan peningkatan permintaan. Disampaikan Andre Andreas Hendjan, pada tahun ini perseroan optimistis meraih kenaikan pendapatan atau penjualan sebesar 15% year-on-year (yoy). Segmen pakan ternak masih akan mendominasi dengan kontribusi sekitar 65%-70% terhadap total pendapatan.”Kami melihat iklim industri perunggasan sudah lebih baik, sehingga mencanangkan penjualan naik 15%. Pertumbuhan profit nantinya mengikuti kenaikan penjualan karena banyak variabel," ujarnya.

Tahun lalu, kinerja MAIN tertekan akibat melambungnya harga bahan baku seperti jagung, serta ketidakstabilan harga ayam dan telur. Pendapatan perusahaan naik 3,87% yoy menjadi Rp5,44 triliun, tetapi laba bersih merosot 77% yoy menuju Rp48,69 miliar. Andre menyebutkan, faktor-faktor yang memengaruhi harga bahan baku dan produk perseroan pada tahun ini cenderung lebih stabil. Oleh karena itu, Malindo dapat fokus memacu pertumbuhan. Dalam periode 5 bulan pertama 2018, tren penjualan mengalami kenaikan.

BERITA TERKAIT

BEI "Surati" Asuransi Tugu Pratama - Jual Saham Rp 573,9 Miliar

NERACA Jakarta – Di balik penjualan saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) oleh salah satu pemegang sahamnya, merupakan…

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada AA-. Prospek…

Bakrieland Raup Untung Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun hingga kuartal III-2018…

Pefindo Beri Peringkat A Semen Baturaja

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), serta surat utang jangka menengah atau Medium…