Tras N Co : Konsumen Beralih Ke Digital

NERACA

Jakarta - Teknologi kini menjadi alat penting dalam memasarkan produk, tak jarang beberapa brand memaksimalkan pemasaran digital dibandingkan konvensional. Hal itu tak terlepas dari semakin banyaknya pengguna gadget di Indonesia. Hal itu seperti dikatakan Founder and Chairman Tras N Co Tri Raharjo saat Malam Penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award di Jakarta, Rabu (10/10).

Ia menyampaikan bahwa saat ini pengguna internet telah mencapai 143 juta, yang mana 126 juta telah terhubungan dengan marketplace. Disamping itu, terdapat 61 juta orang yang telah menjadi konsumen transportasi online. "Itu artinya tren digital semakin tumbuh dan berkembang. Dengan dinamisnya pergerakan dunia digital maka para pemasar digital perlu ikut berbenah, beradaptasi dan kreatif dalam mengelola konten serta konsisten berkomunikasi melalui sarana digital," katanya.

Menurut Tro, merek-merek yang tidak mampu melakukan adaptasi digital menurut hasil riset yang ia lakukan popularitas mereka akan tergusur oleh merek lain. "Bahkan brand multinasional sekalipun. Namun kami optimistis mayoritas merek telah berbenah diri dan beradaptasi dengan dunia digital. Artinya, digitalisasi saat ini mau tidak mau akan menjadi fokus utama bagi brand-brand untuk berlomba-lomba meraih kepercayaan nitizen,” katanya.

Penghargaan

Untuk mengapresiasi merek yang telah fokus di bidang digital, Tras N Co Indonesia bekerja sama dengan IMFocus DigiMarketing Consultant dan Infobrand.id untuk kali ke sebelas menggelar Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) 2018. Sebanyak 18 brand Indonesia menerima penghargaan IDPBA 2018 karena dinilai berhasil membangun popularitas serta meningkatkan aktivitas brand-nya melalui media digital atau internet sehingga unggul dan popular dibandingkan brand yang lain.

Mereka yang meraih penghargaan IDPBA 2018 adalah KFC (kategori resto fried chicken), BNI Syariah dan BRI Syariah (kategori KPR syariah), Bussan Auto Finance/BAF (kategori kredit barang elekronik) , ERA Indonesia (kategori broker property), Green Angelica (kategori hair tonic), Cerelac (kategori bubur bayi), My Baby (kategori lotion anti nyamuk anak), Zevit Grow (kategori vitamin peninggi badan anak), Bodrexin (kategori obat penurun panas badan anak), Kiky (kategori buku tulis), Tupperware (kategori wadah susu bayi dan kategori perlengkapan makanbayi), Lois (kategori celana jeans), OBH Combi Anak (kategori obat flu dan batuk anak), Artco (kategori gerobak dorong), Intex (kategori baby swimming pool), Vitabumin (kategori multivitamin penambah nafsu makan anak dan kategori vitamin imunitas anak), serta BlackMores (kategori suplemen makanan).

CEO IMFocus Alex Iskandar memaparkan bahwa IDPBA 2018 diberikan kepada merek-merek di Indonesia berdasarkan hasil survei Digital Popular Brand Index 2018 yang dilakukan oleh Tras N Co Indonesia bekerja sama dengan IMFocus DigiMarketing Consultant. Survei dilakukan bulan Mei-Juli 2018 kepada 150 kategori produk/jasa dan lebih dari 1.000 brand tersurvei di Indonesia.

Survei yang dilakukan murni melalui data engine pihak ketiga yang bersifat independen, kredibel dan akuntabel, dengan menggunakan tiga parameter (alat ukur) penilaian. Yakni: social media based, search engine based, dan website based.

Yang menarik dari survei ini IMFocus menambahkan dua penilaian baru yaitu Youtube pada social media menggantikan penilaian twitter pada tahun lalu. Dan trafik pada penilaian website based yang juga tidak ada pada tahun lalu. “Youtube dipilih mengingat twitter di Indonesia belakangan lebih condong ke politik. Bagaimanapun youtube merupakan search engine kedua terbesar setelah google. Untuk website based kami survei merek yang memiliki minimal 10.000 pengunjung,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Perlu Aturan Uang Digital

Di tengah makin maraknya peredaran uang digital, hingga saat ini baik Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlihat…

Bank Mandiri Targetkan Transaksi Digital Tumbuh 30%

      NERACA   Jakarta – SEVP Consumer and Transaction PT Bank Mandiri (Persero) Jasmin menargetkan transaksi digital melalui…

Modal dan Teknologi Digital Jadi "Booster" UMKM

Oleh: Bayu Prasetyo Hujan deras mengguyur Jakarta pada Rabu (9/1) pagi sebelum Presiden Joko Widodo blusukan ke beberapa daerah di…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…